Ciri-ciri dan Gejala Kusta yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kusta atau lepra adalah sebuah penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Dikenal sebagai salah satu penyakit tertua sedunia, kusta sudah ada sejak tahun 1400 sebelum masehi. Meski sekilas terkesan ringan, penyakit ini ternyata dapat menyebabkan masalah yang serius seperti munculnya luka borok atau kecacatan. Untuk itu, ciri-ciri kusta harus diketahui agar penyakit bisa diobati sedini mungkin.

Ciri-ciri penyakit kusta

Kusta adalah penyakit yang tak hanya menyerang kulit, tapi juga sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, dan mata. Maka dari itu, gejala yang dirasakan tidak hanya berdampak pada kulit tetapi juga pada bagian tubuh lainnya.

Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh. Ciri-ciri kusta bisa saja muncul setelah bakteri menginfeksi tubuh orang yang memiliki kusta selama dua hingga sepuluh tahun.

Meskipun dulu sempat menjadi penyakit yang ditakuti, saat ini kusta tergolong penyakit yang mudah diobati. Ironisnya, hingga saat ini beberapa daerah di Indonesia masih dianggap sebagai kawasan endemik kusta oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Lalu, seperti apa gejala atau ciri penyakit kusta yang harus diwaspadai?

Munculnya bercak pada kulit

Salah satu ciri yang akan terlihat adalah munculnya bercak-bercak pada kulit. Bercak ini dapat muncul dalam bentuk dan warna yang berbeda, bergantung pada jenis kustanya.

Penyakit ini sesungguhnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu pausi basiler (PB) dan multi basiler (MB).

Dalam penyakit pausi basiler, ciri yang menonjol adalah bercak berwarna putih. Sedangkan dalam penyakit multi basiler, bercak yang muncul berwarna kemerahan dan disertai penebalan pada kulit.

Munculnya bercak putih pada kusta PB seringkali diabaikan dan kerap dianggap panu. Padahal sebenarnya terdapat perbedaan di antara keduanya. Bila seseorang memiliki panu, maka ia akan merasakan gatal dan muncul warna kemerahan di pinggiran bercak. Sementara bercak putih pada kusta tidak terasa gatal, tapi justru mati rasa.

Berkurangnya fungsi indera peraba

Sistem saraf yang diserang bisa menyebabkan seseorang yang memiliki penyakit ini mati rasa (kebas). Gejala ini bisa terjadi secara bertahap, awalnya akan membuat kurang rasa (hipestesi) atau mati rasa sama sekali.

Hal inilah yang membuat penderita kusta mengalami kecacatan. Karena bila dibiarkan, saraf yang rusak ini tidak akan merasakan sakit meski bila jari mereka terputus.

Beberapa tanda dan gejala penyakit kusta lainnya yang memengaruhi kulit meliputi:

  • Kulit menebal, kaku, atau kering
  • Munculnya bisul yang tidak menimbulkan nyeri di telapak kaki
  • Pembengkakan atau benjolan tanpa nyeri di wajah atau daun telinga
  • Rontoknya rambut, alis, atau bulu mata
  • Lepuh atau ruam
  • Muncul luka, tapi tidak terasa sakit

Dampaknya pada saraf adalah:

  • Kelemahan atau kelumpuhan otot, terutama pada tangan dan kaki
  • Pembesaran saraf tepi, terutama di sekitar siku, lutut, serta sisi leher
  • Masalah mata yang dapat menyebabkan kebutaan
  • Mata menjadi kering dan jarang mengedip, biasanya terjadi sebelum muncul tukak

Tanda lainnya meliputi:

Bagaimana penyakit kusta diobati?

Orang yang telah terdiagnosis dengan kusta biasanya akan diberikan kombinasi antibiotik sebagai langkah pengobatan selama enam bulan sampai dua tahun. Pengobatan kusta sendiri harus berdasarkan jenis kusta untuk menentukan jenis, dosis antibiotik, dan durasi pengobatan.

Pembedahan umumnya dilakukan sebagai proses lanjutan setelah pengobatan antibiotik. Tujuan prosedur pembedahan bagi penderita kusta adalah:

  • Menormalkan fungsi saraf yang rusak
  • Memperbaiki bentuk tubuh penderita yang cacat
  • Mengembalikan fungsi anggota tubuh

Risiko komplikasi kusta bisa terjadi tergantung dari seberapa cepat penyakit tersebut didiagnosis dan diobati secara efektif. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi jika kusta terlambat diobati adalah:

  • Kerusakan saraf permanen
  • Otot melemah
  • Cacat progresif. Contohnya kehilangan alis, cacat pada jari kaki, tangan dan hidung

Agar tidak menimbulkan komplikasi ini, maka ada baiknya Anda segera pergi ke dokter bila sudah mulai merasakan beberapa gejala di atas. Jangan ragu juga untuk bertanya bila ada beberapa gejala tertentu yang Anda khawatirkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Makanan yang Dianjurkan untuk Orang dengan Kusta

Kombinasi yang tepat antara pengobatan dokter dan asupan makanan untuk penderita kusta mampu mempercepat proses penyembuhan penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dermatologi, Health Centers 5 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Anda Tidak Boleh Sampai Lupa Minum Obat Kusta

Obat kusta biasanya harus diminum setiap hari selama enam bulan sampai dua tahun. Apa yang akan terjadi jika Anda tidak disiplin minum obat kusta?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dermatologi, Health Centers 4 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit

Apakah Penyakit Kusta Bisa Disembuhkan?

Apabila dibiarkan, kusta dapat mengakibatkan kebutaan hingga kecacatan. Lantas apakah penyakit kusta bisa sembuh total, meski Anda terlambat berobat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dermatologi, Health Centers 17 November 2017 . Waktu baca 4 menit

Daftar Obat-obatan yang Paling Sering Diresepkan Dokter untuk Mengobati Kusta

Obat kusta diminum untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi dan risiko komplikasi. Apa saja obat yang biasa diresepkan dokter untuk mengobati kusta?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dermatologi, Health Centers 17 November 2017 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit psoriasis

Apa Bedanya Penyakit Kulit Psoriasis dengan Kusta?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
kusta merusak

Memahami Proses Kerusakan Tubuh Akibat Penyakit Kusta

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit
mencegah cacat akibat kusta

3 Prinsip Utama Mencegah Kecacatan Akibat Kusta Sebelum Terlambat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2018 . Waktu baca 7 menit
cacat kusta

Kenali dan Cegah Jenis-jenis Cacat Kusta Sebelum Terlambat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Desember 2017 . Waktu baca 5 menit