Apa yang Harus Dilakukan Jika Si Kecil Alergi Susu Sapi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebuah penelitian di Indonesia pada tahun 2003 menunjukkan bahwa sebanyak 3% anak Indonesia mengalami alergi susu sapi. Jumlah ini terus bertambah seiring dengan meningkatnya risiko anak terhadap alergi. Padahal, susu sapi sering menjadi salah satu asupan utama untuk bayi dan anak-anak.

Menurut salah satu jurnal yang ada di Elsevier, kejadian alergi susu sapi meningkat karena ada penurunan angka pemberian ASI, serta peningkatan pemberian susu formula. Susu sapi menduduki peringkat ketiga komponen yang menyebabkan alergi, setelah kacang tanah dan kacang almond.

Gejala alergi susu sapi pada anak

Sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui gejala-gejala yang muncul akibat alergi susu sapi. Gejala ini biasanya akan muncul mulai dari satu minggu sampai beberapa bulanan setelah anak diperkenalkan dengan susu sapi. Berikut ini gejala alergi yang mungkin muncul, meski tentu bisa berbeda-beda pada setiap anak:

  • Bercak-bercak kemerahan yang gatal (urtikaria)
  • Bengkak pada daerah bibir, wajah, dan sekitar mata (angioedema)
  • Gejala diare, sakit perut
  • Penurunan nafsu makan, mual, dan muntah.
  • Sesak napas

Mencegah alergi susu sapi

Pencegahan alergi susu sapi relatif mudah, yaitu dengan menghindari anak dari protein susu sapi. Kebanyakan orangtua sekarang sering mengenalkan susu sapi lebih cepat dibandingkan usia yang seharusnya. Pada enam bulan pertama sebaiknya orangtua hanya memberikan air susu ibu (ASI). ASI, merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah alergi ini.

Secara ilmiah, ASI terbukti efektif memberikan perlindungan pada anak. Selain mengurangi paparan protein susu sapi, ASI juga melindungi anak dari infeksi, dan mematangkan mukosa saluran cerna anak.

Jika Anda tak bisa memberi ASI pada si kecil, cara lain mencegah alergi susu sapi adalah dengan memberikan susu formula dengan casein dan whey formula terhidrolasi. Anda mungkin bertanya-tanya, apakah pemberian susu formula ini aman? Namun dari bukti ilmiah yang ada, pemberian formula ini efektif untuk usia bayi 4 sampai 6 bulan.

Dalam salah satu jurnal European Journal of Allergy and Clinical Immunology (EAACI), bayi yang berisiko tinggi mengalami alergi terhadap susu sapi, perlu diberikan formula susu sapi yang bersifat hipoalergenik, kemudian diikuti perkembangannya selama empat bulan dan dicatat apakah terdapat waktu-waktu terjadi alergi terhadap susu sapi.

Pencegahan alergi susu sapi pada anak juga harus dilakukan oleh sang ibu. Berdasarkan jurnal Clinical Mechanisms in Allergic Disease, apa yang dikonsumsi ibu juga akan diserap oleh janin. Maka, untuk mencegah anak mengalami alergi susu sapi, ibu hanya perlu menghindari konsumsi susu sapi saat sedang hamil. Efeknya adalah rendahnya jumlah imunitas spesifik di usus anak terhadap susu sapi, sehingga membantu mengurangi angka alergi.

Bagaimana jika anak sudah telanjur alergi susu sapi?

Mencegah memang lebih baik dari mengobati. Tapi jika si kecil sudah telanjur menampakkan gejala bahwa ia alergi susu sapi, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Kenali gejalanya secepat mungkin

Salah satu cara mengobati alergi susu sapi adalah dengan mendeteksi munculnya gejala alergi pada anak sedini mungkin. Semakin cepat diketahui, maka penanganan bisa segera dilakukan sehingga mencegah keparahan dampak alergi yang muncul.

2. Imunoterapi

Alergi pada susu sapi bisa ditangani dengan pemberian imunoterapi. Meski begitu, sampai saat ini masih belum banyak penelitian yang membahas efektivitas pemberian imunoterapi. Diskusikan dengan dokter anak mengenai efektivitas imunoterapi bagi anak Anda.

3. Berikan ASI eksklusif

Tetap selalu berikan si kecil ASI eksklusif sejak ia lahir sampai berusia minimal enam bulan, boleh dilanjutkan sampai usia 2 tahun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Salah satu cara mempererat hubungan dengan bayi adalah dengan memandikannya. Bagaimana cara memandikan bayi baru lahir yang tepat dan aman?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Ikan Dori Lokal (Patin), Plus Resep Sehatnya untuk Variasi Menu Makan

Suka makan fillet ikan dori goreng di kafe-kafe kekinian? Psst... Tahu tidak kalau sebenarnya ikan dori itu tidak boleh dimakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 19/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
makanan sehat untuk orang sibuk

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22/07/2020 . Waktu baca 12 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 6 menit