Kenapa Ada Pria yang Jenggot dan Kumisnya Tidak Tumbuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda berkeinginan untuk menumbuhkan jenggot dan kumis tapi belum terwujud juga? Bisa jadi Anda adalah salah satu orang yang wajahnya memang tidak tumbuh jenggot dan kumis. Ya, setiap orang memang punya karakteristik wajah dan kulit yang berbeda-beda. Kalau ada pria yang jenggot dan kumisnya bisa tumbuh lebat, Anda mungkin sulit sekali untuk menumbuhkan sehelai saja jenggot pada wajah. Cari tahu penyebabnya di bawah ini, yuk.  

Mengapa tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajah saya?

Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi pertumbuhan jenggot dan kumis pada wajah seseorang. Salah satunya adalah kadar testosteron yang rendah. Ya, hormon testosteron berperan penting dalam pertumbuhan jenggot dan kumis. Pria yang kekurangan hormon testosteron jadi lebih sulit menumbuhkan rambut di wajah. Inilah mengapa wanita yang memiliki kadar testosteron lebih rendah dari pria umumnya tidak bisa menumbuhkan jenggot dan kumis.

Seorang spesialis kulit dari Amerika Serikat , dr. Kenneth Beer menjelaskan bahwa kadar hormon testosteron dalam tubuh Anda mungkin sudah cukup banyak. Akan tetapi, kepekaan dan reaksi tubuh setiap orang terhadap hormon ini ternyata berbeda-beda. Ada pria yang tubuhnya bisa merespon testosteron dengan baik, sehingga mudah saja menumbuhkan jenggot dan kumis. Namun, ada juga orang yang kurang sensitif terhadap testosteron meskipun kadarnya sudah cukup.

Lebih lanjut, dr. Kenneth Beer juga menyebutkan bahwa faktor genetik sangat berpengaruh pada orang yang wajahnya tidak tumbuh jenggot dan kumis. Seberapa tebal folikel rambut Anda pada wajah dan di seluruh tubuh memang sudah ditentukan dalam gen Anda, bahkan sebelum Anda lahir. Gen ini mungkin diturunkan oleh orangtua atau kakek Anda.

Apakah ada cara menumbuhkan jenggot dan kumis?

Jika kadar testosteron dalam tubuh Anda memang sangat rendah atau kurang, dr. Kenneth mengatakan Anda bisa saja suntik hormon. Namun, suntik hormon testosteron tidak bisa menjamin tumbuhnya jenggot dan kumis. Apalagi kalau secara genetik Anda memang tidak memiliki bakat berjanggut dan berkumis. Sedangkan kalau Anda tidak peka terhadap testosteron, suntik hormon sebanyak apapun tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan rambut di wajah.

Anda juga mungkin pernah dengar ada obat dan suplemen yang bisa menumbuhkan jenggot dan kumis. Hati-hati, jangan mudah termakan iklan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan adanya obat penumbuh jenggot. Selain itu, obat-obatan yang diklaim bisa mendorong pertumbuhan jenggot dan kumis tersebut biasanya belum teruji klinis. Yang ada Anda justru mengalami efek samping seperti luka atau bahkan kerusakan organ hati.

Menurut ahli dermatologi dari University of Pennsylvania, dr. Joel M. Galfand sebenarnya memang tak ada perawatan atau obat khusus yang direkomendasikan tenaga kesehatan bagi pria yang tidak tumbuh jenggot dan kumis. Namun, kalau memang ingin melebatkan jenggot dan kumis sebaiknya perhatikan gaya hidup Anda. Jaga pola makan sehat dengan nutrisi seimbang dan berhenti merokok. Hal ini bisa membantu meningkatkan kepekaan terhadap hormon testosteron dalam tubuh.

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mencium bau badan

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit