Meski Jarang, Ada Orang yang Alergi Terhadap Pisang. Bagaimana Bisa, Ya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Pisang merupakan buah yang populer. Teksturnya yang lembut dan rasa manis yang khas membuat buah ini mudah diolah jadi menu makanan dan minuman yang menggugah selera. Sayangnya, tidak semua orang bisa menikmati lezatnya buah pisang. Pasalnya ada beberapa orang yang alergi terhadap pisang. Meski jarang terjadi, baik anak kecil maupun dewasa bisa saja mengalami alergi pisang. Kenapa bisa begitu? Ketahui penjelasannya dalam artikel ini. 

Apa penyebab alergi pisang?

Sama seperti penyebab alergi pada umumnya, alergi pisang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya.

Selain itu, alergi pisang juga bisa muncul apabila Anda memiliki riwayat alergi lateks. Pasalnya, protein dalam pisang mirip dengan protein dalam lateks, yang sering digunakan sebagai bahan pembuat sarung tangan lateks, balon, dan kondom.

Alergi pisang jarang terjadi dan tidak termasuk di antara alergi yang paling umum. Di sebagian besar wilayah di dunia, hanya kurang dari satu persen populasi yang memiliki alergi pisang. Akan tetapi, orang yang memiliki alergi terhadap zat yang mengandung protein mirip dengan yang ada di pisang berisiko tinggi mengalami alergi pisang.

Faktor risiko yang harus diwaspadai

Seseorang akan lebih berisiko mengalami alergi pisang jika mereka memiliki riwayat alergi buah atau lateks. Selain itu, faktor risiko lainnya yang bisa membuat seseorang terkena alergi pisang meliputi:

  • Memiliki riwayat eksim atau dermatitis atopik.
  • Alergi terhadap hal lain, termasuk makanan, serbuk sari, dan tanaman.
  • Riwayat sindrom alergi oral dengan jenis makanan apa pun.
  • Memiliki penyakit asma.
  • Memiliki riwayat keluarga alergi, terutama pisang.

Gejala alergi pisang

Berbagai reaksi alergi makanan sebenarnya bisa muncul dalam bentuk yang berbeda-beda pada setiap orang, dari yang ringan sampai yang serius. Hal ini tergantung dari bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap zat yang dikira berbahaya dan seberapa banyak zat tersebut yang masuk ke tubuh Anda.

Alergi yang relatif ringan, yang disebut sindrom alergi oral (OAS), terjadi saat pisang (termasuk kulitnya) bersentuhan dengan kulit, bibir, mulut, dan tenggorokan Anda. OAS disebabkan oleh adanya protein dalam buah atau bahan tanaman lainnya yang serupa dengan yang ditemukan pada serbuk sari. Gejala OAS meliputi:

  • Timbul ruam atau luka di mulut, bibir, atau lidah.
  • Sakit atau gatal di bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Pembengkakan bagian mulut, lidah, atau tenggorokan.
  • Sensasi kesemutan pada bibir setelah makan pisang.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Diare.

Gejala alergi yang ringan umumnya bisa diredakan dengan obat antihistamin. Namun, apabila kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksa ke dokter. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut yang membahayakan. Selain itu, ini juga dilakukan agar Anda dapat penanganan yang tepat sesuai kebutuhan Anda.

Yang harus diperhatikan jika Anda punya alergi pisang

Jika Anda memiliki alergi pisang, berikut ini hal-hal yang harus Anda perhatikan:

  • Hindari makanan atau minuman apa pun yang mengandung pisang, termasuk produk dengan perasa pisang seperti obat-obatan atau kosmetik, misalnya lip balm.
  • Apabila Anda pergi ke restoran atau membeli produk olahan, selalu periksa komposisinya. Pasalnya, pisang sering digunakan sebagai salah satu bahan makanan dan minuman. 
  • Jika Anda sensitif terhadap pisang dan lateks, hindari kontak langsung (sentuhan) dengan benda dari bahan lateks, termasuk balon, peralatan fitness, sarung tangan, kondom, dan dental dam.
  • Bagi bayi dan anak-anak, hindari mainan dan dot tertentu yang juga terbuat dari lateks.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca