Sering Disangka Panu, Bercak Putih di Kulit Bisa Jadi Tanda Kusta

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Bercak putih di kulit sering kali dianggap sebagai panu dan disepelekan oleh sebagian besar masyarakat. Padahal, bisa jadi bercak putih di kulit itu bukan panu, melainkan ciri penyakit kusta. Apabila dibiarkan, penyakit kulit tersebut bisa mengakibatkan kebutaan hingga kecacatan. Cari tahu apa saja ciri penyakit kusta atau gejala awalnya agar bisa penyakit tersebut bisa diobati sedini mungkin.

Apa bedanya panu dengan kusta?

Kusta atau yang juga dikenal dengan nama lepra atau penyakit morbus hansen adalah penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, dan mata.

Sistem saraf yang diserang bisa menyebabkan seseorang yang memiliki penyakit ini mati rasa (kebas). Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh. Ciri-ciri kusta bisa saja muncul setelah bakteri menginfeksi tubuh orang yang memiliki kusta selama dua hingga sepuluh tahun.

Mengapa orang sering menganggap bahwa kusta hanyalah panu? Karena kedua penyakit kulit ini sama-sama menyebabkan bercak putih di kulit. Bedanya, seseorang yang memiliki panu akan merasakan gatal dan kemerahan di pinggiran bercak. Sementara, kusta tidak akan terasa gatal, justru mati rasa.

Seperti apa ciri penyakit kusta?

Kusta terdiri dari dua jenis, yaitu kusta kering atau pausi basiler (PB) dan kusta basah atau multi basiler (MB). Gejala bercak putih seperti panu biasanya merupakan ciri-ciri kusta kering. Sedangkan ciri-ciri kusta basah lebih mirip kadas, yaitu bercak kemerahan dan disertai penebalan pada kulit.

Ciri penyakit kusta yang paling mendasar adalah kurang rasa (hipoestesi) atau mati rasa sama sekali (anestesi) pada gejala yang muncul. Ini yang menyebabkan penderita kusta bila dibiarkan dapat mengalami kecacatan karena saraf mereka rusak sehingga mereka tidak merasakan sakit meskipun jari mereka putus.

Meskipun dulu sempat menjadi penyakit yang ditakuti, saat ini kusta tergolong penyakit yang mudah diobati. Ironisnya, hingga saat ini beberapa daerah di Indonesia masih dianggap sebagai kawasan endemik kusta oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Lalu, seperti apa gejala atau ciri penyakit kusta yang harus diwaspadai?

  • Mati rasa, tidak bisa merasakan perubahan suhu hingga kehilangan sensasi sentuhan dan rasa sakit pada kulit.
  • Nyeri persendian.
  • Penurunan berat badan.
  • Pembesaran saraf tepi, biasanya di sekitar siku dan lutut.
  • Perubahan bentuk pada wajah.
  • Lepuh atau ruam.
  • Muncul bisul tapi tidak sakit.
  • Rambut rontok.
  • Hidung tersumbat atau terjadi mimisan.
  • Muncul luka tapi tidak terasa sakit.
  • Kerusakan mata. Mata menjadi kering dan jarang mengedip biasanya dirasakan sebelum muncul tukak berukuran besar.
  • Lemah otot atau kelumpuhan.
  • Hilangnya jari jemari.

Bagaimana penyakit kusta diobati?

Orang yang telah terdiagnosis dengan kusta biasanya akan diberikan kombinasi antibiotik sebagai langkah pengobatan selama enam bulan sampai dua tahun. Pengobatan kusta sendiri harus berdasarkan jenis kusta untuk menentukan jenis, dosis antibiotik, dan durasi pengobatan.

Pembedahan umumnya dilakukan sebagai proses lanjutan setelah pengobatan antibiotik. Tujuan prosedur pembedahan bagi penderita kusta adalah:

  • Menormalkan fungsi saraf yang rusak
  • Memperbaiki bentuk tubuh penderita yang cacat
  • Mengembalikan fungsi anggota tubuh

Risiko komplikasi kusta bisa terjadi tergantung dari seberapa cepat penyakit tersebut didiagnosis dan diobati secara efektif. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi jika kusta terlambat diobati adalah:

  • Kerusakan saraf permanen
  • Otot melemah
  • Cacat progresif. Contohnya kehilangan alis, cacat pada jari kaki, tangan dan hidung

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Prinsip Utama Mencegah Kecacatan Akibat Kusta Sebelum Terlambat

Sampai dengan saat ini belum ada vaksin untuk mencegah kusta. Namun Anda bisa mencegah risiko komplikasi cacat akibat kusta dengan prinsip 3M

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Kenali dan Cegah Jenis-jenis Cacat Kusta Sebelum Terlambat

Pasien kusta seringkali kehilangan jari kaki dan tangannya. Kenali cacat kusta agar bisa dicegah sejak dini penyebab kecacatan!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Berbagai Pilihan Makanan yang Dianjurkan untuk Orang dengan Kusta

Kombinasi yang tepat antara pengobatan dokter dan asupan makanan untuk penderita kusta mampu mempercepat proses penyembuhan penyakit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Kenapa Anda Tidak Boleh Sampai Lupa Minum Obat Kusta

Obat kusta biasanya harus diminum setiap hari selama enam bulan sampai dua tahun. Apa yang akan terjadi jika Anda tidak disiplin minum obat kusta?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit psoriasis

Apa Bedanya Penyakit Kulit Psoriasis dengan Kusta?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/03/2018
kusta merusak

Memahami Proses Kerusakan Tubuh Akibat Penyakit Kusta

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/02/2018
olahraga untuk kusta

Olahraga Rutin Ternyata Bermanfaat Bagi Orang dengan Penyakit Kusta

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/01/2018
mitos penyakit kusta

6 Mitos Penyakit Kusta yang Salah (Tapi Masih Dipercaya Sampai Saat Ini)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/01/2018