Cara Membunuh Kutu Scabies untuk Hindari Infeksi Kudis Berulang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyakit kudis atau scabies ditandai dengan kemunculan bintik-bintik merah yang amat sangat gatal di kulit. Penyebab utama scabies adalah tungau atau kutu yang bersarang dan berkembang biak di dalam kulit manusia. Selain menghindari orang yang terinfeksi, cara lain yang juga efektif untuk mencegah penularan serta infeksi kudis adalah dengan membunuh kutu penyebab scabies. Berikut ini adalah beberapa cara mematikan kutu scabies di lingkungan sekitar Anda.

Berbagai cara membunuh kutu penyebab scabies  cara membunuh kutu penyakit scabies

Jenis kutu yang bisa menyebabkan scabies adalah Sarcoptes scabiei. Kutu bisa berpindah dari satu orang ke orang lainnya dengan cepat di lingkungan rumah melalui kontak antar kulit anggota keluarga. Meski  begitu, scabies baru bisa ditularkan ketika kontak antar kulit terjadi sangat dekat dan berkepanjanagan

Maka saat Anda mengetahui diri sendiri atau ada anggota keluarga yang menderita kudis, Anda perlu segera menerapkan perilaku bersih dan sehat dengan baik di rumah.

Cara membunuh kutu scabies ini penting dilakukan bukan hanya untuk mencegah infeksi pertama dari kudis, tapi juga bisa menghalau infeksi berulang yang menyebabkan gejala kudis tak kunjung membaik.

1. Jalani pengobatan untuk mematikan kutu scabies di kulit

Bagi Anda yang terinfeksi, cara pertama yang perlu dilakukan untuk membunuh kutu scabies yang bersarang di kulit adalah dengan pengobatan scabies dari dokter spesialis kulit.

Dokter biasanya akan meresepkan salep scabies yang mengandung 5 persen permethrin sebagai obat scabies yang utama. Permethrin sendiri merupakan agen antiserangga parasit sehingga ia memang bekerja dengan cara membunuh kutu penyebab scabies.

Tak jarang pengobatan topikal juga dikombinasikan dengan obat oral yaitu pil ivermectin. Dosis obat yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit.

Penting untuk mengikuti semua aturan pemakaian obat yang disarankan dokter. Pada umunya salep akan dioleskan ke hampir ke seluruh permukaan kulit tubuh, dari leher hingga kaki.

Sebelum mengoleskan salep, hendaknya Anda mandi agar tubuh benar-benar bersih secara menyeluruh. Obat perlu dibiarkan meresap ke dalam kulit selama 8-14 jam. Oleh karena itu, cara yang paling tepat membunuh kutu scabies dengan salep adalah dengan mengoleskannya di malam hari sebelum tidur.

Pengobatan juga sebaiknya diberikan kepada orang-orang yang tinggal dekat dengan penderita.

2. Mandi dengan sabun khusus scabies

Saat mandi Anda bisa menggunakan sabun dengan formula khusus untuk membantu meringankan gejala kudis yang dialami. Sabun yang berfungsi mengusir rasa gatal akibat scabies adalah sabun yang mengandung sulfur.

Sulfur dalam obat topikal dan sabun memang memiliki kemampuan untuk mengangkat minyak berlebih dan kotoran penyebab jerawat dari permukaan kulit secara menyeluruh.

Untuk memperoleh efek yang lebih maksimal dari sabun sulfur untuk scabies ini, ada bisa mengikuti aturan mandi berikut ini:

  1. Kombinasikan penggunaan sabun scabies dengan air hangat saat mandi.
  2. Pada bagian kulit yang terdampak scabies, bersihkan dengan lembut menggunakan sabun sulfur bilas secara menyeluruh.
  3. Aplikasikan kembali sabun sulfur pada ruam-ruam scabies dengan menggosoknya secara perlahan untuk beberapa menit.
  4. Tanpa membilasnya kembali, bersihkan kulit-kulit yang mengelupas menggunakan handuk atau tisu.

3. Mencuci pakaian secara terpisah

Ketika mulai menjalani pengobatan scabies, Anda perlu segera mencuci pakaian, seprai, atau selimut dengan benar. Pastikan juga Anda mencucinya secara terpisah dari barang-barang yang tidak terpapar oleh kutu scabies.

American Academy of Dermatology menyarankan Anda untuk menikuti cara mencuci baju berikut ini untuk mematikan kutu penyebab scabies yang menempel:

  • Cuci menggunakan detergen antitungau dan air panas di dalam mesin cuci.
  • Keringkan menggunakan bagian pengering dalam tingkat kekeringan paling panas atau setrika baju dengan panas yang tinggi bila pengering tidak tersedia.
  • Untuk memcuci secara manual, Anda perlu mengeringkan baju-baju yang terpapar kutu dengan hair dryer atau membawanya  ke tempat pencucian dry cleaning.
  • Untuk benda-benda yang tidak dapat dicuci, memasukkan benda-benda tersebut ke dalam plastik tertutup yang kedap udara dan letakkan di tempat yang sulit dijangkau selama 72 jam.

Lalu, seberapa sering seharusnya Anda membersihkan barang-barang yang digunakan? Untuk pakaian adalah wajib untuk mencucinya setiap hari, sebaiknya Anda tidak menggantung atau menyimpan kembali pakaian yang sudah dipakai.

Begitupun dengan halnya seprai, benda ini harus diganti sehari sekali sbagai cara mematikan kutu scabies secara menyeluruh.

4. Rutin mencuci tangan

Kutu scabies bisa masuk ke dalam kulit dari setiap permukaan kulit termasuk telapak tangan. Cuci tangan menggunakan sabun menjadi cara terampuh mematikan kutu scabies yang menempel di tangan.

Gunakan sabun pencuci tangan yang atau hand sanitizer yang mengandung alkohol. Pastikan Anda juga membilasnya dengan air mengalir agar kutu yang mati bisa terlepas dari kulit.

Tentunya Anda juga harus menerapkan cara mencuci tangan yang benar untuk bisa membunuh kutu scabies, yaitu dengan:

  1. Basahkan tangan menggunakan air mengalir dengan sabun pembersih
  2.  Gosok seluruh permukaan kulit di telapak tangan hingga ke sela-sela jari selama 15-20 detik.
  3. Setelah dibilas, keringkan dengan handuk atau pengering udara

Dalam cara membunuh kutu scabies, selain mencuci tangan dengan benar Anda juga perlu melakukannya dengan rutin. Kapa saja Anda perlu mencuci tangan Anda guna menghindari kontiminasi kutu scabies?

  • Setelah menggunakan toilet dan kamar mandi atau membantu seseorang untuk buang air
  • Setelah menyentuh permukaan yang kotor dan mencuci baju orang yang terinfeksi
  • Sebelum dan setelah makan
  • Sebelum dan setelah memasak
  • Setelah merawat orang yang terinfeksi scabies
  • Setelah memegang cairan tubuh dari orang yang terinfeksi
  • Setelah bersin, batuk, atau mengeluarkan lendir dari hidung
  • Kapanpun ketika telapak tangan kotor

5. Membersihkan perabotan di rumah dengan vacuum cleaner

Sementara itu, Anda juga perlu membersihkan perabot rumah dan barang-barang yang berpotensi menjadi tempat kutu scabies berkembang biak, seperti sofa, karpet, atau kasur. Untuk cara mematikan kutu scabies gunakan mesin penyedot debu (vacuum cleaner).

Setelah selesai menyedot debu, buang kantong penyedot debu atau cuci wadah dengan tuntas untuk menyedot debu tanpa kantong.

Untuk benda-benda bukan kain, bersihkan permukaannya dengan pembersih disinfektan. Namun, jangan pernah mencampurnya dengan bahan pembersih lainnya. Biarkan benda tersebut hingga mengering.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Jitu Menghilangkan Bekas Kudis Agar Kulit Mulus Kembali

Kudis bisa meninggalkan bekas yang lama hilang. Yuk, coba cara menghilangkan bekas kudis yang menghitam seperti di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 21 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 20 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Kenali Penyebab Scabies dan Faktor Risiko Kudis yang Perlu Diwaspadai

Infeksi tungau di kulit merupakan penyebab scabies atau kudis. Ketahui bagaimana tungau berkembang di dalam kulit dan dampak kesehatan yang ditimbulkannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 16 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 14 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Sabun sulfur untuk scabies kudis

Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Scabies pada bayi

Waspadai Scabies pada Bayi, Begini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit