home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Penyebab Pembengkakan Skrotum (Kantong Zakar)

Berbagai Penyebab Pembengkakan Skrotum (Kantong Zakar)

Pembengkakan skrotum adalah kelainan yang menyebabkan benjolan, pembengkakan, atau pembesaran kantong buah pelir (skrotum) pada pria. Skrotum sendiri, atau juga dikenal sebagai kantong buah zakar, adalah kantong kulit yang bertugas untuk memproduksi, menampung, dan mengatur sperma dan berbagai hormon laki-laki. Kelainan skrotum ini bisa terjadi antara lain karena cairan yang menumpuk, pertumbuhan berbagai jaringan yang abnormal, dan kandungan skrotum yang membengkak, mengeras, atau meradang. Dalam beberapa kasus, pembengkakan skrotum tidak akan tumbuh menjadi kanker. Namun, penyakit ini berisiko menjadi tumor jinak atau bahkan kanker testis.

Penyebab pembengkakan skrotum

Pembengkakan skrotum lebih banyak ditemui pada pria dewasa daripada anak-anak. Mereka yang terlahir dengan kelainan pada skrotum, testis, dan ginjal juga lebih berisiko terserang pembengkakan skrotum. Namun, pada dasarnya penyakit ini bisa menyerang siapa saja karena berbagai penyebab berikut ini.

  • Penyakit menular seksual seperti klamidia bisa mengakibatkan peradangan pada saluran sperma (epididimis) yang akan memicu penyakit massa skrotum.
  • Hidrokel atau penimbunan cairan pada skrotum memungkinkan terjadinya massa skrotum. Pada keadaan normal, skrotum hanya menampung sedikit cairan sehingga akan terjadi pembengkakan jika ada terlalu banyak cairan yang menumpuk.
  • Kanker testis biasanya dimulai dengan tumbuhnya sel-sel abnormal pada testis yang kemudian berubah menjadi sel kanker. Sel inilah yang akan menyebabkan pembengkakan skrotum.
  • Infeksi virus yang menyebabkan peradangan testis.
  • Saraf-saraf pada testis dan penis yang terjepit.
  • Hernia yang disebabkan oleh melemahnya lapisan otot dinding perut.

Tanda-tanda apa yang perlu Anda waspadai?

Jika Anda mengalami berbagai gejala dan tanda-tanda massa skrotum di bawah ini, segera konsultasi dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

  • Munculnya benjolan yang tidak wajar
  • Rasa sakit pada abdomen, selangkangan, dan bagian tulang ekor yang menyerang tiba-tiba
  • Testis yang membengkak dan mengeras
  • Kulit skrotum yang memerah
  • Mual dan muntah
  • Demam (jika pembengkakan skrotum disebabkan oleh infeksi)

Untuk mendapatkan diagnosis pembengkakan skrotum, Anda akan diminta untuk menjalani beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik, tes ultrasound, tes urin, tes darah, dan Computed tomography (CT) scan.

Penanganan dan pengobatan pembengkakan skrotum

Kebanyakan kasus pembengkakan skrotum bisa disembuhkan dengan penanganan yang segera dan tepat. Tindakan yang dilakukan untuk menangani dan mengobati kondisi ini berbeda-beda, tergantung pada penyebab penyakit itu sendiri.

Apabila pembengkakan disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik dan obat-obatan pereda nyeri. Anda juga akan disarankan untuk beristirahat dan menjaga pola makan yang seimbang.

Jika ditemukan tumor pada skrotum, biasanya pengobatan yang ditawarkan berupa operasi pengangkatan dan pengeringan tumor. Tindakan ini juga dipengaruhi berbagai faktor seperti adanya risiko kemandulan atau infeksi.

Untuk massa skrotum yang terjadi akibat tumbuhnya sel kanker pada testis, Anda bisa memilih untuk menjalani radioterapi, kemoterapi, atau operasi pengangkatan sel kanker. Pilihan ini bergantung pada kondisi sel kanker, apakah hanya tumbuh pada testis atau telah menyebar ke bagian-bagian lain pada tubuh. Selain itu, usia dan kondisi kesehatan Anda secara umum akan menjadi pertimbangan ketika menentukan penanganan dan pengobatan yang terbaik bagi Anda.

Pada beberapa kasus, skrotum Anda bahkan tidak memerlukan pengobatan tertentu. Jika hasil diagnosis menunjukkan bahwa pembengkakan skrotum Anda tidak terlalu besar dan tidak menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman, dokter Anda mungkin membiarkannya saja.

Cara mencegah pembengkakan skrotum

Kondisi ini dapat dicegah sejak awal. Pastikan bahwa Anda menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seks untuk mencegah terjangkitnya penyakit menular seksual. Anda juga bisa menggunakan pelindung penis (athletic cup) saat berolahraga untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan.

Anda juga bisa melakukan pemeriksaan mandiri selama sebulan sekali agar bisa mendeteksi massa skrotum atau penyakit lainnya sejak dini. Lakukan pemeriksaan ini setelah Anda mandi air hangat dan berdirilah di depan kaca. Perhatikan baik-baik apakah muncul ruam atau kemerahan pada kulit. Posisikan jari telunjuk dan jari tengah Anda di bawah testis dan ibu jari Anda di atas. Periksa skrotum dan rasakan apabila ada benjolan dengan jari-jari Anda. Jangan takut apabila ukuran kedua testis Anda sedikit berbeda satu sama lain karena hal tersebut wajar. Umumnya testis kanan lebih besar dari testis kiri merupakan hal yang wajar. Namun, jika Anda menemukan benjolan tidak wajar, kemerahan pada kulit, atau skrotum terasa sakit, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Scrotal masses. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scrotal-masses/basics/definition/con-20022447 Diakses pada 23 September 2016.

Scrotal masses. Carmella Wint. http://www.healthline.com/health/scrotal-masses#Overview1 Diakses pada 23 September 2016.

The diagnosis and management of scrotal masses. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21095426 Diakses pada 23 September 2016.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 04/10/2016
x