Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Berbagai Cara Menghilangkan Cegukan, Mulai dari yang Alami Hingga Pakai Obat

    Berbagai Cara Menghilangkan Cegukan, Mulai dari yang Alami Hingga Pakai Obat

    Anda pasti pernah mengalami cegukan. Entah saat sedang makan, minum, atau tiba-tiba saja tanpa penyebab yang jelas, cegukan muncul tanpa diundang. Meski bisa hilang sendiri tanpa minum obat, tentu tak nyaman rasanya mengalami cegukan. Lantas, bagaimana cara menghilangkan cegukan yang paling ampuh? Ikuti tips-tips di bawah ini!

    Cara menghilangkan cegukan dengan alami dan cepat

    Cegukan terjadi ketika ada kejang pada diafragma, yaitu otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut. Kejang pada diafragma menyebabkan udara masuk menuju paru-paru secara mendadak, sehingga katup pada kerongkongan pun menutup dengan cepat. Hal inilah yang menimbulkan suara hik saat Anda sedang cegukan.

    Terdapat banyak penyebab terjadinya cegukan, mulai dari makan terlalu banyak, perubahan suhu secara tiba-tiba, kondisi emosional, hingga penyakit tertentu. Cegukan tentu menyebabkan Anda merasa tidak nyaman dan kelelahan.

    Untungnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah untuk menghilangkan cegukan, seperti:

    1. Menahan napas

    latihan pernapasan

    Menahan napas sudah menjadi salah satu cara paling populer untuk menghilangkan cegukan. Caranya pun mudah, Anda bisa menarik napas sedalam mungkin dan menahannya selama 10-20 detik, kemudian embuskan perlahan.

    Selain itu, Anda juga bisa melakukan teknik pernapasan tertentu. Cobalah menarik napas selama 5 detik dan mengembuskannya selama 5 detik pula. Ulangi kedua metode tersebut hingga cegukan menghilang.

    2. Menekan diafragma

    Anda juga bisa mencoba menghilangkan cegukan dengan cara menekan diafragma. Diafragma Anda terletak di antara perut dan dada. Cara ini dipercaya dapat membantu diafragma lebih rileks. Namun, hindari menekan terlalu keras karena bisa berdampak fatal.

    3. Menutup hidung

    hidung mampet sebelah

    Menutup hidung juga menjadi salah satu cara yang lumrah digunakan untuk menghilangkan cegukan. Caranya, tutuplah hidung Anda sambil minum air putih sampai cegukan mereda.

    4. Bernapas dengan kantong kertas

    cara menghilangkan cegukan obat cegukan

    Siapkan kantong kertas kosong yang cukup kuat. Tempelkan leher kantong kertas ke mulut dan hidung Anda, jangan ke seluruh wajah. Pastikan mulut dan hidung Anda sudah tertutupi oleh kantong kertas. Kemudian, bernapaslah dalam kantong tersebut.

    Tanpa disadari, lama-lama Anda akan menghirup karbon dioksida. Otot-otot diafragma yang tadinya berkontraksi pun akan melemas kembali. Anda sebaiknya tidak menggunakan kantong plastik karena justru akan menempel di mulut dan hidung ketika mengambil napas.

    5. Duduk memeluk lutut

    duduk menekuk lutut cara menghilangkan cegukan obat cegukan

    Cara lain yang bisa Anda coba untuk menghilangkan cegukan adalah duduk memeluk lutut. Pertama, duduklah dengan posisi kaki ditekuk. Peluklah lutut Anda sambil mencondongkan badan ke depan seperti akan meringkuk.

    Tahan posisi ini selama kira-kira 2 menit. Posisi ini akan memberikan tekanan pada area diafragma agar udara yang terjebak bisa keluar.

    6. Minum air atau makan makanan tertentu

    tips puasa sehat

    Beberapa cara di bawah juga dinilai efektif menghentikan cegukan, seperti:

    • Kumur air dingin
    • Minum air dengan posisi tubuh membungkuk
    • Menelan sesendok gula pasir
    • Teteskan sedikit cuka di mulut
    • Minum segelas air dingin dengan perlahan
    • Minum segelas air hangat tanpa berhenti hingga habis
    • Letakkan irisan lemon di lidah, lalu isap seperti permen

    Cara menghilangkan cegukan dengan obat-obatan

    minum obat dengan air dingin

    Umumnya, cegukan hanya berlangsung sebentar, atau bisa segera diatasi dalam beberapa menit. Namun faktanya, cegukan bisa berlangsung selama 48 jam bahkan lebih. Cegukan yang berlangsung lama bisa menyebabkan Anda kelelahan, kurang tidur, dan berat badan berkurang.

    Jika beberapa cara sederhana tidak bisa mengatasi cegukan Anda, sebaiknya kunjungi dokter supaya ia bisa membantu sekaligus mengecek apakah cegukan ini merupakan tanda dari kondisi medis lain. Biasanya ada beberapa obat resep dokter yang dapat digunakan untuk menghentikan cegukan, seperti:

    1. Chlorpromazine

    Chlorpromazine adalah satu-satunya obat yang disetujui Food and Drug Administration (FDA) untuk mengatasi cegukan. Obat ini termasuk dalam golongan antipsikotik, yang lebih umum diresepkan untuk pengidap masalah mental.

    Menurut sebuah artikel dari British Journal of General Practice, pemberian chlorpromazine sebanyak 25-50 mg melalui suntikan bekerja efektif mengatasi 80% kasus cegukan persisten.

    2. Obat antikejang (antikonvulsan)

    Cara lain dari dokter untuk menghilangkan cegukan adalah dengan meresepkan obat antikejang atau antikonvulsan. Beberapa jenis obat antikonvulsan yang sering diresepkan dokter adalah gabapentin dan asam valproat.

    3. Metoclopramide

    Metoclopramide adalah obat gastroprokinetik yang umum diberikan sebagai obat masalah pencernaan. Metoclopramide juga merupakan salah satu obat yang diresepkan sebagai salah satu cara menghilangkan cegukan terus-menerus pada pengidap kanker atau tumor.

    4. Baclofen

    Obat lainnya yang dapat mengurangi cegukan adalah baclofen. Dokter biasanya akan meresepkan satu obat untuk beberapa minggu. Dalam waktu tersebut dokter Anda dapat meningkatkan dosis Anda secara bertahap untuk mengatasi cegukan Anda. Dosisnya akan diturunkan perlahan sampai Anda bisa berhenti menggunakan obat.

    Namun, jika Anda mengalami cegukan lagi setelah dosisnya diturunkan atau pengobatan Anda berhenti, dokter akan merekomendasikan agar dosis Anda kembali ditingkatkan atau mengulangi pengobatan.

    Semua obat yang digunakan untuk menghilangkan cegukan dapat menimbulkan efek samping. Jadi pastikan Anda bertanya pada dokter tentang efek samping apa yang bisa timbul dan Anda rasakan, sebelum memulai pengobatan.


    Lawan COVID-19 bersama!

    Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Hiccups – Mayo Clinic. (2017). Retrieved September 4, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiccups/symptoms-causes/syc-20352613 

    What causes hiccups? – Harvard Health Publishing. (2018). Retrieved September 4, 2020, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/what-causes-hiccups 

    Hiccups: Management and Treatment – Cleveland Clinic. (2017). Retrieved September 4, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17672-hiccups/management-and-treatment 

    Things you can do yourself to stop or prevent hiccups – NHS. (2020). Retrieved September 4, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/hiccups/ 

    I can’t stop hiccupping — Help! – Columbia University in the City of New York. (2015). Retrieved September 4, 2020, from https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/i-cant-stop-hiccupping-—-help 

    Woelk, CJ. (2011). Managing hiccups. Canadian Family Physician. 57, 672-675

    Polito, N. B., & Fellows, S. E. (2017). Pharmacologic Interventions for Intractable and Persistent Hiccups: A Systematic Review. The Journal of emergency medicine, 53(4), 540–549. https://doi.org/10.1016/j.jemermed.2017.05.03 

    Chang, F. Y., & Lu, C. L. (2012). Hiccup: mystery, nature and treatment. Journal of neurogastroenterology and motility, 18(2), 123–130. https://doi.org/10.5056/jnm.2012.18.2.123

    Quiroga, J., García, J., & Guedes, J. (2016). Hiccups: a common problem with some unusual causes and cures. British Journal Of General Practice, 66(652), 584-586. https://doi.org/10.3399/bjgp16X687913

    Cole, JA., Plewa, MC. (2020). Singultus (Hiccups). StatPearls.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Perdana Diperbarui Jul 21, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: