Mendeteksi dan Mengatasi Alergi Konjungtivitis (Alergi Mata)

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Alergi mata juga dikenal sebagai alergi konjungtivitis, adalah reaksi sistem kekebalan tubuh pada permukaan mata.

Antihistamin dilepaskan ke daerah kontak yang menyebabkan gejala seperti mata merah, gatal, atau berair. Kebanyakan alergi mata disebabkan oleh alergen di udara seperti serbuk sari, bulu, atau asap, tetapi mungkin juga terjadi ketika orang yang sensitif, kontak dengan alergen dengan menggosok matanya menggunakan tangannya.

Sebagian besar alergi konjungtivitis dialami oleh kedua mata, tetapi kadang-kadang, seperti halnya ketika kontak dengan alergen dari racun pohon ek atau poison ivy, hanya satu mata yang akan mengalami reaksi alergi. Pada beberapa orang, alergi mata mungkin juga terkait dengan eksim dan asma.

Apa bedanya konjungtivitis dengan alergi konjungtivitis?

Bola mata manusia ditutupi oleh selaput tipis yang disebut konjungtiva. Ketika sesuatu mengganggu selaput ini, mata dapat menjadi gatal, bengkak, merah, dan berair, dan kondisi ini dikenal sebagai konjungtivitis atau “pink eye”. Secara medis, alergi mata alias alergi konjungtivitis hanyalah bentuk lain dari konjungtivitis.

Selain alergen, hal-hal lain yang dapat menyebabkan mata merah muda termasuk infeksi virus atau bakteri, lensa kontak, tetes mata atau salep atau zat lain yang mengiritasi mata. Alergi konjungtivitis dan mata merah yang disebabkan oleh lensa dan iritasi biasanya tidak menular, tetapi konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri atau virus mungkin menular.

Kebanyakan mata merah akhirnya akan hilang sendiri (meskipun alergi konjungtivitis yang disebabkan bakteri akan memerlukan pengobatan dengan obat tetes mata antibakteri atau salep). Kabar baiknya, alergi konjungtivitis biasanya tidak mempengaruhi penglihatan seseorang.

Gejala alergi konjungtivitis

Gejala alergi konjungtivitis alias alergi mata mungkin termasuk:

  • mata gatal atau terasa panas
  • mata berair
  • mata merah atau merah muda (mungkin termasuk adanya kotoran)
  • mata bengkak atau kelopak mata bengkak (terutama di pagi hari)
  • sekitar mata bersisik (jarang)
  • disertai dengan gejala lain seperti pilek, hidung, atau bersin.

Mengobati alergi konjungtivitis

Pengobatan terbaik untuk alergi mata adalah untuk menghindari alergen yang menyebabkannya. Jika seseorang tidak mengetahui penyebab alergi matanya, ia harus periksa ke dokter ahli alergi untuk mencari tahu penyebabnya.

Gejala yang lebih serius mungkin memerlukan seseorang untuk menggunakan antihistamin atau obat anti-inflamasi, terutama ketika gejala lain muncul. Dalam kasus yang paling parah, suntikan alergi harus dipertimbangkan.

Pengobatan lain dari alergi mata dapat mencakup:

Pengobatan alami untuk alergi mata

Beberapa obat herbal telah digunakan dalam pengobatan alergi konjungtivitis dengan berbagai tingkat keberhasilan, termasuk allium cepa (terbuat dari bawang merah), euphorbium, dan galphimia. Anda harus berkonsultasi dulu dengan dokter untuk mengetahui tentang keamanan dan efektivitas pengobatan alami ini dan pengobatan alami lainnya.

Bagi banyak orang, mengompres kain lap dingin lembap dapat meredakan alergi mata. Penderita harus menempatkan kain lap di atas mata tertutup beberapa kali sehari.

Obat tetes khusus alergi mata

Pelumas tetes mata seperti “air mata buatan” dapat membantu mencuci alergen dari mata.

Berbagai jenis obat yang beredar di pasaran dan  obat resep tetes mata tersedia untuk mengobati alergi konjungtivitis. Obat-obatan tersebut termasuk pelumas, antihistamin, atau obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID). Beberapa obat tetes mata harus digunakan setiap hari sementara obat yang lain dapat digunakan saat diperlukan untuk meredakan gejala.

Obat tetes mata dapat menyebabkan rasa panas atau menyengat pada awalnya, tetapi ketidaknyamanan ini biasanya hilang dalam beberapa menit. Beberapa obat tetes mata dapat menyebabkan efek samping, sehingga sangat penting bagi penderita alergi untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui obat tetes mata apa yang tepat untuk kondisinya.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
penyebab hidung meler

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
gejala alergi cat rambut

Ingin Warnai Rambut? Hati-hati, Kenali Dulu Gejala Alergi Cat Rambut

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020