Mengenali Berbagai Gejala Cacar Air di Setiap Fase Penyakitnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Penyakit cacar air adalah infeksi menular yang dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa. Gejala cacar air awalnya ditandai dengan kemunculan ruam atau bintik-bintik merah yang muncul pada wajah dan badan. Lantas, kapan ruam berisi air (lenting) yang menjadi ciri khas cacar air mulai muncul?

Ciri-ciri dan gejala umum cacar air

cacar air

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster (VZV) yang termasuk dalam kelompok virus herpes. Penyakit kulit ini paling sering dialami oleh anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa terinfeksi.

Ciri-ciri utama penyakit cacar air adalah bintik-bintik atau ruam kulit kemerahan yang menyebar di berbagai bagian tubuh. Namun, ruam cacar ini tidak langsung begitu seseorang terinfeksi.

Orang yang terkena cacar air terlebih dulu akan mengalami gejala awal seperti:

  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan atau tubuh lemas
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada sendi dan otot

Setelahnya, ruam cacar akan mulai muncul di beberapa bagian tubuh dan disertai dengan rasa gatal pada kulit yang terdampak. Seiring perkembangan penyakitnya akan terlihat perubahan pada ciri-ciri ruam cacar air, seperti:

  • Bintik-bintik kemerahan (papula) akan muncul di permukaan kulit selama beberapa hari.
  • Papula akan berubah membentuk lenting yaitu benjolan kulit yang melepuh dan terisi air (vesikel).
  • Lenting akan pecah dan mengerak menjadi luka kering atau keropeng. Luka ini akan sembuh dalam beberapa hari.

Perubahan gejala cacar air berdasarkan fase penyakitnya

Penularan cacar air terjadi melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Cara penularan penyakit kulit ini bisa dengan menyentuh bagian kulit yang terdampak, menghirup udara yang terkontaminasi cairan dari lenting yang pecah, atau melalui droplet yang dikeluarkan saat penderita batuk dan bersin.

Akan tetapi, gejala cacar air tidak langsung muncul begitu Anda tertular virusnya. Masa inkubasi virus varicella zoster berlangsung rata-rata selama 14-16 hari sampai akhirnya mewujudkan penyakit.

Dari tahap awal, tanda-tanda gejala cacar air akan berubah sampai akhirnya sembuh. Bentuk gejala cacar air bisa menentukan kapan penyakit ini berisiko paling tinggi untuk ditularkan.

Berikut ini adalah tahapan perkembangan dari gejala cacar air.

1. Gejala awal cacar air

Seperti yang telah dijelaskan, bintik-bintik kemerahan atau ruam cacar bukanlah gejala cacar air yang pertama kali muncul. Satu hingga dua hari sebelum ruam muncul, penderita cacar air biasanya lebih dulu mengalami gejala umum seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kelelahan dan perasaan tidak enak badan

Meskipun begitu, CDC menjelaskan bahwa gejala awal cacar air kebanyakan baru muncul setelah 10-21 hari terpapar virus.

Demam yang dialami biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari, tapi tidak naik sampai melebihi 39º Celsius. Selain gangguan kesehatan seperti di atas, penderita juga bisa mengalami batuk dan bersin.

Hal ini menunjukkan virus yang semula tinggal di bagian tubuh yang diinfeksi, kini telah menyebar ke dalam aliran darah.

Penting diketahui, penyakit ini bersifat sangat menular di tahap gejala awal. Artinya, Anda sudah bisa menularkan ke orang lain 48 jam sebelum ruam cacar air mulai muncul.

2. Gejala lenting cacar air

Ruam kulit kemerahan pada cacar air biasanya akan muncul seiring demam mulai mereda. Satu atau dua hari setelahnya, ruam akan mulai berkembang menjadi lenting. Lenting merupakan benjolan kecil yang melepuh dan terisi cairan.

Kemunculan lenting menandakan virus yang bergerak dalam aliran darah kini telah masuk ke dalam jaringan kulit, yaitu epidermis. Lenting cacar air terasa sangat gatal yang sampai dapat menggangu aktivitas, termasuk saat tidur.

Mulanya gejala ini muncul pada bagian wajah dan tubuh bagian depan, biasanya diawali dari area perut. Selama infeksi terus berlangsung, dalam waktu sekitar 10-12 jam lenting akan muncul pada beberapa bagian tubuh lainnya, seperti pada kulit kepala, tangan, bawah ketiak, dan kaki.

