home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Penyebab Penis Terasa Sakit, Kapan Perlu Periksa ke Dokter?

9 Penyebab Penis Terasa Sakit, Kapan Perlu Periksa ke Dokter?

Apakah penis Anda pernah terasa sakit atau nyeri? Penis sakit bisa terjadi karena berbagai macam penyebab. Bagian yang sakit pun bukan hanya di penis saja, melainkan juga bisa terjadi pada alat reproduksi pria di sekitarnya.

Beberapa kondisi penis sakit ini terkadang memerlukan penanganan medis atau pemeriksaan ke dokter untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan. Lalu apa saja kriteria yang mengharuskan Anda pergi ke dokter? Simak ulasan berikut ini.

Berbagai penyebab penis Anda terasa sakit

penyebab penis sakit

Rasa sakit dan nyeri tentu akan memengaruhi fungsi penis sebagai tempat keluarnya urine dan alat reproduksi pria saat berhubungan seksual. Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan rasa sakit pada penis antara lain seperti di bawah ini.

1. Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie adalah suatu kondisi yang ditandai dengan pembengkakan oleh jaringan parut atau disebut juga dengan plak. Kondisi tersebut terbentuk sepanjang bagian atas atau bawah batang penis.

Salah satu penyebab penyakit Peyronie adalah adanya pendarahan dalam penis akibat benturan, misalnya mengalami cedera saat seks atau olahraga. Penyebab lainnya dapat berupa gangguan jaringan ikat, radang pada sistem limfatik, atau pembuluh darah Anda.

Tanda dan gejala yang mungkin muncul saat Anda mengalami penyakit Peyronie, antara lain:

  • Jaringan parut atau plak yang dirasakan di bawah kulit penis.
  • Penis bengkok, baik ke atas, bawah, maupun samping.
  • Penis terlihat lebih pendek.
  • Rasa sakit pada penis saat ereksi.
  • Gangguan ereksi.

2. Priapismus

Priapismus akan membuat penis Anda nyeri dan menyebabkan ereksi yang berkelanjutan. Gejala ereksi berkelanjutan yang dimaksud adalah ereksi yang terjadi lebih dari 3 jam meski Anda tidak sedang menginginkan seks.

Kondisi ini berbahaya dan dapat menimbulkan kerusakan permanen pada alat genital Anda. Ketika Anda mengalaminya, segera kunjungi dokter untuk mendapat penanganan. Pengobatan priapismus salah satunya dengan menguras darah dalam penis dengan jarum kecil untuk mengurangi ereksi.

Masalah ini umum terjadi pada anak laki-laki berusia 5-10 tahun dan pada laki-laki dewasa berusia 20-50 tahun. Beberapa hal yang dapat menyebabkan priapismus, seperti:

  • Efek samping dari obat untuk ereksi,
  • Efek samping dari obat untuk mengatasi depresi,
  • Gangguan pembekuan darah,
  • Gangguan kesehatan mental,
  • Kelainan darah, seperti leukemia atau anemia sel sabit,
  • Efek samping dari penggunaan alkohol,
  • Efek samping dari penggunaan obat ilegal, dan
  • Cedera penis atau sumsum tulang belakang.

3. Balanitis

Balanitis merupakan infeksi pada kulup atau kepala penis sehingga timbul rasa sakit. Hal ini disebabkan oleh kebersihan penis yang kurang terjaga. Pada kondisi lain, efek alergi, infeksi jamur, maupun infeksi menular seksual juga bisa menyebabkan balanitis.

Laki-laki yang belum disunat memiliki potensi lebih tinggi mengalami balanitis, terlebih apabila tidak rutin mencuci bagian bawah kulup. Namun, tidak menutup kemungkinan laki-laki yang telah disunat dapat mengalami masalah ini.

Beberapa tanda dan gejala balanitis yang umum ditemui adalah:

  • Kemerahan dan bengkak pada ujung penis atau kulit penis,
  • Kesulitan buang air kecil yang disertai nyeri,
  • Keluarnya kotoran berbau busuk, dan
  • Adanya bintil merah pada kulit kepala penis.

4. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual juga dapat menyebabkan penis sakit dan terasa nyeri. Penularan penyakit kelamin ini bisa disebabkan oleh seks yang tidak aman, bergonta-ganti pasangan seks, dan sebagainya. Ada lebih dari 20 jenis penyakit kelamin, di mana yang paling umum seperti klamidia, gonore, herpes genital, dan sifilis.

Secara umum, tanda penyakit menular seksual yang dialami oleh pria seperti di bawah ini.

  • Benjolan di sekitar alat kelamin.
  • Penis mengeluarkan cairan, tapi bukan urine atau air mani.
  • Buang air kecil terasa panas dan menyakitkan.
  • Rasa sakit selama berhubungan seksual.
  • Rasa sakit pada perut bagian bawah.
  • Kelenjar getah bening sakit dan membengkak, khususnya di selangkangan.
  • Ruam pada anggota tubuh, seperti tangan dan kaki.
  • Gejala umum lainnya, seperti demam dan lesu.

5. Infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing umumnya dialami perempuan, namun laki-laki juga berpotensi mengalaminya. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri yang menyebar dan menginfeksi saluran kencing Anda.

Kondisi lain yang juga bisa menyebabkan infeksi saluran kencing, seperti tidak disunat, sistem kekebalan tubuh lemah, penyumbatan pada saluran kencing, pembesaran prostat, dan terjangkit orang yang terinfeksi melalui hubungan seks.

Jika Anda mengalaminya, ada beberapa gejala umum yang dapat dirasakan.

  • Keinginan untuk terus buang air kecil, walaupun tidak ada urine yang keluar.
  • Sering buang air kecil.
  • Rasa nyeri dan sensasi panas saat buang air kecil.
  • Urine berwarna keruh, berbau tajam, berdarah, hingga bernanah.

6. Cedera penis

Cedera bukan hanya terjadi pada bagian yang terlihat saja. Anda juga bisa mengalami cedera penis, baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Beberapa situasi yang dapat memicu terjadinya cedera pada penis, antara lain:

  • Terlibat pada kecelakaan,
  • Terbakar,
  • Terlibat dalam hubungan seks yang kasar,
  • Memasukkan benda berlubang seperti cincin pada penis Anda sebelum ereksi, dan
  • Memasukkan benda asing pada saluran uretra—tabung yang menyalurkan urine ke luar dari penis.

7. Fimosis

Fimosis adalah kondisi yang terjadi pada laki-laki yang belum disunat di mana kulup penis terlalu ketat sehingga tidak dapat ditarik menjauh dari kepala penis saat ereksi. Gangguan ini dapat memengaruhi proses berkemih, hubungan seksual, dan meningkatkan risiko infeksi saluran kencing.

8. Parafimosis

Parafimosis adalah kondisi yang terjadi ketika kulup penis tidak dapat ditarik kembali pada kepala penis, terutama untuk menutupi kepala penis pada pria yang tidak disunat.

Tanda dan gejala parafimosis dapat meliputi pembengkakan dan nyeri pada penis dan kulup, serta kepala penis berubah kemerahan atau kebiruan. Kondisi ini dapat membuat Anda kesulitan buang air kecil.

Untuk mengurangi pembengkakan akibat parafimosis, Anda dapat memberikan kompres es pada kepala penis. Dokter dapat memperbaiki kulup agar bisa kembali ke kondisi normal. Jika kondisinya parah, dokter akan menyarankan untuk memotong kulit kulup alias disunat.

9. Kanker

Kanker kelamin pria, seperti kanker kandung kemih, kanker testis, dan kanker penis memang tidak biasa terjadi. Berbagai kondisi tersebut dapat terjadi dan menyebabkan penis serta area di sekitarnya menjadi nyeri.

Berbagai faktor risiko yang yang dapat menyebabkan kanker, seperti usia, kebiasaan merokok, terinfeksi virus HPV (human papillomavirus), tidak disunat, dan tidak menjaga kebersihan penis dan kulit kulup.

Beberapa gejala kanker kelamin pria yang perlu Anda waspada, antara lain:

  • Perubahan kondisi kulit penis, mulai dari penebalan bagian kulit, perubahan warna, timbul benjolan, luka terbuka, hingga keluarnya cairan berbau tak sedap.
  • Pembengkakan yang terjadi pada penis maupun testis.
  • Benjolan pada kelenjar getah bening di sekitar organ reproduksi pria.
  • Urine berdarah dan kebiasaan buang air berubah.

Kapan harus ke dokter jika penis sakit?

konsultasi ke dokter

Penis sakit bukan hanya memengaruhi penderitanya saja, tapi juga bisa berisiko pada orang lain, misalnya saja pasangan yang bisa terinfeksi penyakit menular seksual. Beberapa kondisi yang mengharuskan Anda ke dokter bila penis terasa sakit antara lain sebagai berikut.

1. Ujung penis terasa sakit seperti terbakar

Rasa sakit dan panas seperti terbakar pada ujung penis, biasanya disebabkan adanya sisa sabun yang belum hilang dengan sempurna saat Anda membersihkan penis. Jika hal ini yang terjadi, penis bisa iritasi setelah sabun meresap ke uretra. Makanya saat buang air kecil, terkadang akan timbul rasa sakit.

Hal ini juga bisa jadi gejala dari suatu penyakit kelamin, terlebih jika rasa sakit ini tidak hilang setelah satu atau dua hari. Anda juga perlu lebih waspada apabila kondisi ini disertai dengan keluarnya cairan hijau atau putih.

Kemungkinan penyebab lainnya adalah batu ginjal. Walaupun begitu rasa sakit di ujung penis akibat batu ginjal, biasanya juga disertai rasa sakit pada perut bagian bawah Anda.

Dengan istirahat yang cukup, mungkin Anda dapat membiarkan kondisi ini selama beberapa hari. Namun, jika rasa sakit tidak hilang atau malah semakin memburuk, sebaiknya Anda segera hubungi dokter.

2. Skrotum terasa pegal dan berat

Skrotum adalah kantong yang melindungi testis, yakni bagian organ reproduksi pria yang memproduksi, menyimpan, dan menyalurkan sperma dan hormon pria. Rasa pegal atau berat pada skrotum dapat ditimbulkan akibat Anda mengangkat beban berat, memindahkan perabot berat, atau berdiri terlalu lama.

Varikokel atau pembesaran vena dalam skrotum dapat memanaskan testis Anda dan timbul rasa nyeri. Penyakit ini umumnya tidak memengaruhi aktivitas, namun bisa saja merusak kemampuan Anda menghasilkan sperma dan hormon testosteron.

Penis sakit di bagian skrotum ini biasanya akan mereda ketika Anda berbaring. Namun, jika rasa penis sakit tidak hilang dan semakin parah, Anda perlu pergi ke dokter segera.

3. Sakit saat ereksi

Penis sakit saat ereksi umumnya disebabkan kondisi bernama priapismus, yaitu masalah dengan aliran darah yang keluar dari penis saat ereksi, sehingga menyebabkan ereksi berkelanjutan. Padahal ereksi pria yang sehat, darah harus mengalir dua arah.

Hal ini salah satunya dapat terjadi akibat efek dari mencampur obat disfungsi ereksi seperti Viagra atau Cialis dengan obat-obatan seperti kokain atau ekstasi. Kondisi dapat menimbulkan kerusakan permanen, sehingga perlu segera dibawa ke dokter atau ruang gawat darurat.

4. Nyeri tajam pada testis

Rasa nyeri yang tajam dan menusuk pada testis mungkin disebabkan oleh torsio testis. Torsio testis adalah kondisi testis terpelintir yang mengakibatkan aliran darah dan oksigen tidak lancar.

Kondisi ini termasuk kegawatdaruratan yang dapat mengancam nyawa, sehingga perlu perawatan medis segera. Segera hubungi dokter atau ke rumah sakit jika Anda mengalaminya.

Dr. Jon Pryor, ahli urologi dari University of Minnesota mengatakan testis masih dapat berfungsi normal apabila kondisi ini ditangani dalam 4-6 jam. Namun penanganan lebih dari 12 jam berisiko pada pengangkatan testis akibat jaringan yang rusak dan tidak bisa diselamatkan.

5. Sakit di bagian atas skrotum dekat pangkal penis

Penis sakit di sekitar pangkal atau di bagian atas skrotum bisa semakin memburuk dan juga bisa disertai dengan pembengkakan atau kemerahan. Epididimitis umumnya jadi penyebabnya, di mana organ pada testis yang menyimpan sperma ini mengalami infeksi.

Pria berumur 35 tahun atau lebih muda, rentan mengalami infeksi yang disebabkan penyakit kelamin. Sementara, pada pria berusia 35 tahun ke atas, kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Jika Anda mengalami rasa sakit seperti ini, segera periksakan ke dokter.

6. Penis nyeri saat buang air kecil

Penyebab terburuk dari penis sakit saat buang air kecil adalah kanker kandung kemih. Terlebih lagi, jika penis nyeri saat buang air kecil ini disertai dengan urine berdarah. Hal ini juga dapat menyebabkan warna urine tampak seperti berkarat.

Namun, penyebab penis sakit saat buang air kecil yang lebih umum adalah infeksi saluran kemih atau mengalami penyakit kelamin, seperti kencing nanah. Jika kondisi ini Anda alami, segera kunjungi dokter.

Bagaimana cara mencegah penis nyeri atau sakit?

Rasa sakit pada penis dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, salah satu yang paling umum adalah melalui infeksi menular seksual. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa cara mencegah penyakit penis dan organ vital pria lainnya.

  • Melakukan seks aman dengan menggunakan kondom dan menghindari bergonta-ganti pasangan seks.
  • Menjaga kebersihan penis dengan menggunakan sabun dan air secara rutin, maupun setelah atau sebelum berhubungan seksual.
  • Melakukan pemeriksaan kondisi penis dan testis secara rutin.
  • Berhenti merokok dan batasi minum alkohol.
  • Melakukan vaksinasi, terutama vaksin HPV (human papillomavirus) untuk menghindari kanker yang disebabkan oleh virus.
  • Mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang dan berolahraga rutin untuk menjaga berat badan ideal.
  • Menjaga kesehatan mental, jika mengalami gejala depresi, stres, dan gangguan kecemasan segera konsultasi ke dokter atau tenaga ahli.
  • Mengetahui efek konsumsi obat-obatan tertentu, konsultasikan ke dokter apabila pengobatan memengaruhi kesehatan penis.

Segera berkonsultasi ke dokter apabila menemukan perubahan pada kondisi penis Anda. Penanganan dini dapat meminimalisir risiko gangguan yang Anda alami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Penis health: Identify and prevent problems. (2018). Retrieved 21 September 2018, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/mens-health/in-depth/penis-health/art-20046175

Penis Health & Penis Conditions. (2014). Retrieved 21 September 2018, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15666-penis-health

McGurgan, H., & Biggers, A. (2017). Possible Causes of Penis Pain and How to Treat It. Retrieved 21 September 2018, from https://www.healthline.com/health/penis-pain#prevention

Adebowale, T., & Zane, Z. (2017). 8 Kinds of Penis Pain, Explained. Retrieved 21 September 2018, from https://www.menshealth.com/sex-women/a19537923/penis-pains/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x