Apa Saja Obat Batuk untuk Ibu Hamil yang Aman Sekaligus Manjur?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Ibu yang sedang mengandung harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan. Pasalnya, segala sesuatu yang dikonsumsi oleh sang ibu juga akan berefek terhadap janin yang berada dalam kandungannya. Nah, lalu bagaimana jika Anda mengalami batuk saat hamil? Saat terserang batuk, Anda harus lebih bijak memilih obat batuk untuk ibu hamil mana yang aman dan tak memiliki risiko memunculkan efek samping.

Tidak hanya perlu mengetahui obat batuk apa saja yang boleh dikonsumsi, Anda juga perlu mewaspadai obat batuk yang tidak dianjurkan penggunaannya pada ibu hamil. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasan mengenai obat batuk untuk ibu hamil berikut ini!

Bolehkan meminum obat-obatan saat hamil?

Kehamilan memang mengakibatkan perubahan terhadap sistem kekebalan tubuh ibu hamil, sehingga ibu hamil lebih rentan rentan terkena penyakit seperti batuk. Seperti yang diutarakan oleh dokter kandungan, Dr. Marcel Favetta dari Geisinger Wyoming Valley Medical Center, kondisi ini untungnya tidak akan berdampak langsung terhadap si janin.

Sebaliknya jika pengobatan yang dilakukan tidak tepat makan akan membahayakan kandungan. Alih-alih sembuh, sembarang minum obat batuk untuk ibu hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya kecacatan pada bayi. Favetta juga menambahkan kurangnya studi mengenai konsumsi obat-obatan nonresep pada ibu hamil membuat belum bisanya dipastikan seberapa aman penggunaannya. 

Pendapat lain dikemukakan para dokter dari University of Michigan Health System. Obat-obatan nonresep tidak aman bagi kandungan yang masih berusia kurang dari 12 minggu, atau tidak lebih dari 38 minggu, disebabkan tengah berlangsungnya proses pembentukan organ-organ vital pada bayi. Jika memang sang ibu membutuhkan pengobatan pada usia kehamilan yang relatif muda, obat-obatan tersebut harus berasal dari resep dokter yang telah dipilih berdasarkan pertimbangan risiko terkecil.  

Obat batuk untuk ibu hamil yang bisa dikonsumsi

Inilah beberapa rekomendasi obat batuk untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi setelah masa usia kehamilan mencapai 12 minggu. Meskipun memiliki risiko yang kecil terhadap perkembangan janin, Anda disarankan untuk tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil berikut ini.

1. Ekspektoran

Obat batuk golongan ekspektoran umumnya memang digunakan sebagai pengobatan penyakit batuk. Obat batuk untuk ibu hamil ini mengandung guaifenesin yang berfungsi melarutkan dahak atau lendir yang menggumpal di dalam saluran pernapasan sehingga baik untuk meringankan batuk berdahak. Dosis yang tepat untuk mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil ini adalah 200-400 mg per 4 jam tidak melebihi 2,4 g dalam 24 jam.

2. Antitusive 

Salah satu obat over-the-counter yang mudah ditemukan di apotek lainnya yang terhitung aman digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil adalah dextromethorphan. Obat yang termasuk ke dalam golongan supresan ini dapat meredakan gejala batuk kering dengan cepat dengan dosis pemakaian sebesar 10-30 mg per 4-8 jam dengan dosis maksimal 120 mg dalam 24 jam. Untuk mengidentifikasi kandungan dextromethorphan, biasanya tertera label “DM” pada kemasan obat.

3. Dekongestan

Pseudoephedrine and phenylephrine termasuk ke dalam golongan dekongestan merupakan obat yang umum digunakan untuk mengatasi penyakit batuk dan flu. Dalam penelitian yang dilakukan pada sekelompok populasi di Swedia memperlihatkan hasil bahwa tidak terdapat tanda-tanda risiko kehamilan pada 2474 ibu yang usia kehamilannya masih dalam trimester pertama maupun pada 1771 ibu yang kandungannya berada di trimester ketiga. 

Dekongestan yang berbentuk obat hirup seperti xylometazoline dan oxymetazoline juga dikenal aman digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil, meski tetap harus mewaspadai efek samping yang ditimbulkannya.

4. Nonsteroidal Anti-inflammatory Drug (NSAID)

Penelitian yang dilakukan oleh Canadian Medical Association Journal menyatakan tidak adanya peningkatan risiko keguguran yang diakibatkan oleh obat analgesik, seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan diclofenac. NSAID yang digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil dapat menghilangkan rasa nyeri dari gejala-gejala batuk yang berlangsung. Meski begitu, jumlah salisilat yang terkadung dalam aspirin dapat mengakibatkan permasalahan saluran darah pada bayi apabila dikonsumsi di masa akhir usia kehamilan.

Obat batuk untuk ibu hamil yang tidak dianjurkan dikonsumsi

Penggunaan obat batuk kombinasi memang tak memberikan dampak negatif terhadap bayi 

dalam kandungan. Namun saat dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama dengan dosis yang tinggi, faktor risiko yang membahayakan kandungan semakin tinggi. Maka dari itu, sebaiknya hindari obat batuk untuk ibu hamil yang terdiri atas beberapa kandungan, usahakan tetap mengonsumsi obat tunggal. Selain itu, hindari juga beberapa kandungan seperti yang disebutkan oleh Mayo Clinic berikut ini:

1. Kodein

Obat yang termasuk ke dalam golongan opioid ini dapat mengakibatkan ketergantungan pada bayi ketika lahir jika diberikan di dalam kandungan. Penggunaannya juga bisa mengakibatkan bayi yang baru lahir mengalami masalah pernapasan.

2. Alkohol 

Mengonsumsi obat yang mengandung kadar alkohol tinggi dapat menyebabkan kecacatan pada bayi.

3. Iodide

Calcium iodide dan iodinated glycerol sebaiknya tidak dikonsumsi sebagai obat batuk untuk ibu hamil. Iodide dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid pada janin dan kerusakan pada saluran pernapasan bayi apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama

Masih kurangnya penelitian terkait pemberian obat OTC kepada ibu hamil menyebabkan masih kurangnya efek samping yang diketahui dari penggunaan obat tersebut. Sebaiknya selalu baca aturan pakai sebelum minum obat. Walaupun beberapa obat dinyatakan aman bagi ibu hamil, tapi sebaiknya ambil obat tidak melebihi dosis yang sudah diatur.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika kondisi Anda tidak membaik setelah minum obat, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Hindari minum obat dalam jangka waktu lama tanpa resep dokter. Dilansir dari American Pregnancy Association, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter jika:

  • Batuk tidak membaik dalam beberapa hari.
  • Kondisi ini sampai menyebabkan Anda tidak nafsu makan atau sulit tidur selama beberapa hari.
  • Anda mengalami demam 38,8 derajat Celcius atau lebih tinggi.
  • Anda mulai mengalami batuk berdahak dengan warna lendir yang tidak biasa.
  • Batuk yang Anda alami disertai dengan nyeri dada dan rasa menggigil. Hal ini mungkin disebabkan oleh infeksi, sehingga Anda perlu ke dokter untuk mendapatkan antibiotik.

Alternatif obat batuk untuk ibu hamil ala rumahan

Namun sebelum mengonsumsi obat, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan penanganan sederhana terlebih dahulu di rumah. Anda biasanya dianjurkan untuk memperbanyak istirahat, minum air putih, dan ditambah dengan konsumsi vitamin yang memperkuat daya tahan tubuh.

Jika anda tidak merasa nafsu makan, cobalah untuk tetap memberi asupan nutrisi ke dalam tubuh dengan makan enam kali sehari dalam porsi yang lebih sedikit.

Beberapa cara pengobatan rumahan lainnya yang bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk mengatasi batuknya apabila gejala tak kunjung membaik adalah:

  • Menyemprotkan spray air garam ke tenggorokan atau berkumur menggunakan air garam tersebut.
  • Menghirup uap panas yang berasal dari air hangat atau alat uap untuk melancarkan sirkulasi udara di saluran pernapasan.
  • Minum ramuan madu yang telah dicampur oleh lemon dan teh setiap malam untuk mempercepat penyembuhan infeksi di tenggorokan di saat tidur.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca