Cara Mengobati Infeksi Penis Akibat Jamur

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Penis merupakan simbol kegagahan pria, yang memang menjadi organ tubuh penting tersendiri bagi kaumnya. Kesehatan dan kebersihan serta fungsi penis menjadi hal yang harus diperhatikan. Kondisi alat kelamin yang gatal, perih, atau terlihat kemerahan kadang bukan hanya dialami vagina wanita saja, penis pun bisa mengalaminya. Terkadang infeksi penis juga dapat diderita oleh pria. Salah satunya disebabkan oleh jamur yang berkembang biak akibat kurangnya kebersihan yang dijaga. Mari simak artikel di bawah tentang sebab dan cara mengobati penis infeksi akibat jamur.

Gejala dan penyebab infeksi penis

Infeksi jamur (candida) diawali dengan munculnya ruam kemerahan pada penis. Gejala selanjutnya adalah timbul rasa perih, gatal, bahkan muncul bintik merah di ujung penis, yang kemudian diikuti dengan bercak putih di sekitar penis. Bahkan kulit penis bisa terkelupas dan ketika Anda buang air kecil akan terasa sakit dan terbakar.

Pada dasarnya, candida berkembang pesat di kulit yang lembab, berkeringat, dan jarang dibersihkan. Pria yang belum disunat kemungkinan besar berpotensi untuk terkena infeksi jamur. Dalam beberapa kasus, kulit di selubung penis bahkan sampai membengkak dan mengalami luka terbuka akibat infeksi jamur. Selain itu, jamur yang menyebabkan infeksi mudah berkembang pada pria yang memiliki penyakit diabetes. Potensi perkembangbiakan jamur juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap parfum, air yang kotor, bahkan gel sabun mandi yang biasa Anda gunakan sehari-hari.

Cara mencegah dan mengobati infeksi penis

Jamur berkembang biak di tempat yang lembab, seperti lipatan-lipatan kulit pada area yang jarang terkena sinar matahari dan udara. Jadi daerah selangkangan harus tetap bersih dan kering untuk mencegah infeksi jamur. Infeksi jamur selangkangan dapat ditularkan dari orang ke orang, dan bisa menyebabkan iritasi, nyeri atau gatal.

  1. Berikan campuran air dengan antiseptik, lalu basuh dengan kain bersih yang kering. Lakukan hati-hati dan kemudian oleskan krim yang telah diberikan oleh dokter atau apoteker.
  2. Mandi dan bersihkan daerah yang gatal atau perih dengan air hangat setidaknya dua kali sehari. Hati-hati menggosok dan membersihkan daerah kulup, serta batang penis Anda.
  3. Hindari menggunakan sabun wangi, shower gel atau deodoran di seluruh wilayah yang terkena iritasi, karena hal ini dapat menyebabkan iritasi lebih lanjut.
  4. Mencuci tangan sebelum dan setelah buang air untuk mencegah penyebaran infeksi. Tidak dianjurkan berbagi lap atau handuk dengan orang lain.
  5. Jaga daerah penis tetap kering dan bebas dari keringat dan basah lembab untuk mencegah infeksi jamur menyebar luas.
  6. Ganti pakaian sehari, minimal 2 kali sehari agar kuman dari keringat tidak menggerogoti penis Anda.
  7. Beri kompresan es untuk meringankan rasa gatal dan panas pada iritasi. Kompres tidak harus ditempelkan langsung pada kulit daerah yang gatal, kompres di area luar iritasi. Gunakan kain bersih yang telah dicuci menggunakan alkohol atau plastik medis, isi dengan air dingin atau es. Kompres bagian yang terasa tidak nyaman, lakukan secara berkala. Hindari dulu aktivitas seksual dengan pasangan, hal ini hanya akan membuat Anda dan pasangan saling menyebarkan bakteri jamur.
  8. Hindari menggunakan produk yang menyebabkan iritasi. Jika iritasi itu disebabkan dengan penggunaan kondom berbahan lateks, coba gunakan kondom yang berbahan anti alergi untuk kulit sensitif.

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gatal di penis

Atasi Penis Gatal yang Mengganggu dengan Bahan Alami atau Obat Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit