Anda Punya Alergi? Imunoterapi Bisa Menyembuhkannya

Oleh

Apakah Anda merupakan seorang penderita alergi? Respon tubuh terhadap alergen bisa berupa gejala alergi yang paling ringan seperti mata dan hidung berair, hingga reaksi berat seperti gatal-gatal, bengkak, dan susah bernapas, yang sangat mengganggu aktivitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan bagi penderita alergi adalah tentu saja dengan menghindari alergen. Namun, apabila alergen tersebut merupakan sesuatu yang sulit dihindari, maka para penderita alergi tentu akan menjadi sangat kesulitan. Sebuah metode yang disebut imunoterapi mungkin dapat menjadi solusi masalah Anda.

BACA JUGA: Dari Alergi Hingga Kanker: 6 Penyebab Kulit Gatal Tiba-tiba

Apa itu imunoterapi?

Reaksi alergi muncul akibat ada reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap suatu zat yang disebut sebagai alergen. Imunoterapi adalah sebuah metode pengobatan alergi yang bekerja dengan ‘melatih’ sistem imun untuk berhenti bereaksi secara berlebihan terhadap alergen tersebut. Metode pengobatan ini biasanya dilakukan di bawah pengawasan dokter yang memang memiliki spesialisasi di bidang alergi dan imunologi.

Anda harus tahu dulu jenis alergi Anda

Sebelum memulai imunoterapi, Anda harus mengetahui terlebih dulu, alergen apa yang menyebabkan reaksi alergi Anda muncul. Terdapat dua metode yang dapat digunakan untuk mengenali pencetus alergi. Pertama adalah uji cukit kulit atau skin prick test. Prinsip dari uji ini adalah memasukkan sejumlah kecil alergen yang sering menjadi penyebab alergi, ke lapisan kulit bagian atas (epidermis). Alergen dimasukkan dengan tusukan jarum pada bagian dalam lengan bawah, kemudian hasilnya akan dibaca dalam 15 menit. Pemeriksa akan menilai reaksi yang muncul dari kulit Anda, seperti ada tidaknya kemerahan, dan berapa ukuran bentol yang timbul.

Metode kedua adalah dengan mengambil sampel darah dan memeriksanya secara langsung untuk mengetahui antibodi spesifik apa yang terdapat dalam darah Anda.

BACA JUGA: 3 Alergi Paling Umum di Indonesia

Bagaimana prosedur imunoterapi?

Setelah mengetahui jenis alergen spesifik Anda dan seberapa parah alergen tersebut dapat menimbulkan reaksi alergi pada diri Anda, dokter Anda akan membuat larutan yang mengandung alergen tersebut dalam kadar yang rendah. Alergen tersebut akan dilarutkan dalam suatu pelarut yang diencerkan berkali-kali, hingga konsentrasinya menjadi sangat rendah. Kemudian, sejumlah kecil larutan ini akan disuntikan ke lapisan paling luar kulit Anda, biasanya pada lengan, dan Anda akan diobservasi selama minimal 30 menit untuk memastikan Anda tidak mengalami reaksi yang serius.

Pada beberapa keadaan, bengkak atau kemerahan dapat muncul di lokasi penyuntikkan. Pada beberapa keadaan yang lebih jarang, pasien dapat mengalami reaksi sistemik seperti bentol di seluruh tubuh, rasa sesak, atau mengi. Dalam keadaan yang lebih serius, pasien dapat mengalami reaksi yang disebut syok anafilaktik. Reaksi ini menyebabkan penyempitan saluran napas yang berujung pada gagal napas, dan harus segera ditangani dengan suntikan adrenalin.

BACA JUGA: Apa Itu Syok Anafilaktik dan Kenapa Bisa Sebabkan Kematian?

Setelah dokter Anda yakin bahwa Anda tidak mengalami reaksi terhadap suntikan yang baru saja Anda terima, Anda akan diperbolehkan pulang dan dijadwalkan untuk penyuntikan selanjutnya. Semakin lama, konsentrasi dalam larutan yang disuntikan akan semakin bertambah, dengan harapan bahwa sistem imun Anda telah membangun toleransi dan ‘mempelajari’ bahwa alergen tersebut tidak akan memberi ancaman yang serius bagi tubuh Anda sehingga tidak membutuhkan reaksi imun yang kuat.

Biasanya, pada awal terapi, suntikan akan diberikan satu hingga tiga kali seminggu selama tiga hingga enam bulan. Setelah itu, Anda akan memasuki tahap maintenance selama kurang lebih 5 tahun. Pada masa ini, Anda akan diberikan satu suntikan setiap bulannya.

Apakah imunoterapi efektif menyembuhkan alergi?

Ya. Menurut American College of Allergy, Asthma, and Immunology, imunoterapi merupakan metode yang sangat efektif bagi penderita rhinitis alergi, dan dapat mencegah asma yang dicetuskan oleh alergi pula. Saat ini, imunoterapi adalah satu-satunya terapi yang menyasar langsung kepada penyebab alergi, bukan hanya mengobati gejalanya saja seperti terapi alergi kebanyakan.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca