Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Mei 18, 2020
Bagikan sekarang

Cacar api atau herpes zoster adalah penyakit infeksi lanjutan dari virus penyebab cacar air (chicken pox). Artinya, Anda mungkin dapat mengalami cacar api jika sudah pernah terjangkit cacar air sewaktu kecil. Ciri-ciri cacar api sama dengan gejala cacar air, yaitu kemunculan ruam berupa bintik-bintik merah di kulit. Bedanya, pola penyebaran bintik merah akibat cacar api lebih berkumpul pada satu area. Selain itu, cacar api juga bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya selain ruam. Ketahui secara lebih lengkap dan mendetail setiap ciri-ciri atau gejala cacar api melalui ulasan ini!

Bagaimana gejala cacar api muncul?

Cacar api bukanlah penyakit kulit menular, Anda tidak dapat tertular penyakit ini dari orang lain. Penyakit cacar api hanya bisa muncul pada orang yang sebelumnya pernah terinfeksi cacar air. Saat pertama kali Anda terinfeksi virus varicella-zoster, Anda akan mengalami penyakit cacar air.

Setelah sembuh dari cacar air, virus ini sebenarnya tidak menghilang, tapi tetap tinggal di dalam tubuh. Artinya, virus menetap dan bersembunyi di antara sel-sel saraf, tapi tidak aktif memperbanyak diri atau di-istilahkan sebagai virus dorman.

Ciri-ciri atau gejala cacar api mulai muncul ketika terjadi reaktivasi virus varicella-zoster. Virus yang semula dorman akan aktif kembali untuk memperbanyak diri dan merusak sel-sel sehat di dalam tubuh.

Infeksi karena aktivasi virus varicella zoster yang kedua inilah yang disebut penyakit cacar api atau herpes zoster.

Kapan gejala cacar api bisa muncul?

Penyebab mengapa virus varicella zoster kembali menginfeksi tubuh dan menimbulkan gejala cacar api, sebenarnya belum bisa diketahui secara pasti.

Dari kebanyakan kasus, herpes zoster sebagian besar terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Dalam beberapa kaus lain, bayi yang terkena cacar air setelah lain bisa memunculkan ciri-ciri herpes zoster dalam kurang dari satu tahun setelah sembuh.

Salah satu penelitian dalam The Science Journal of the Lander College of Arts and Sciences juga memperoleh kaitan antara re-aktivasi virus dengan kondisi sistem imun yang melemah. Oleh karena itu, orang-orang usia usia lanjut yang sistem imunnya tidak lagi bekerja optimal lebih berisiko tinggi untuk mengalami reaktivasi.

Risiko munculnya ciri-ciri cacar api juga berlaku bagi orang lain yang pernah terinfeksi cacar air dan belum pernah melakukan vaksinasi dalam kondisi:

  • Memiliki penyakit yang menyerang sistem imun seperti HIV
  • Daya tahan tubuh sangat lemah dan tidak mampu melawan infeksi patogen penyebab penyakit (immunoinkompeten).
  • Sedang hamil.
  • Menjalani transplantasi organ.
  • Sedang menjalani pengobatan kemoterapi.
  • Mengalami stres berat dalam waktu 6 bulan terakhir.

Berbagai ciri-ciri penyakit cacar api

Setelah infeksi virus kembali aktif, penderita akan mulai mengalami sejumlah gangguan kesehatan. Sama seperti penyakit cacar air, ciri-ciri umum seperti ruam kulit tidak langsung muncul. Fase infeksi cacar api akan menunjukkan dua tipe gejala yaitu gejala awal dan gejala utama:

Ciri-ciri awal cacar api

Virus yang kembali aktif akan masuk ke dalam saraf kulit dan menyebabkan rasa nyeri dan sensasi panas pada permukaan kulit yang terdampak. Rasa nyeri akan muncul pada bagian depan tubuh, seperti wajah, dada, perut hingga tangan dan kaki.

Ciri-ciri seperti ini merupakan gejala khas dari cacar api yang membedakannya dengan gejala cacar air.

Menurut National Institute of Aging, terkadang rasa nyeri pada saraf kulit ini diikuti dengan rasa kebas atau rasa gatal pada salah satu sisi tubuh. Jika penyakit ini terjadi pada anak-anak, biasanya gangguan rasa nyeri yang muncul tidak terlalu parah.

Penderita juga biasanya merasakan beberapa gangguan kesehatan lainnya di fase awal infeksi. Selain rasa nyeri di kulit, ciri-ciri awal cacar air yang bisa dialami adalah:

Ciri-ciri utama cacar api

Dalam waktu 5 hari, infeksi di bagian saraf dapat menyebabkan kulit mengalami sedikit pembengkakan sehingga mulai muncul ruam merah di permukaan kulit.

Tidak seperti ciri-ciri cacar air dengan ruam yang menyebar, ruam berupa bintik kemerahan pada cacar api akan memusat pada salah satu area kulit. Ruam ini hanya terbentuk pada salah satu bagian tubuh. Pola persebaran ruam yang memusat paling sering ditemukan di bagian lingkar pinggang.

Dalam beberapa hari setelahnya, ruam merah ini akan berubah jadi lenting atau lepuhan kuliti yang berisi cairan. Lenting ini bisa menimbulkan rasa gatal atau perih yang kuat.

Lenting akan mengering membentuk kerak atau keropeng dalam waktu sekitar 10 hari. Jika lenting yang mengerak dibiarkan tanpa digaruk, lenting bisa mengelupas dengan sendirinya dalam waktu kurang dari seminggu. Lapisan kulit luar yang baru akan terbentuk selama 4 minggu kemudian.

Pada penderita berumur, 60 tahun ke atas ruam bisa terasa sangat perih. Rasa nyeri yang menjadi ciri-ciri cacar api di awal bisa menghilang ataupun terus terasa sampai ruam mengering.

Kapan harus periksakan gejala cacar api ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan cacar api dapat mencegah kondisi ini memburuk dan penyakit komplikasi dari herpes zoster.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami ciri-ciri cacar api yang disebutkan di atas, segerakan untuk memeriksakan diri ke dokter. Terutama ketika mengalami kondisi seperti:

  • Gejala cacar api muncul di dalam mata.
  • Termasuk ke dalam kelompok berisiko: berumur di atas 60 tahun, ibu hamil, memiliki sistem imun yang lemah, mengalami stres, dll.
  • Ruam menyebar hampir ke seluruh tubuh.

Komplikasi cacar api

Secara umum, cacar api bisa sembuh tanpa menyebabkan komplikasi berbahaya. Namun, beberapa orang bisa mengalami komplikasi jangka panjang. Gangguan rasa nyeri pada sistem saraf kulit yang terjadi pasca penyembuhan cacar api disebut dengan post-herpetic neuralgia (PHN).

Dalam buku Deadly Diseases and Epidemics: Chickenpox, orang berusia 6o tahun ke atas berpeluang 50 persen untuk mengalami PHN pasca sembuh dari herpes zoster. Penyakit ini bisa memperpanjang ciri-ciri rasa nyeri dan sensasi terbakar di kulit yang dirasakan saat terserang cacar api.

PHN terjadi karena virus varicella-zoster yang aktif bereplikasi kembali dapat merusak atau bahkan mematikan sel-sel saraf.

Namun yang lebih parah, perkembangan virus bisa menyebabkan terjadinya peradangan saraf yang bisa menyebar sampai ke saraf tulang belakang atau otak. Jika ini terjadi, gangguan sinyal pada sistem saraf akan memunculkan rasa nyeri.

Ketika sel-sel saraf yang rusak beregenerasi , sel tersebut menjadi terlalu aktif dan kembali menyebabkan rasa sakit. Kerusakan saraf akibat PHN membutuhkan waktu pemulihan bertahun-tahun.

Beberapa jenis komplikasi cacar api yang juga berisiko terjadi, selain yang ditandai dengan ciri-ciri rasa nyeri berkepanjangan  adalah:

  • Herpes zoster ophthalmicus: kehilangan sebagian penglihatan  saat cacar api menyerang bagian mata.
  • Otic zoster: kehilangan sebagian pendengaran saat cacar api menyerang telinga.
  • Bell’s palsy: kelumpuhan sistem saraf.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Tanda dan Gejala Cacar Monyet yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Gejala cacar monyet lebih serius dari gejala cacar air biasa. Waspadai dampak kesehatan dari cacar monyet dengan mengenali ciri-cirinya di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Kenali Penyebab Scabies dan Faktor Risiko Kudis yang Perlu Diwaspadai

Infeksi tungau di kulit merupakan penyebab scabies atau kudis. Ketahui bagaimana tungau berkembang di dalam kulit dan dampak kesehatan yang ditimbulkannya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal tayang Mei 22, 2020
6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 22, 2020
Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 21, 2020