Penyebaran lenting ini akan lebih luas dan cepat pada saat anak-anak terinfeksi cacar air  dibandingkan pada orang dewasa. Pada kasus yang lebih parah, lenting juga bisa muncul pada bagian dalam tenggorokan, selaput mata, dan membran mukus di saluran kencing, termasuk pada anus dan organ genital.

3. Fase perkembangan gejala lenting

Dilansir dari Mayo Clinic, lenting cacar air selanjutnya akan melewati 3 fase perkembangan gejala cacar air, yaitu:

  • Lenting berwarna merah atau merah muda (papula) muncul dan menghilang dalam waktu beberapa hari (7 hari).
  • Lenting terisi cairan (vesikular) yang terbentuk dalam satu hari dan kemudian pecah dan mengeluarkan cairannya.
  • Lenting berubah mengerak dan mengering dan dalam beberapa hari akan berubah menjadi keropeng.

Selama beberapa hari, lenting-lenting yang baru tetap akan terus bermunculan, sehingga Anda bisa mengalami 3 fase gejala lenting ini dalam waktu yang bersamaan.

Ketika lenting mengering menjadi keropeng, biasanya infeksi sekunder paling berisiko terjadi. Pada fase ini, lenting biasanya belum benar-benar kering sehingga apabila digaruk bisa menimbulkan luka terbuka.

Luka terbuka dapat menjadi pintu bagi bakteri seperti Streptococcus untuk menginfeksi kulit. Penyakit komplikasi yang ditimbulkannya adalah:

Di luar infeksi sekunder pada kulit,  infeksi bakteri juga bisa ikut menyerang pernapasan sehingga menyebabkan pneumonia. Kondisi ini basanya terjadi pada orang-orang yang baru saja mengalami cacar air saat sudah dewasa.

4. Gejala pada orang yang sudah divaksin

Gejala tetap bisa muncul sekalipun Anda telah melakukan vaksinasi setelah lebih dari 52 hari. Namun, tanda-tanda cacar air bisa berbeda pada orang yang belum mendapatkan vaksin dan biasanya jauh lebih ringan.

Pada orang yang terinfeksi dan belum mendapatkan vaksin biasanya akan memiliki setidaknya 50 lenting cacar  dalam tubuhnya. Sementara, orang yang terlah divaksin dan terinfeksi memiliki kurang dari 5o lenting dengan sebagian besar berbentuk papula atau tidak terisi cairan.

Pun demikian, menurut CDC terdapat 20-30 persen kemungkinan orang yang divaksin juga akan memunculkan gejala yang serupa dengan yang belum memperoleh vaksin cacar air.

Kapan harus periksa ke dokter?

dokter kulit

Gejala cacar air memang bisa mereda dengan sendirinya. Akan tetapi, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami kondisi seperti:

  • Lenting muncul pada bagian dalam mata
  • Lenting berubah merah dan perih, tanda adanya infeksi bakteri
  • Mengalami demam tinggi secara menerus
  • Tubuh menggigil
  • Mengalami sesak napas
  • Muntah-muntah
  • Kesulitan mengontrol anggota gerak

Lenting cacar merupakan gejala yang khas sehingga dokter bisa dengan mudah mendiagnosis penyakit ini.

Selanjutnya, dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi obat cacar air seperti acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir untuk membantu mengendalikan dan mempersingkat fase kemunculan gejala.

Penting bagi Anda untuk mengenali berbagai gejala yang muncul dan di fase mana virus cacar air paling rentan menular. Dengan begitu, Anda bisa melakukan berbagai cara mencegah penularan cacar air ke orang sekitar sebelum terlambat.

Anda juga sebaiknya memerhatikan setiap gejala yang dialami. Bila sekiranya telah mengganggu, segera hubungi dokter untuk memperoleh penanganan yang lebih tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 21 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 20 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Mengobati Cacar Air dengan Obat Tradisional

Selain pengobatan medis, obat tradisional yang berasal dari beberapa bahan alami turut membantu proses pemulihan cacar air. Bagaimana cara membuatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 16 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

Apa Saja Perbedaan Cacar Air dan Campak?

Cacar air dan campak sama-sama menimbulkan ruam merah di kulit. Meski tampak mirip, keduanya berbeda. Apa saja perbedaan cacar air dan campak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dermatologi, Health Centers 15 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kulit

Jenis Penyakit Kulit Menular dan Tidak Menular yang Umum

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit
penyakit infeksi pada anak

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Vaksin cacar air

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Salep untuk cacar air

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit