backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Perbedaan Pneumonia dan TBC yang Perlu Diketahui

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Perbedaan Pneumonia dan TBC yang Perlu Diketahui

Mungkin masih banyak yang mengira bahwa pneumonia dan TBC merupakan penyakit yang sama. Padahal, pneumonia dan TBC merupakan penyakit yang beda. Seperti halnya pneumonia dan paru-paru basah, ada beberapa perbedaan antara pneumonia dan TBC.

Pneumonia dan TBC memiliki perbedaan signifikan dalam penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan. Bahkan, kedua kondisi ini bisa terjadi secara bersamaan di dalam paru-paru. Ketahui apa saja perbedaannya di bawah ini.

Perbedaan penyebab pneumonia dan TBC

Pneumonia dan tuberkulosis (TBC) adalah dua jenis gangguan pernapasan akibat infeksi yang menyerang paru-paru.

Meski sama-sama akibat infeksi, mikroorganisme yang menjadi penyebab pneumonia dan TBC berbeda.

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme, di antaranya bakteri (seperti Streptococcus pneumoniae), virus (misalnya influenza), jamur, atau parasit.

Infeksi ini menyebabkan peradangan pada alveoli (kantung udara) di satu atau kedua paru-paru. Kantung udara ini bisa terisi dengan cairan atau nanah.

Penyebab pneumonia dapat menular melalui droplet pernapasan, kontak langsung, atau melalui darah, tergantung jenis penyebabnya.

Sementara itu, tuberkulosis (TBC) disebabkan oleh bakteri spesifik yang dikenal sebagai Mycobacterium tuberculosis.

Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri yang tumbuh lambat dan memiliki dinding sel yang tebal, yang membuatnya tahan terhadap beberapa pengobatan dan desinfektan.

Bakteri ini dapat hidup dalam tubuh manusia dalam keadaan laten (tidak aktif) selama bertahun-tahun sebelum menjadi aktif dan menyebabkan gejala.

TBC paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga dapat memengaruhi bagian tubuh lain seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Penularan infeksi ini bisa terjadi melalui udara, misalnya ketika seseorang dengan TBC paru aktif batuk, bersin, atau bahkan berbicara, sehingga melepaskan droplet kecil yang mengandung bakteri.

Perbedaan gejala pneumonia dan TBC

batuk pilek asma

Pneumonia biasanya memiliki gejala yang cepat dan akut.

Gejala pneumonia dapat bervariasi tergantung pada penyebab infeksi, tetapi yang umum meliputi berikut ini.

  • Demam tinggi dan mendadak.
  • Batuk berdahak yang mungkin berwarna.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Kelelahan dan lemah.
  • Berkeringat banyak, terutama pada malam hari.
  • Kehilangan nafsu makan bisa terjadi, tetapi tidak selalu menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan.
  • Mual atau muntah.

Meski bisa menyebabkan sesak napas, pneumonia berbeda dari penyakit asma yang umumnya juga ditandai dengan sesak napas.

Sebaliknya, gejala TBC umumnya berkembang lebih lambat, tetapi terjadi secara kronis.

Gejala TBC mungkin lebih ringan dan berlangsung lebih lama, dan sering kali dapat memburuk secara bertahap. Gejalanya dapat mencakup berikut ini.

  • Batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu.
  • Batuk berdarah.
  • Nyeri dada.
  • Demam ringan yang berkepanjangan, terutama malam hari.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Kelelahan.
  • Penurunan berat badan yang signifikan.

Perbedaan pengobatan pneumonia dan TBC

pneumonia

Pneumonia dan TBC memerlukan pengobatan yang berbeda karena penyebab dan gejala penyakit yang juga berbeda, seperti yang telah dijelaskan di atas.

Pengobatan pneumonia tergantung pada penyebabnya (bakteri, virus, atau jamur) dan tingkat keparahan gejalanya.

Di antaranya, obat antibiotik jika penyebabnya bakteri, antivirus jika virus, dan antijamur jika akibat jamur.

Biasanya, pengobatan dan pengawasan medis untuk kondisi ini cukup singkat, yaitu 5—10 hari.

Sementara itu, pengobatan TBC jauh lebih kompleks dan memerlukan langkah yang panjang dengan beberapa obat.

Hal ini untuk memastikan tidak adanya bakteri yang tersisa di dalam tubuh dan mencegah resistensi obat.

Pada kondisi ini, obat TBC selalu menggunakan kombinasi beberapa antibiotik spesifik, seperti isoniazid, rifampisin, pyrazinamide, dan ethambutol.

Untuk durasi pengobatannya, menurut Mayo Clinic, TBC perlu ditangani cukup lama, umumnya 4—9 bulan atau lebih. Ini terutama untuk TBC resisten obat.

Maka dari itu, TBC memerlukan pengawasan ketat dan sering kali terapi pengawasan langsung (directly observed therapy/DOT) untuk memastikan kepatuhan penggunaan obat.

Perbedaan pencegahan pneumonia dan TBC

memakai masker

Pencegahan pneumonia melibatkan berbagai cara untuk mengurangi risiko infeksi dari berbagai mikroorganisme penyebabnya, termasuk bakteri, virus, dan jamur.

Tersedia beberapa jenis vaksinasi pneumonia yang bisa membantu mencegah penularan penyebabnya, di antaranya vaksin pneumokokus, vaksin influenza, dan vaksin Hib.

Selain itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan tubuh dengan mencuci tangan secara rutin, serta menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin.

Upaya tersebut juga perlu disertai dengan mendorong gaya hidup sehat dan menghindari kontak dengan orang sakit.

Sementara itu, pencegahan TBC lebih difokuskan pada strategi untuk mengurangi penularan bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Sebagai upaya pencegahan yang utama, vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) dapat diberikan kepada bayi dan anak-anak di banyak negara dengan tingkat TBC tinggi.

Meskipun tidak sepenuhnya efektif dalam mencegah TBC paru pada orang dewasa, vaksin ini dapat mencegah bentuk TBC yang lebih parah pada anak-anak, seperti TBC milier dan meningitis TBC.

Untuk memastikan tidak terjadi penularan, penderita TBC perlu menjalani tes dan pengobatan infeksi laten untuk mencegah TBC aktif.

Jika terbukti telah mengalami TBC aktif, maka penderita wajib isolasi dan menggunakan masker saat harus bertemu dengan orang lain.

Memahami perbedaan antara pneumonia dan TBC penting untuk diagnosis yang tepat dan pengobatan yang efektif, serta untuk langkah-langkah pencegahan yang sesuai.

Lebih bahaya pneumonia atau TBC?

Pneumonia akut yang berat memiliki potensi kematian yang tinggi dalam jangka pendek, terutama pada pasien rentan dan tanpa pengobatan cepat, sedangkan TBC memiliki tingkat kematian yang tinggi jika tidak diobati, tetapi prosesnya lebih lambat dibanding pneumonia akut. Namun, pneumonia yang diobati tepat waktu biasanya sembuh tanpa komplikasi jangka panjang. Sementara itu, TBC dapat meninggalkan dampak jangka panjang, termasuk kerusakan paru-paru dan peningkatan risiko komplikasi kronis.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan