Menangani Flu Pada Penderita Asma

Oleh

Asma adalah penyakit pada paru-paru yang disebabkan peradangan kronis pada saluran pernapasan. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit jangka panjang yang paling umum terjadi pada anak-anak, tetapi dewasa juga dapat terjangkit asma. Asma menyerang ketika saluran ke paru-paru menjadi bengkak dan tegang saat peradangan saluran pernapasan. Serangan asma dapat disebabkan oleh pemicu seperti infeksi saluran pernapasan, partikel yang menyebabkan alergi, iritasi zat kimia, dan polusi udara. Selama serangan, orang yang terkena asma akan mengalami gejala seperti mengi, tidak bisa bernapas, sesak di dada, dan batuk pada malam atau pagi hari. Sering kali, serangan asma dapat dicegah dengan membatasi ekspos dengan pemicunya dan dengan menggunakan pengobatan khusus asma.

Orang pengidap asma memiliki risiko tinggi terjangkit penyakit parah dan komplikasi dari flu

Walaupun orang dengan asma terlihat jarang sekali terkena flu, influenza (flu) dapat menjadi lebih masalah serius bagi orang yang memiliki asma, walaupun asma mereka masih ringan atau gejalanya dapat dikontrol dengan pengobatan. Hal ini disebabkan karena orang pengidap asma memiliki saluran pernapasan yang bengkak dan sensitif, dan influenza dapat memperparah peradangan pada saluran pernapasan itu. Infeksi influenza di paru-paru dapat memicu serangan asma dan memperburuk gejala asma. Hal ini dapat juga menyebabkan pneumonia dan berbagai penyakit pernapasan akut lainnya.

Faktanya, dewasa dan anak-anak pengidap asma dapat lebih berisiko terkena pneumonia setelah jatuh sakit akibat flu dibanding orang yang tidak memiliki asma. Asma yang dibarengi dengan flu adalah kondisi kesehatan paling umum pada anak-anak di rumah sakit dan salah satu penyebab utama juga pada dewasa yang dirawat di rumah sakit. 

Jika Anda memiliki asma, Anda harus mengambil langkah untuk melawan flu

Siapa pun yang memiliki asma yang berusia 6 tahun ke atas harus melakukan vaksin flu untuk melindungi diri dari flu. Vaksinasi adalah langkah pertama dan terpenting untuk melindungi diri dari influenza. Vaksin flu bisa didapatkan di banyak tempat termasuk di kantor dokter, klinik, departemen kesehatan, dan pusat kesehatan lain.

Vaksin flu seperti apa yang harus didapat oleh penderita asma?

  1. Vaksin semprotan nasal: vaksin semprotan nasal disetujui untuk digunakan pada orang yang berusia 2 tahun hingga 49 tahun. Anak-anak usia 2-4 tahun yang memiliki asma atau yang memiliki sejarah mengi selama 12 bulan terakhir tidak diperbolehkan mendapat vaksin semprotan nasal. Orang usia berapa pun yang mengidap asma dapat memiliki risiko tinggi mengalami mengi setelah melakukan vaksin semprotan nasal. Ditambah lagi, faktor keamanan dari vaksin semprotan nasal untuk orang dengan penyakit paru-paru dan beberapa kondisi kesehatan berisiko lainnya belum dapat dipastikan.
  2. Injeksi flu (terbuat dari virus flu yang sudah tidak aktif (mati)) sudah disetujui untuk dapat dipakai oleh penderita usia 6 tahun ke atas dengan kondisi kesehatan apapun termasuk asma. Injeksi flu memiliki perlindungan jangka panjang untuk penderita asma.
  3. Infeksi pneumococcal adalah komplikasi serius dari infeksi influenza dan dapat menyebabkan kematian. Vaksin pneumococcal dapat diberikan pada saat yang sama dengan vaksin influenza.

Lakukan langkah pencegahan setiap hari untuk menghindari flu

  • Tetaplah di rumah jika Anda sakit, kecuali keluar rumah untuk mendapatkan perawatan. Hindari berdekatan dengan orang lain yang juga sakit.
  • Tutupi mulut dan hidung anda dengan tisu ketika batuk atau bersin dan segera buang tisunya. Jika Anda tidak punya tisu, batuk atau bersinlah dengan ditutupi siku atau lengan, jangan dengan tangan kosong Anda.
  • Cuci tangan Anda sesering mungkin menggunakan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut (kuman menyebar dengan cara itu)
  • Bersihkan dan sterilkan secara rutin permukaan yang sering disentuh di rumah, kantor dan sekolah, terutama ketika seseorang sakit.

Jika Anda mulai merasakan gejala flu…

  • Perawatan harus dimulai sesegera mungkin karena pengobatan antiviral bekerja paling baik saat gejala baru muncul (sekitar 48 jam setelah gejala muncul).
  • Obat antiviral dapat membuat nyeri akibat flu menjadi lebih ringan dan dapat membuat Anda merasa lebih baik secara cepat. Pengobatan ini juga mencegah kondisi kesehatan yang lebih serius lainnya yang berasal dari flu.
  • Oseltamivir (Tamiflu®) adalah obat antiviral yang dapat digunakan untuk menyembuhkan flu. Untuk mendapatkan Oseltamivir (Tamiflu®), seorang dokter harus menulis resep. Pengobatan ini melawan flu dengan mencegah perkembangan virus di dalam tubuh.
  • Orang yang memiliki asma tidak boleh menggunakan zanamivir (Relenza®), obat antiviral lainnya, karena ada risiko menyebabkan mengi pada orang yang memiliki asma atau masalah paru-paru lainnya.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca