Mendeteksi Gejala Cacar Air Seiring Fase Penyakitnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/04/2020
Bagikan sekarang

Penyakit cacar air adalah infeksi menular yang dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa. Gejala cacar air awalnya ditandai dengan kemunculan ruam atau bintik-bintik merah yang muncul pada wajah dan badan. Lantas, kapan lenting berisi air yang menjadi ciri khas cacar air mulai muncul?

Penting bagi Anda untuk mengenali berbagai gejala yang muncul dan di fase mana virus cacar air paling rentan menular. Dengan begitu, Anda bisa melakukan berbagai cara untuk mencegah penularan cacar air ke orang sekitar sebelum terlambat.

Bagaimana gejala cacar air bisa muncul?

cacar air

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster (VZV). Sebagian besar kasus terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Dalam banyak kasus lain, penularan bisa terjadi ketika orang yang sehat mengirup udara di sekitar pengidap setelah lenting cacarnya pecah dan airnya menguap ke udara. Virus varicella juga dapat menyebar di udara melalui droplet (cipratan liur) yang dikeluarkan pnderita saat batuk dan bersin.

Penularan penyakit ini bisa berlangsung sangat cepat saat infeksi terjadi pada orang yang beraktivitas di lingkungan yang tertutup.

Anda bisa menjadi orang yang berisiko tinggi untuk mengidap penyakit ini ketika Anda belum pernah terinfeksi virus VZV atau tidak mendapatkan vaksin cacar air.

Begitupun dengan orang-orang dengan sistem imun atau kekebalan tubuh lemah, seperti ibu hamil, orang lanjut usia, serta orang yang menjalani pengobatan sistem imun seperti kemoterapi dan HIV.

Seperti apa tanda-tanda dan gejala cacar air?

Gejala cacar air tidak langsung muncul begitu Anda tertular virus. Masa inkubasi virus varicella berlangsung rata-rata selama 14-16 hari sampai akhirnya mewujudkan penyakit.

Bentuk gejala dan jumlah lenting cacar air di kulit menentukan tingkat penularan penyakit ini.

1. Gejala awal cacar air

Lenting kemerahan disertai rasa gatal adalah gejala cacar air yang paling sering terjadi. Namun lenting bukanlah gejala yang pertama kali muncul. Menurut CDC, gejala awal kebanyakan baru muncul setelah 10-21 hari terpapar virus.

Satu hingga dua hari sebelumnya, penderita cacar air biasanya lebih dulu mengalami keluhan umm seperti:

  • demam
  • sakit kepala
  • kehilangan selera makan
  • nyeri sendi dan otot
  • kelelahan dan perasaan tidak enak badan (malaise)

Demam biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari, tapi tidak naik sampai melebihi 39º Celsius. Selain gangguan kesehatan seperti di atas, penderita juga bisa mengalami batuk dan bersin.

Gejala cacar air ini menunjukkan virus yang semula tinggal di bagian tubuh yang diinfeksi, kini telah menyebar ke dalam aliran darah.

Penting diketahui penyakit ini bersifat sangat menular sebelum gejala lenting muncul di permukaan kulit. Artinya, Anda sudah bisa menularkan ke orang di sekitar Anda 48 jam sebelum lenting cacar air mulai muncul.

2. Gejala lenting cacar air

Ruam kulit kemerahan pada cacar air biasanya muncul pada tahapan awal gejala. Satu atau dua hari setelah Anda mengalami gejala awal, ruam akan mulai berkembang menjadi lenting. Lenting merupakan bintik-bintik merah yang melepuh dan terisi cairan.

Kemunculan lenting menandakan virus yang bergerak dalam aliran darah kini telah masuk ke dalam jaringan kulit terluar, yaitu epidermis. Lenting cacar air terasa sangat gatal yang sampai dapat menggangu aktivitas sekaligus tidur penderitanya.

Mulanya gejala ini muncul pada bagian wajah dan tubuh bagian depan. Selama infeksi terus berlangsung, dalam waktu sekitar 10-12 jam lenting akan muncul pada beberapa bagian tubuh lainnya, seperti pada kulit kepala, tangan, dan kaki.

Penyebaran lenting ini akan lebih luas dan cepat pada anak-anak dibanding dengan cacar air pada orang dewasa. Pada kasus yang lebih parah, lenting juga bisa muncul pada bagian dalam tenggorokan, selaput mata, dan membran mukus di saluran kencing, termasuk pada anus dan organ genital.

3. Fase perkembangan gejala lenting

Dilansir dari Mayo Clinic, lenting cacar ait selanjutnya akan melewati 3 fase perkembangan gejala cacar air, yaitu:

  • Lenting berwarna merah atau merah muda (papula) muncul dan menghilang dalam waktu beberapa hari (7 hari).
  • Lenting terisi cairan (vesikular) yang terbentuk dalam satu hari dan kemudian pecah dan mengeluarkan cairannya.
  • Lenting berubah mengerak dan mengering dan dalam beberapa hari akan berubah menjadi keropeng.

Selama beberapa hari, lenting-lenting yang baru tetap akan terus bermunculan, sehingga Anda bisa mengalami 3 fase gejala lenting ini dalam waktu yang bersamaan.

4. Gejala pada orang yang sudah divaksin

Gejala cacar air tetap bisa muncul sekalipun Anda telah melakukan vaksinasi setelah lebih dari 52 hari. Namun, tanda-tanda dan gejala bisa berbeda pada orang yang belum mendapatkan vaksin dan biasanya jauh lebih ringan.

Pada orang yang terinfeksi dan belum mendapatkan vaksin biasanya akan memiliki setidaknya 50 lenting cacar air dalam tubuhnya. Sementara, orang yang terlah divaksin dan terinfeksi memiliki kurang dari 5o lenting dengan sebagian besar berbentuk papula atau tidak terisi cairan.

Pun demikian, menurut CDC, terdapat 20-30 persen kemungkinan orang yang divaksin juga akan memunculkan gejala yang serupa dengan yang belum memperoleh vaksin.

Kapan harus ke dokter ketika mengalami gejala cacar air?

Gejala cacar air memang bisa mereda dengan sendirinya, apalagi ketika Anda melakukan langkah-langkah perawatan seperti di atas. Akan tetapi, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami kondisi seperti:

  • Lenting muncul pada bagian dalam mata.
  • Lenting berubah merah dan perih, tanda adanya infeksi bakteri.
  • Mengalami demam tinggi secara menerus.
  • Tubuh menggigil.
  • Mengalami sesak napas.
  • Muntah-muntah.
  • Kesulitan mengontrol anggota gerak.

Karena gejala lenting cacar air yang khas, biasanya dokter bisa dengan mudah mendiagnosis penyakit ini. Selanjutnya, dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi obat seperti acyclovir atau valacyclovir, atau famciclovir untuk membantu mengendalalikan dan mempersingkat fase kemunculan gejala.

Bagaimana cara mengatasi gejala cacar air?

Rasa gatal cacar air yang mengganggu bisa dikendalikan melakukan pengobatan dari dokter dan perawatan di rumah, seperti:

  • Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi.
  • Konsumsi paracetamol untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.
  • Jangan menggaruk lenting cacar air secara terus-menerus guna menghindari komplikasi penyakit kulit lainnya.
  • Gunakan krim atau gel calamine yang memberikan sensasi sejuk di kulit secara rutin.
  • Konsumsi obat antihistamin untuk mengurangi gatal.
  • Mandi dengan air dingin dan keringkan tubuh dengan ditepuk pelan, jangan digosok terlalu kencang.
  • Gunakan pakaian yang longgar dan lembut agar kulit tidak mudah teriritasi.
  • Makan-makanan yang bergizi untuk memastikan nutrisis terpenuhi sehingga meningkatkan kerja sistem imun tubuh.

Jika tidak ditangani segera, gejala cacar air dapat meningkatkan komplikasi berupa infeksi sekunder pada lentingnya yang disebabkan oleh bakteri. Kebiasaan menggaruk bagian kulit yang terkena cacar air secara menerus juga memicu terjadinya infeksi.

Infeksi sekunder paling berisiko terjadi pada saat lenting cacar akan berubah menjadi keropeng. Pada fase ini, lenting biasanya belum benar-benar kering sehingga apabila digaruk bisa menimbulkan luka terbuka.

Luka terbuka ini dapat menjadi pintu bagi bakteri seperti staphylococcal atau streptococcal untuk menginfeksi kulit. Penyakit komplikasi yang ditimbulkannya adalah:

Di luar infeksi sekunder pada kulit,  infeksi bakteri juga bisa ikut menyerang pernapasan sehingga menyebabkan pneumonia. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa yang mengalami cacar air.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Obat Tradisional yang Membantu Penyembuhan Cacar Air Secara Alami

Selain pengobatan medis, obat tradisional yang berasal dari beberapa bahan alami turut membantu proses pemulihan cacar air. Bagaimana cara membuatnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Apa Saja Perbedaan Cacar Air dan Campak?

Cacar air dan campak sama-sama menimbulkan ruam merah di kulit. Meski tampak mirip, keduanya berbeda. Apa saja perbedaan cacar air dan campak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

5 Pilihan Obat untuk Mempercepat Penyembuhan Cacar Air

Dengan minum obat, gejala cacar air yang mengganggu bisa segera diatasi, termasuk lenting lebih cepat mengering tanpa berisiko menyebabkan infeksi bakteri.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kulit Bayi, Parenting 14/03/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin cacar air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
Salep untuk cacar air

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
penyebab cacar air

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020