7 Cara Ampuh Mengatasi Eksim di Kaki yang Mengganggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Gejala eksim gampang kambuh ketika cuaca panas. Karena tangan dan kaki adalah dua bagian tubuh yang paling rentan terpapar sinar terik matahari, tak heran gejalanya sering muncul di sana. Kambuhnya eksim di kaki sangat terasa gatal sampai dapat mengganggu aktivitas. Lantas, adakah cara yang ampuh mengatasi eksim di kaki? Simak ulasannya berikut ini.

Bagaimana eksim di kaki bisa muncul?

Eksim di kaki dapat muncul dengan gejala yang berbeda-beda, seperti ruam gatal dengan bercak merah atau cokelat, kulit menebal, kulit pecah, atau kulit bersisik.

Bahkan, eksim di kaki juga bisa berupa benjolan kecil berisi cairan yang apabila pecah menyebabkan kulit menjadi kering. Selain di kaki, eksim atau perdangan kulit juga bisa muncul pada tangan.

Banyak orang yang menyebut eksim di kaki dengan sebutan “tangan pencuci piring”. Pasalnya, ruam ini sering muncul pada tangan orang yang terbiasa mencuci piring dengan menggunakan sabun cuci piring.

Namun di dunia medis, eksim dengan faktor risiko tersebut lebih dikenal dengan dishidrosis.

Dishidrosis merupakan penyakit kulit tidak menular yang dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh, termasuk  tangan dan kaki.

Penyebab dishidrosis hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. Namun para ahli menduga dishidrosis berkaitan erat dengan beberapa kondisi seperti alergi musiman, riwayat penyakit dermatitis kontak, dan jenis eksim lainnya.

Dari kebanyakan kasus yang ditemukan menunjukkan bahwa dishidrosis dapat digolongkan menjadi penyakit keturunan, sehingga jika Anda memiliki keluarga yang mengalami dishidrosis, maka peluang Anda untuk terkena penyakit ini akan lebih tinggi.

Faktor pemicu munculnya eksim di kaki

Berikut ini beberapa faktor pemicu yang turut menyebabkan munculnya kondisi eksim di kaki adalah:

  • Stres
  • Serbuk sari
  • tangan dan kaki yang lembab akibat keringat berlebihan atau kontak yang terlalu lama dengan air
  • Kontak sehari-hari dengan benda-benda yang mengandung nikel, seperti perhiasan, kunci, ponsel, bingkai kacamata, barang dari stainless steel, dan kancing logam, buncis dan resleting
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung nikel, seperti kakao, coklat, kacang kedelai, oatmeal, kacang-kacangan, almond, kacang-kacangan segar dan kering, dan makanan kaleng
  • Menggunakan barang yang mengandung kobalt, seperti piring berwarna biru kobalt, cat dan pernis; peralatan medis tertentu; perhiasan; dan di bemper logam, kancing dan ritsleting
  • Mengonsumsi makanan penyebab alergi yang mengandung kobalt, seperti kerang, ikan, sayuran hijau, hati, susu, kacang-kacangan, tiram, dan daging merah
  • Terpapar garam kromium yaitu material yang digunakan dalam pembuatan semen, mortar, kulit, cat dan anti korosi

Tanda-tanda dan ciri eksim di kaki

Setiap jenis eksim umumnya memiliki kenampakan yang identik, seperti ruam kemerahan yang menimbulkan rasa gatal. Namun dishidrosis atau eksim di kaki dan tangan memiliki ciri yang berbeda dibandingkan jenis eksim lainnya.

Menurut National Eczema Association, gejala dan ciri-ciri dishidrosis adalah:

  • Lepuhan pada ujung jari, jari kaki, telapak tangan dan telapak kaki
  • Lepuhan terasa gatal
  • Kemerahan pada bagian yang melepuh
  • Kulit terkelupas
  • Kulit bersisik dan pecah-pecah
  • Rasa sakit

Cara untuk meredakan gejala eksim di kaki

pelembap untuk kulit kering

Jika Anda mengalami masalah eksim di kaki, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk meredakan gejala eksim di kaki untuk sementara:

1. Segera hindari pemicu eksim

Menurut National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), eksim di kaki bisa semakin parah jika terkena pemicu eksim, misalnya jamur, bulu hewan peliharaan, udara dingin dan kering, kain kasar seperti wol, dan pewangi.

Jika eksim di kaki semakin memburuk setelah kulit Anda terkena salah satu benda tersebut, maka segera hindari pemicunya.

2. Jangan cuci kaki atau mandi pakai air panas

Suhu panas atau air yang hangat sekalipun membuat kulit semakin kering karena air beserta bahan-bahan kimia dari sabun akan meluruhkan sebum (minyak alami kulit). Kulit yang kering semakin memicu kambuhnya gejala eksim di kaki dan akhirnya rentan teriritasi.

Selama gejala eksim di kaki masih muncul, cuci kaki dan mandi dengan aliran air dingin. Jangan juga terlalu lama membasuh kulit yang sedang eksim. Cuci kaki cukup 20 detik, tapi pastikan benar-benar bersih dan tidak menyisakan residu sabun.

Sementara untuk waktu mandi yang ideal untuk mengatasi eksim di kaki menurut para ahli adalah lima menit, yang baru mencakup membasuh tubuh  (sekitar 10 menit jika termasuk keramas). Bila ingin cuci kaki atau mandi dengan air hangat, sebaiknya sebatas membersihkan kuku.

3. Gunakan sabun yang lembut

Ketika masih berurusan dengan eksim di kaki, pakai sabun dengan pH netral jika ingin cuci kaki atau mandi.

Artinya, sabun untuk eksim di kaki tidak mengandung pewangi, pewarna, alkohol, hingga bahkan agen antibakteri seperti triklosan. Jika perlu, gunakan sabun hipoalergenik yang lebih aman dan lembut untuk kulit yang terkena eksim di kaki.

4. Jangan menggosok-gosok kaki saat mengeringkannya

Ketika mandi atau cuci kaki jangan menggosok kulit yang terdampak eksim di kaki terlalu keras. Begitu pula ketika mengeringkannya. Menggosok kaki terlalu keras justru dapat membuat kulit kaki menjadi trauma dan mengalami iritasi kulit sehingga eksim di kaki jadi lebih gampang kambuh kapan saja.

Tepuk-tepuk lembut kulit yang terdampak eksim di kaki dengan handuk hingga benar-benar kering, jangan digosok. Ingat, gunakan handuk yang lembut dan bersih untuk menghindari perpindahan bakteri ke kaki.

5. Oleskan obat krim

Setelah mandi atau cuci kaki, segera oleskan obat krim untuk eksim di kaki yang diresepkan dokter untuk Anda saat kondisi kaki masih lembap.

Obat kortikosteroid dalam bentuk salep atau krim sering diresepkan dokter untuk membantu mengurangi gatal dan peradangan kulit akibat eksim di kaki.

Dosis obat eksim di kaki jenis ini umumnya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejalanya. Misalnya, jika eksim di kaki menyebabkan kulit Anda menebal dan bersisik, dokter dapat meresepkan dosis yang lebih tinggi.

Selain kortikosteroid, dokter juga umum meresepkan salep NSAID seperti crisaborole (Eucrisa), yang dioleskan dua kali sehari untuk mengobati peradangan kulit akibat eksim ringan sampai sedang.

6. Sering-sering pakai pelembap

Setelah mengeringkan kaki, jangan lupa langsung oleskan pelembap untuk kulit gatal setelahnya ketika kondisi kaku masih lembap. Anda disarankan untuk menggunakan pelembap setidaknya 2-3 kali dalam satu hari, kalau bisa sesering mungkin setiap setelah mandi, cuci kaki, dan sebelum tidur.

Pilih krim pelembap untuk eksim di kaki yang teksturnya kental karena bisa menyediakan lebih banyak kelembapan untuk kulit kaki yang cenderung mudah kering, apalagi saat terkena eksim.

Pelembap harus bebas dari alkohol, aroma, pewarna, parfum, atau bahan kimia lainnya. Pelembap dengan kandungan emolien atau salep seperti petroleum jelly boleh Anda gunakan.

Jangan lupa juga untuk mengoleskan tabir surya ber-SPF minimal 30 untuk melindungi kaki dari radiasi sinar matahari yang bisa memicu gejala eksim di kaki makin parah. Oleskan ulang setiap dua jam atau ketika Anda beraktivitas fisik yang bikin berkeringat.

Agar tidak lupa mengoleskan dua krim untuk eksim di kaki ini, coba simpan wadah pelembap dan tabir surya di dekat sabun kaki Anda.

7. Pakai sarung kaki karet saat mencuci

Chynthia Bailey, M.D dari American Board of Dermatology mengungkapkan kepada Self bahwa penggunaan sarung kaki karet melindungi kulit kaki terpapar dari zat iritan dan bahan kimia pada sabun sehingga membantu mencegah eksim di kaki berkembang semakin parah.

Selain itu, penggunaan sarung kaki karet juga dapat melindungi kaki Anda dari percikan air panas. Air panas dapat mengikis minyak alami kulit yang membuatnya jadi kering dan memicu eksim di kaki kambuh.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 26, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 28, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca