4 Pilihan Bahan Alami untuk Membasmi Kutu Air yang Mengganggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Alami kutu air memang bukan suatu masalah yang serius. Namun bagaimanapun, kondisi ini tentu saja bikin Anda jadi tidak nyaman karena Anda jadi sibuk menggaruk kaki yang gatal. Terlebih lagi, kaki atau tangan jadi tidak sedap dipandang akibat muncul lenting berisi cairan. Selain dengan obat-obatan, adakah bahan alami yang bisa mengatasi kutu air hingga tuntas?

Cara mengatasi kutu air dengan mudah di rumah

Ada banyak pilihan krim atau salep antijamur yang bisa mengatasi kutu air. Namun, Anda sebetulnya juga bisa membasmi kutu air dengan mudah di rumah, lho!

Nah, coba cek ke dapur dan temukan salah satu bahan alami yang ampuh mengatasi kutu air berikut ini.

1. Bawang putih

makan bawang putih

Siapa bilang kalau bawang putih hanya bisa digunakan sebagai bumbu masak? Justru sejak jaman dulu kala, bawang putih telah dipercaya sebagai bahan alami untuk mengatasi kutu air, lho!

Melalui sebuah penelitian dalam Journal of Applied Microbiology tahun 2002, bawang putih diketahui memiliki sifat antijamur yang ampuh melawan jamur Candida albicans. Jenis bakteri ini merupakan penyebab infeksi jamur paling umum pada manusia.

Ada 2 cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kutu air dengan bawang putih, yaitu:

1. Cara pertama

Tumbuk 4-5 siung bawang putih sampai hancur, lalu pelan-pelan gosokkan ke area kaki atau tangan yang terkena kutu air. Lakukan secara rutin minimal 2 kali sehari supaya gatal pada kaki berkurang.

2. Cara kedua

Siapkan baskom berisi air hangat, lalu masukkan 3-4 siung bawang putih yang sudah ditumbuk sebelumnya. Rendam kaki atau tangan Anda yang terinfeksi selama 30 menit sampai rasa gatalnya berkurang. Lakukan 2 kali sehari hingga 1 minggu dan lihat perubahannya.

2. Baking soda

6 manfaat baking soda untuk kecantikan

Sebuah studi dalam jurnal Mycopathologia tahun 2013 menemukan bahwa baking soda dapat digunakan sebagai obat kutu air alami yang patut untuk dicoba. Pasalnya, baking soda dapat melawan infeksi jamur yang memicu peradangan pada kulit.

Cara memanfaatkan baking soda untuk mengatasi kutu air sangatlah mudah. Campur setengah cangkir (115 gram) baking soda ke dalam baskom berisi air hangat. Setelah itu, rendam kaki atau tangan yang terinfeksi selama 15-20 menit sebanyak 2 kali sehari.

3. Garam laut

merendam kaki pakai garam

Garam pastinya sudah tersedia di dapur Anda. Selain bisa digunakan sebagai penyedap rasa pada masakan, Anda juga bisa memanfaatkan garam untuk mengatasi kutu air.

Ini karena garam memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang tergolong kuat. Bahan alami yang satu ini dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan mencegah penyebaran kutu air.

Merendam kaki dalam air garam menjadi salah satu cara mengatasi kutu air yang paling mudah. Lakukan selama 20 menit, lalu keringkan sampai tuntas. Jangan biarkan kaki atau tangan Anda tetap lembap karena bisa memicu pertumbuhan jamur dan memperparah gejala.

4. Minyak pohon teh

menghilangkan ketombe

Tea tree oil alias minyak pohon teh telah lama digunakan sebagai obat antijamur alami selama bertahun-tahun. Ini karena minyak pohon teh memiliki sifat antiseptik, antibakteri, dan antijamur yang cocok digunakan untuk mengatasi kutu air.

Bahkan, menurut sebuah studi yang dimuat dalam The Australasian Journal of Dermatology tahun 2002, manfaat tea tree oil terbukti sama efektifnya seperti tolnaftate. Tolnaftate itu sendiri termasuk salah satu obat kutu air atau obat infeksi jamur yang paling banyak digunakan.

Anda hanya perlu menuangkan sedikit minyak ke telapak tangan, lalu gosokkan ke area kulit yang gatal akibat kutu air. Cara ini dapat membantu mengurangi gejala kutu air, mulai dari rasa gatal, bengkak, dan sensasi terbakar pada kulit.

Meski manfaatnya menggiurkan, minyak pohon teh juga bisa menimbulkan efek samping berupa ruam atau alergi pada beberapa orang. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum mencobanya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit