Mendengkur atau ngorok yang dialami seseorang saat tidur memang umumnya tak perlu dikhawatirkan. Meski begitu, kondisi ini tak bisa diabaikan karena penyebab ngorok juga bisa berasal dari masalah kesehatan.
Apakah kebiasaan ngorok Anda merupakan salah satu yang perlu dikhawatirkan dan segera diatasi? Cari tahu jawabannya melalui informasi berikut.
Proses terjadinya mengorok
Secara umum, mendengkur disebabkan oleh menyempitnya saluran pernapasan saat tidur. Ketika tidur, otot di tenggorokan, termasuk lidah memang akan mengendur sehingga jatuh ke belakang dan membuat jalan keluarnya udara menyempit.
Penyempitan itu membuat udara memberikan tekanan lebih besar agar bisa keluar dari tenggorokan. Tekanan tersebut kemudian akan menimbulkan getaran di saluran pernapasan saat tidur sehingga menimbulkan suara dengkuran.
Semakin sempit saluran udara, semakin besar pula tekanan yang dibutuhkan untuk mengeluarkannya sehingga suara ngorok akan terdengar makin nyaring.
Penyebab mendengkur saat tidur

Meskipun menyempitnya saluran udara di tenggorokan saat tidur merupakan proses alami, tidak semua orang mendengkur saat tidur.
Ngorok lebih umum dialami oleh pria (44%) dibandingkan wanita (28%), tepatnya mereka yang berusia pada kisaran 30–60 tahun.
Berikut adalah beberapa penyebab lain kenapa orang ngorok saat tidur.
1. Anatomi tubuh
Cleveland Clinic menyebutkan bahwa anatomi tubuh seseorang bisa membuatnya sering mendengkur saat tidur.
Sebagai contoh, kelenjar adenoid, amandel, atau lidah yang besar dapat mempersulit udara mengalir melalui mulut sehingga menimbulkan getaran jaringan di sekitarnya. Getaran inilah yang menimbulkan dengkuran.
Seseorang yang punya langit-langit mulut lebih rendah atau tebal juga cenderung lebih mudah ngorok.
2. Kelebihan berat badan
Seseorang yang kelebihan berat badan atau obesitas cenderung memiliki jaringan ekstra di bagian belakang tenggorokan.
Kondisi tersebut dapat mempersempit saluran napas sehingga kemungkinan ngorok saat tidur lebih besar.
Penumpukan lemak di bagian tengah tubuh mungkin juga menekan tulang rusuk dan paru-paru sehingga membuat tekanan napas saat tidur makin berat.
3. Usia
Seperti yang disebut di atas, usia menjadi salah satu faktor penyebab seseorang mudah mendengkur saat tidur. Pasalnya, kekuatan otot di saluran pernapasan mungkin ikut mendengkur seiring bertambahnya usia.
Otot saluran pernapasan yang kendur akan lebih rentan bergetar ketika dilalui oleh aliran udara. Inilah alasan mengapa orang tua lebih sering mendengkur.
Meski jarang terjadi, anak-anak bisa mendengkur. Jika hanya terjadi sesekali, kondisi ini tidak membahayakan. Bicarakan dengan dokter apabila anak terus mendengkur.
4. Masalah pernapasan
Hidung tersumbat akibat pilek, alergi, atau sinusitis bisa membuat Anda sulit bernapas karena menyebabkan peradangan di tenggorokan dan hidung.
Alhasil, kondisi tersebut dapat menghambat aliran udara keluar dari hidung dan menimbulkan suara ngorok saat tidur. Saat hidung tersumbat, kecepatan bernapas pun memang cenderung menurun.
5. Efek samping obat-obatan
Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menjadi salah satu penyebab mendengkur saat tidur.
Sebagai contoh, obat penenang, seperti lorazepam dan diazepam bisa memberikan efek berupa merilekskan otot di kerongkongan sehingga jalur pernapasan menyempit.
6. Konsumsi rokok dan alkohol
Jika Anda aktif merokok dan minum alkohol, hentikanlah kebiasaan tersebut agar kebiasaan mendengkur saat tidur bisa hilang.
Rokok dan alkohol sama-sama bisa mengendurkan otot yang mendukung kinerja saluran pernapasan. Ketika kinerja saluran pernapasan tidak optimal, risiko Anda mendengkur akan meningkat.
Rokok juga bisa menimbulkan iritasi di saluran pernapasan. Kondisi ini akan meningkatkan produksi lendir yang menambah penyempitan saluran pernapasan.
7. Obstructive sleep apnea (OSA)

Berbagai studi, seperti yang ada dalam Saudi Medical Journal menyebutkan bahwa mendengkur bisa menjadi salah satu tanda seseorang memiliki obstructive sleep apnea (OSA).
Obstructive sleep apnea adalah kondisi ketika saluran pernapasan Anda tersumbat saat tidur sampai membuat henti napas selama sekitar 10 detik. Kondisi ini bisa berulang puluhan kali saat tidur.
Saluran pernapasan yang tersumbat tentu saja membuat aliran udara terhambat. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan dengkuran.
8. Posisi tidur
Tahukah Anda bahwa posisi tidur bisa menjadi penyebab mendengkur? Laman Mayo Clinic menyebutkan bahwa efek gravitasi saat tidur telentang bisa menyempitkan saluran napas sehingga menimbulkan dengkuran.
Karena itulah, coba ganti posisi tidur Anda menjadi miring dan posisikan kepala Anda sedikit lebih tinggi dari biasanya.
Dengan berbagai penyebabnya, cara mengatasi ngorok pun bisa beragam. Bicarakan dengan dokter untuk tahu penyebab pasti kebiasaan ngorok Anda sehingga perawatannya bisa disesuaikan.
Kesimpulan
- Otot-otot di sekitar tenggorokan yang mengendur saat tidur akan mempersempit saluran pernapasan. Alhasi, udara membutuhkan tekanan ekstra untuk keluar. Tekanan ini menyebabkan getaran yang kemudian menghasilkan suara.
- Pria, seseorang yang lebih tua, dan seseorang yang obesitas lebih berisiko mendengkur saat tidur.
- Ngorok juga bisa disebabkan beberapa gangguan kesehatan, seperti masalah pada saluran pernapasan dan obstructive sleep apnea.
[embed-health-tool-heart-rate]