4 Penyebab Hemoglobin (Hb) Rendah, dari Anemia Hingga Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/12/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Hemoglobin (Hb) adalah protein pada sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika sel darah merah mengalami gangguan atau produksinya menurun, maka jumlah hemoglobin juga akan berkurang. Penyebab Hb rendah biasanya berasal dari gangguan kesehatan atau penyakit tertentu sehingga tidak boleh diabaikan.

Berbagai penyebab hemoglobin (Hb) rendah

trombosit normal adalah

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan penurunan jumlah hemoglobin dalam darah.

1. Anemia

Anemia merupakan gangguan kesehatan yang paling sering menjadi penyebab Hb seseorang rendah. Kondisi yang sering disebut sebagai penyakit kurang darah ini terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:

  • Anemia defisiensi besi akibat kurangnya asupan zat besi atau gangguan penyerapan zat besi. Padahal, zat besi merupakan mineral yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan hemoglobin.
  • Anemia selama kehamilan karena ibu hamil kekurangan asupan zat besi. Tanpa konsumsi makanan kaya zat besi dan tablet suplemen besi, tubuh ibu hamil tidak bisa memproduksi cukup hemoglobin.
  • Anemia aplastik, yakni kurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh akibat kerusakan pada sumsum tulang. Kerusakan ini disebabkan oleh serangan sistem kekebalan tubuh yang keliru mengenali sumsum tulang sebagai ancaman.
  • Anemia hemolitik yang ditandai dengan terurainya sel darah merah di dalam pembuluh darah atau limpa. Padahal, sel darah merah seharusnya terurai di hati. Kondisi inilah yang kemudian menjadi penyebab jumlah hemoglobin (Hb) rendah.
  • Anemia akibat kekurangan asupan vitamin. Kekurangan vitamin B12 dan asam folat (vitamin B9) dapat mengubah bentuk sel darah merah dan menurunkan jumlah hemoglobin di dalamnya.
  • Anemia sel sabit, yakni kondisi ketika sel darah merah berbentuk tidak normal menyerupai sabit. Bentuk tersebut mengakibatkan jumlah hemoglobin menjadi rendah.

2. Kehilangan banyak darah

Luka, kecelakaan, dan cedera adalah beberapa faktor yang paling sering menyebabkan seseorang kehilangan banyak darah. Namun, kehilangan darah sebenarnya juga bisa terjadi di dalam tubuh tanpa disadari.

Misalnya akibat perdarahan pada sistem pencernaan, infeksi saluran kemih, kanker, luka dalam organ tubuh, atau wasir.

Anda juga dapat kehilangan cukup banyak darah akibat perdarahan hebat saat menstruasi atau karena sering melakukan donor darah.

3. Hipotiroidisme

Orang-orang dengan hipotiroidisme memiliki kelenjar tiroid yang memproduksi hormon tiroid dalam jumlah sedikit. Kurangnya hormon tiroid menyebabkan penurunan aktivitas sumsum tulang sehingga produksi sel darah merah turut menurun.

Penurunan produksi sel darah merah adalah penyebab utama jumlah Hb rendah. Inilah sebabnya orang yang memiliki hipotiroidisme lebih berisiko mengalami anemia. Risikonya bahkan bertambah besar jika Anda juga kekurangan zat besi.

4. Kanker darah

Kanker darah juga sering menjadi penyebab Hb rendah. Terdapat tiga jenis kanker darah, yakni leukemia, multiple myeloma, dan limfoma yang terbagi menjadi limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Leukemia ditandai dengan produksi sel darah putih jauh melebihi jumlah normal. Multiple myeloma terjadi ketika sel kanker menumpuk pada sumsum tulang.

Sementara limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin adalah jenis kanker yang menyerang kelenjar getah bening.

Ketiga jenis kanker tersebut menghambat produksi sel darah merah sehingga jumlahnya menjadi sangat sedikit. Akibatnya, jumlah hemoglobin dalam sel darah merah juga ikut menjadi rendah.

Hemoglobin merupakan salah satu indikator dalam pemeriksaan darah yang digunakan untuk memantau status kesehatan. Jumlah di bawah normal menunjukkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem peredaran darah.

Siapa pun bisa memiliki hemoglobin yang rendah dengan penyebab yang amat beragam. Konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami kondisi ini.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan pada Anda untuk menemukan penyebab pastinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Data Anak Penderita Kanker di Indonesia dan Pentingnya Menjaga Mental Mereka

Kanker pada anak masih menjadi momok di Indonesia. Selain berdampak pada kondisi fisik, penyakit ini juga memicu masalah psikologis. Bagaimana datanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 07/02/2020 . 6 menit baca

Rumah yang Terlalu Bersih Meningkatkan Risiko Leukemia pada Anak

Orangtua tentu ingin rumah tetap bersih agar anak terhindar dari penyakit. Namun, rumah yang terlalu bersih justru meningkatkan risiko leukemia pada anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/01/2020 . 3 menit baca

Anemia Gravis

Anemia gravis adalah penyakit kekurangan darah berat. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, dan cara mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . 1 menit baca

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12/12/2019 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 4 menit baca
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 4 menit baca
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasien Anemia Ingin Puasa

Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . 3 menit baca
pencegahan anemia

7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020 . 6 menit baca