Cacar Air Saat Hamil, Apakah Bisa Bahayakan Janin?

Oleh

Cacar air bisa saja Anda alami saat kehamilan, walaupun hal ini sangat jarang terjadi. Bagi Anda yang sudah pernah mengalami cacar air, mungkin tubuh Anda akan lebih kebal dengan cacar air. Jadi, Anda tidak perlu khawatir. Namun, bagaimana jika Anda belum pernah terkena cacar air atau terkena cacar air saat hamil? Cacar air saat hamil dapat berisiko bagi janin Anda dalam kandungan.

Siapa saja yang paling berisiko mengalami cacar air saat hamil?

Jika Anda pernah mengalami cacar air sebelumnya, kemungkinan Anda mengalami cacar air lagi sangat kecil karena tubuh Anda sudah kebal terhadap cacar air. Namun, terdapat beberapa kondisi yang membuat Anda belum kebal terhadap cacar air, yaitu:

  • Jika Anda belum pernah terinfeksi cacar air, maka Anda berisiko tertular virus cacar air saat hamil. Pada saat ini sebaiknya Anda menghindari kontak dengan siapa saja yang sedang terkena cacar air.
  • Jika Anda tidak yakin sebelumnya sudah terkena atau belum terkena cacar air. Sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui apakah di dalam tubuh Anda sudah terkandung antibodi untuk cacar air atau belum.

BACA JUGA: 6 Hal Penting yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin Cacar

Bagaimana jika ibu terkena cacar air di awal kehamilan?

Jika Anda belum pernah menderita cacar air sebelumnya dan Anda terkena cacar air selama hamil, ini bisa membahayakan Anda dan bayi Anda. Namun, hal ini sangat jarang terjadi dan hampir tidak mungkin. Jika Anda tertular cacar air saat awal kehamilan (selama trimester pertama atau kedua), bayi Anda mungkin dapat mengalami sindrom varicella kongenital (CVS). Risiko ini sangat tinggi jika Anda terkena cacar air pada usia kehamilan 13-20 minggu.

CVS ditandai dengan cacat lahir, seperti yang paling umum terjadi adalah jaringan parut pada kulit, cacat pada tungkai, kepala abnormal dengan ukuran lebih kecil, masalah neurologis (seperti kesulitan belajar), dan masalah penglihatan. Bayi yang terkena CVS juga dapat mengalami pertumbuhan yang buruk dalam rahim, mengalami kejang, serta cacat perkembangan fisik dan mental. Cacar air saat hamil juga dapat meningkatkan risiko keguguran dan bayi lahir mati (stillbirth).

Untuk memeriksa seberapa parah cacar air memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda selama kehamilan, Anda dapat melakukan pemeriksaan USG. USG dapat menunjukkan apakah otak dan organ vital bayi Anda berkembang dengan baik saat kehamilan. Namun, USG tidak dapat mendeteksi semua jenis cacat lahir. Anda mungkin dapat melakukan pemeriksaan selanjutnya yang lebih mendalam setelah USG.

Bagaimana jika ibu mengalami cacar air mendekati waktu melahirkan?

Jika Anda mengalami cacar air di trimester ketiga (kira-kira 6-12 hari sebelum kelahiran), bayi Anda mungkin memiliki risiko yang paling rendah untuk mengalami dampak dari cacar air. Hal ini terjadi karena sekitar 5 hari setelah Anda terkena cacar air, tubuh akan menghasilkan antibodi untuk melawan virus dan antibodi yang dihasilkan tubuh Anda ini juga akan mengalir ke bayi Anda melalui plasenta. Antibodi inilah yang akan memberikan perlindungan pada bayi Anda.

BACA JUGA: Daftar Vaksinasi yang Diperlukan Sebelum Hamil

Namun, terdapat waktu yang paling berisiko bagi Anda dan bayi saat terkena cacar air. Waktu antara 5 hari sebelum kelahiran dan 2 hari setelah kelahiran merupakan yang paling berisiko saat Anda terkena cacar air. Bayi Anda bisa terkena virus cacar air juga dan tidak memiliki waktu untuk menerima antibodi dari Anda. Jadi, pada saat ini bayi Anda dapat mengalami risiko tinggi untuk terkena varicella neonatal atau cacar air pada bayi baru lahir. Penyakit ini bisa menjadi serius dan bahkan bisa mengancam nyawa bayi Anda.

Namun, risiko bayi Anda untuk terkena varicella neonatal dapat dikurangi jika bayi langsung mendapatkan suntikan varicella zoster immune globulin (VZIG), yang mengandung antibodi cacar air sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi Anda terhadap cacar air. Suntikan VZIG dapat diberikan segera setelah bayi lahir atau segera setelah Anda melihat ruam pada kulit bayi dalam dua hari setelah kelahiran. Suntikan VZIG juga dapat diberikan pada setiap bayi baru lahir sebelum usia 28 minggu dan untuk semua bayi prematur setelah 28 minggu lahir dari ibu yang tidak kebal terhadap cacar air.

Apa yang harus ibu lakukan jika terkena cacar air saat hamil?

Sebelumnya, Anda harus mengetahui apakah Anda sudah pernah terkena cacar air sebelumnya atau belum pernah sama sekali. Jika Anda sudah pernah terkena cacar air, artinya tubuh Anda lebih kebal terhadap virus cacar air sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi. Pada umumnya, sangat jarang orang terkena cacar air sampai dua kali. Namun, jika Anda belum pernah terkena cacar air atau tidak yakin jika pernah terkena cacar air, sebaiknya segera hubungi dokter Anda. Dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kekebalan Anda terhadap cacar air.

Jika hasil tes menunjukkan bahwa Anda tidak kebal, dokter mungkin akan memberikan Anda suntikan VZIG untuk mengurangi risiko Anda terkena infeksi dan komplikasi yang serius. Namun, suntikan tersebut tidak dapat mencegah infeksi pada janin Anda. Suntikan perlindungan ini dapat bekerja pada tubuh Anda sekitar 3 minggu, jadi jika Anda masih terkena cacar air lebih dari 3 minggu setelah disuntik, mungkin Anda perlu mendapatkan suntikan ini lagi.

Untuk menghindari cacar air saat hamil, sebaiknya Anda melakukan tes darah sebelum kehamilan untuk memeriksa apakah tubuh Anda sudah kebal terhadap virus cacar air atau belum. Jika belum, Anda bisa mendapatkan vaksin untuk melawan virus cacar air sebelum kehamilan. Vaksin cacar air tidak dapat diberikan saat Anda hamil karena dapat membahayakan janin yang ada dalam kandungan Anda.

BACA JUGA: Makanan yang Harus Dihindari Saat Anak Cacar Air

Share now :

Direview tanggal: Januari 5, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca