backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

Sering Tidak Bisa Tidur Karena Cemas? Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 06/11/2023

Sering Tidak Bisa Tidur Karena Cemas? Ini Cara Mengatasinya

Selain mengganggu produktivitas, rasa cemas sering kali juga membuat seseorang yang mengalaminya tidak bisa tidur pada malam hari. 

Kecemasan sebenarnya merupakan hal yang normal dan dapat dialami oleh setiap orang. Namun, jika kecemasan sudah menyebabkan gangguan tidur maupun masalah kesehatan lainnya, Anda perlu segera mencari solusinya.

Kenapa seseorang tidak bisa tidur karena cemas?

Salah satu dampak paling umum dari rasa cemas yang berlarut-larut adalah sulit tidur. Ini karena ketika Anda cemas, otak Anda akan berada dalam mode fight-or-flight.

Hal tersebut menyebabkan peningkatan detak jantung, sesak napas, hingga ketegangan otot. Kondisi inilah yang membuat tubuh Anda sulit untuk rileks dan tertidur.

Kecemasan dan masalah tidur memang dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Saat Anda tidak bisa tidur karena cemas, kecemasan tersebut bisa bertambah besar pada keesokan harinya.

Selain mengurangi waktu tidur, cemas juga bisa membuat kualitas tidur Anda menjadi lebih buruk. Kondisi ini dikenal dengan bidirectional comorbidity atau komorbiditas dua arah.

Meski awalnya hanya membuat Anda sulit tidur, kecemasan yang tidak segera diatasi juga bisa meningkatkan risiko insomnia. Itulah sebabnya kecemasan identik sebagai salah satu gejala insomnia. 

Lebih lanjut, Sleep Foundation menyebutkan bahwa kecemasan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami mimpi buruk.

Saat mengalami mimpi buruk, kualitas tidur bisa terganggu atau bahkan membuat Anda terbangun dan kesulitan untuk tertidur kembali.

Cara mengatasi tidak bisa tidur karena cemas

penyebab insomnia penyebab tidak bisa tidur, penyebab susah tidur

Berikut ini adalah berbagai berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kecemasan menjelang waktu tidur, mulai dari perawatan rumahan hingga melibatkan bantuan profesional.

1. Buatlah suasana kamar tidur Anda senyaman mungkin

Kondisi kamar yang tidak nyaman bisa meningkatkan stres dan kecemasan sebelum tidur.

Jadi, buatlah suasana kamar tidur Anda senyaman dan setenang mungkin sehingga tubuh Anda cepat merasa rileks dan mudah terlelap.

Selain dengan mengatur pencahayaan, Anda juga bisa menyesuaikan suhu kamar dan memilih kasur yang tepat agar suasana tempat tidur menjadi lebih nyaman.

2. Lakukan teknik relaksasi

Kecemasan cukup erat kaitannya dengan stres. Saat stres, Anda bisa mengatasinya dengan menerapkan teknik relaksasi.

Relaksasi dapat dilakukan dengan berbagai hal, mulai dari mendengarkan musik untuk gangguan tidur, meditasi sebelum tidur, hingga melakukan teknik pernapasan.

Lakukan berbagai teknik relaksasi tersebut secara rutin untuk mengatasi tidak bisa tidur karena cemas.

Tahukah Anda?

Tidur lebih baik dilakukan dengan lampu mati. Namun, jika Anda tidak bisa melakukannya, mulailah dengan mengurangi pencahayaan dengan memanfaatkan lampu tidur.

3. Buat jadwal tidur

cara mengobati insomnia secara alami

Membuat jadwal tidur merupakan salah satu langkah awal agar Anda bisa memiliki waktu tidur yang cukup. Maka, usahakan untuk selalu tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.

Saat membuat jadwal tidur, pastikan bahwa kebutuhan waktu tidur malam selama minimal tujuh jam setiap hari dapat terpenuhi.

4. Rutin olahraga

Cara lain untuk mengatasi tidak bisa tidur karena cemas adalah dengan rutin berolahraga. Mengutip situs Kementerian Kesehatan RI, reaksi tubuh saat olahraga menyerupai reaksi tubuh saat menghadapi stres.

Dengan rutin berolahraga, tubuh Anda akan belajar untuk menghadapi reaksi tersebut sehingga Anda bisa mengatasi stres dengan lebih baik.

5. Terapi perilaku kognitif (CBT)

Pada terapi perilaku kognitif (cognitive behavioural therapy/CBT), seorang terapis akan membantu Anda mengolah pemikiran negatif yang menyebabkan kecemasan berlebih.

CBT mungkin tidak langsung memberikan hasil pada pertemuan pertama. Maka dari itu, selalu ikuti jadwal terapi dari ahli terapis Anda.

6. Pemberian obat

Jika kecemasan Anda terjadi secara terus-menerus, dokter mungkin meresepkan obat-obatan anticemas, beta-blocker, atau antidepresan.

Selama memberikan obat anticemas, dokter mungkin juga akan memberikan Anda obat tidur agar Anda bisa tidur dengan cukup.

Pastikan Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut secara rutin sesuai anjuran. Jangan mengubah dosis atau berhenti minum obat tanpa sepengetahuan dokter.

Wajar bagi setiap orang untuk mengalami kecemasan. Namun, jika rasa cemas sudah menyebabkan sulit tidur atau insomnia, penting untuk segera mencari solusinya.

Jangan pernah menyepelekan kurang tidur di malam hari karena kondisi ini juga bisa memperburuk kesehatan fisik dan mental Anda secara keseluruhan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 06/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan