5 Keuntungan Pakai Nebulizer untuk Mengobati Asma

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Obat asma tersedia dalam bentuk obat hirup, obat minum, atau obat suntik. Di antara semua pilihan, Global Initiative for Asthma (GINA) mengatakan bahwa obat hirup dinilai lebih efektif untuk mengobati asma. Kebanyakan obat hirup awalnya berbentuk cair yang harus diubah menjadi uap agar bisa terhirup masuk sampai paru-paru. Nebulizer adalah salah satu pilihan mesinnya. Pengobatan asma dengan nebulizer memberikan banyak manfaat besar bagi pemakainya. Tak heran jika terapi nebulizer selalu dijadikan andalan oleh para ahli kesehatan.

Apa saja manfaat pakai nebulizer untuk pengobatan asma?

1. Obat bisa langsung tersalurkan ke paru-paru

Kebanyakan zat di udara akan langsung disaring oleh saluran udara Anda agar tidak sampai masuk ke dalam paru. Nah, partikel uap yang dihasilkan nebulizer amat sangat kecil, sekitar 1-7 µm (mikrometer), sehingga obat akan bisa lolos dari saringan dan lebih cepat meresap ke bagian paru yang ditargetkan.

Terapi nebulizer adalah metode yang lebih cepat dan efisien untuk menghantarkan obat ke dalam paru dibanding obat minum. Apabila Anda menggunakan obat minum, efek obat akan muncul lebih lama karena zat obatnya akan lebih dulu dicerna dalam perut dan mengalir lewat aliran darah sebelum sampai ke paru.

Laporan dari American Association for Respiratory Care menyebutkan bahwa albuterol, obat yang biasa digunakan sebagai bronkodilator, bisa mulai bekerja dalam 5 menit setelah dihirup lewat nebulizer. Sebagai perbandingan, albuterol oral akan mulai memunculkan efek obatnya 30 menit setelah diminum.

2. Minim risiko efek samping

Menghirup obat lewat nebulizer akan langsung menargetkan hanya bagian paru yang bermasalah, tidak sampai menyebar ke jaringan paru lain yang tidak perlu.

Metode penghantaran obat yang lebih efisien artinya obat akan bekerja lebih cepat untuk mengobati masalah dalam dosis yang lebih rendah. Pemberian obat dosis rendah akan mengurangi risiko efek samping.

Dosis obat yang dibutuhkan dalam terapi nebulizer bahkan lebih sedikit dibandingkan dengan obat-obatan yang diberikan secara oral. Ini artinya risiko efek samping dari obat yang sama ketika dihirup pakai nebulizer lebih rendah daripada ketika diminum.

Pemakaian obat-obatan bronkodilator lewat nebulizer mengurangi risiko efek samping seperti sakit kepala, tremor, atau jantung berdebar. Komplikasi jangka panjang dari obat-obatan asma steroid seperti bertambahnya berat badan, tekanan darah tinggi, tulang rapuh, kenaikan gula darah, atau rentan infeksi juga akan berkurang jika pakai nebulizer.

3. Cara pakainya mudah

Cara pakai nebulizer sangat mudah. Beda dengan inhaler yang mengharuskan Anda memiliki koordinasi gerak yang cekatan.

Ketika menggunakan inhaler, Anda harus bisa cepat menekan kaleng obat sembari menarik napas dalam-dalam di waktu bersamaan. Dengan nebulizer, Anda hanya perlu menarik dan menghembuskan napas santai seperti biasanya.

Itu kenapa nebulizer lebih sering dijadikan sebagai terapi asma utama bagi bayi, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, atau orang-orang yang kesulitan menggerakkan tangan atau menarik napas dalam. Bahkan, orang yang sangat lemah dan harus bed rest total tetap dapat menjalani terapi dengan nebulizer.

Pemakaian nebulizer juga memudahkan perawat untuk membantu pasien menyelesaikan terapinya saat mereka tak sanggup melakukannya sendiri.

Terlebih, banyak produsen nebulizer yang mengeluarkan mesin portable agar bisa mudah dibawa ke mana-mana dan dipakai kapan saja sesuai kebutuhan.

4. Bisa lebih telaten berobat

Sebuah studi baru-baru ini melaporkan bahwa dari 8 ribu orang pengidap asma, hampir 50%-nya tidak telaten menggunakan obat untuk mencegah serangan asmanya kambuh.

Cara pakai nebulizer yang tidak berbelit-belit bantu memudahkan pengidap asma untuk bisa teratur memenuhi dosis obat harian yang sudah ditetapkan oleh dokter.

Kenyamanan dan kemudahan penggunaan nebulizer akan memengaruhi kepuasan pasien. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasien yang benar-benar puas dengan kemudahan cara pakai alat bantu napas mereka melaporkan bisa lebih patuh menjalani terapi dan pada akhirnya memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

5. Sekaligus mencegah serangan asma

Terapi nebulizer bisa sekaligus mengobati dan mencegah serangan asma.

Penggunaan nebulizer yang mudah membuat pemakainya akan lebih telaten berobat. Dalam jangka panjang, hal ini juga sekaligus bisa mencegah kekambuhan serangan asma.

Obat-obatan bronkodilator jangka panjang yang digunakan rutin setiap hari akan membantu melemaskan otot saluran napas agar Anda bisa bernapas lebih lega. Sementara itu, obat-obatan steroid hirup meredakan pembengkakan dan peradangan saluran napas. Steroid juga bekerja mengurangi produksi lendir paru yang bikin Anda sulit bernapas.

Pada akhirnya, pemakaian nebulizer secara rutin bisa bantu mencegah gejala asma gampang kambuh.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Nyeri Dada saat Asma

Bagaimana cara mengatasi nyeri dada saat asma? Ketahui dulu penyebabnya, lalu coba dalami cara mengatasinya di artikel ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Asma, Health Centers 16/02/2020

5 Obat yang Paling Sering Digunakan untuk Meredakan Batuk Karena Asma

Bagaimana cara mengobati batuk karena asma yang sudah lebih dari 8 minggu?Cek di sini rekomendasi obat batuk asma yang paling ampuh.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Health Centers 20/12/2019

7 Cara Cepat Mengatasi Gejala Asma yang Kambuh

Penting untuk tahu cara mengatasi penyakit asma ketika kambuh agar tidak semakin parah! Termasuk kapan harus menghubungi dokter atau pergi ke IGD terdekat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Health Centers 10/12/2019

5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Harus Dijalani Penderita Asma

Selain pakai obat, penderita asma juga disarankan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat guna mencegah gejala sering kambuh. Bagaimana memulainya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Tips Sehat 08/12/2019

Direkomendasikan untuk Anda

penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
Latihan pernapasan asma

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020
asma kambuh saat udara dingin

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
cara mencegah asma

5 Cara Preventif untuk Mencegah Asma Kambuh Akibat Polusi Udara

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020