home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Adenoma Bronkus

Apa itu adenoma bronkus?|Apa saja tanda-tanda dan gejala adenoma bronkus?|Apa penyebab dan faktor risiko adenoma bronkus?|Bagaimana adenoma bronkus didiagnosis?|Bagaimana bronkus adenoma diobati?|Apa gaya hidup yang bisa membantu meringankan bronkus adenoma?
Adenoma Bronkus

Apa itu adenoma bronkus?

Adenoma bronkus adalah salah satu jenis tumor di trakea atau bronkus (jalan udara yang membawa udara ke paru-paru) yang biasanya menghambat saluran pernapasan Anda.

Istilah adenoma bronkus disebut keliru karena “adenoma” berarti tumor non-kanker. Padahal, sebagian besar adenoma bronkus bersifat ganas atau kanker.

Kini, penyakit adenoma bronkus bisa juga disebut dengan tumor karsinoid bronkial. Tumor ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya (dengan pengecualian adenoma kelenjar lendir).

Dikutip dari jurnal Lung India, adenoma bronkus adalah jenis kanker paru-paru yang sangat jarang terjadi atau langka.

Meskipun begitu, perkembangan penyakit ini tergolong lambat dan bisa diatasi. Oleh karena itu, segera hubungi dokter jika Anda merasa mengalami tanda-tanda dan gejalanya.

Apa saja tanda-tanda dan gejala adenoma bronkus?

Orang yang mengalami adenoma bronkus mungkin tidak menunjukkan tanda atau gejala apa pun. Namun, beberapa tanda dan gejala umum dari adenoma bronkus yang perlu Anda waspadai termasuk:

  • darah dalam dahak,
  • batuk,
  • mengi (napas berbunyi seperti siulan lirih atau ngik-ngik),
  • berkali-kali kena pneumonia,
  • pneumonia yang tidak sembuh-sembuh,
  • batuk yang tidak sembuh-sembuh hingga enam minggu lebih,
  • dan kolaps paru.

Gejala lain yang jarang terjadi, tapi bisa menandakan adenoma bronkus adalah kulit memerah atau merona.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Apa penyebab dan faktor risiko adenoma bronkus?

Dokter dan para ahli belum menemukan penyebab pasti adenoma bronkus. Diduga, faktor genetik berperan kuat sebagai penyebab kanker ini.

Faktor risiko

Ada beberapa faktor risiko adenoma bronkus, di antaranya:

  • genetik (keturunan atau bawaan),
  • memiliki neoplasia endokrin multiple tipe 1,
  • dan pernah menjalani terapi radiasi (atau terpapar radiasi) pada bagian kepala dan leher.

Bagaimana adenoma bronkus didiagnosis?

Dokter mungkin menjalankan pemeriksaan-pemeriksaan berikut ini untuk mendapatkan diagnosis.

  • Biopsi untuk mengambil sebagian kecil jaringan bronkus. Sampel kemudian diperiksa di laboratorium guna memastikan apakah kanker atau bukan.
  • Rontgen atau sinar-X untuk melihat citra tubuh bagian dalam, seperti adanya tumor di paru-paru.
  • MRI, atau magnetic resonance imaging, untuk melihat organ dan struktur dalam tubuh. Pemindaian ini berguna untuk melihat seberapa besar ukuran tumornya.

Dokter juga mungkin meminta Anda untuk melakukan pemindaian lainnya untuk memantau perkembangan tumor.

Bagaimana bronkus adenoma diobati?

Pengobatan kondisi ini tergantung dari:

  • jenis dan tahap stadium kanker,
  • usia pasien,
  • kondisi kesehatan pasien secara umum,
  • hingga pilihan pasien dan keluarganya.

Dikutip dari American Cancer Society, ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kanker ini.

1. Operasi

Pembedahan atau operasi adalah pengobatan utama untuk adenoma bronkus.

Spesialis bedah akan mengangkat kanker dan jaringan-jaringan di sekitarnya. Nodul limfa di sekitar tumor juga mungkin diangkat supaya tumor tidak menyebar.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi juga bisa jadi pilihan untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini juga bisa dilakukan setelah Anda menjalani operasi pengangkatan tumor.

Namun, radiasi bisa memberikan efek samping, seperti:

  • lemas,
  • kulit yang diradiasi memerah,
  • sakit tenggorokan,
  • batuk,
  • hingga napas terengah-engah.

3. Obat-obatan kemoterapi

Kemoterapi juga bisa membunuh sel kanker dalam tubuh. Anda bisa mendapatkan lewat suntikan infus atau obat minum (tapi obat kemoterapi minum masih sangat jarang di Indonesia).

Jika kankernya sudah menyebar ke mana-mana, Anda mungkin menjalani kemoterapi bersama dengan pengobatan lainnya.

Pilihan lainnya adalah Anda baru akan menjalani kemoterapi setelah operasi pengangkatan tumor. Perlu diketahui, efek samping kemoterapi, antara lain:

  • lemas,
  • mual dan muntah,
  • rambut rontok,
  • hilang nafsu makan,
  • diare,
  • hingga rentan kena infeksi.

4. Pilihan pengobatan lainnya

Selain yang telah disebutkan di atas, berikut ini adalah pilihan pengobatan lainnya yang mungkin direkomendasikan dokter untuk mengatasi bronkus adenoma.

  • Imunoterapi untuk mendorong kerja sistem kekebalan tubuh (imun) dalam mendeteksi dan menghancurkan sel-sel kanker.
  • Terapi target akan menyasar protein atau gen tertentu yang memengaruhi perkembangan kanker. Itulah yang akan dihancurkan guna mencegah penyebaran kanker lebih jauh.

Setelah rampung menjalani pengobatan, Anda harus tetap melakukan konsultasi ke dokter secara teratur.

Anda juga perlu melaporkan setiap gejala atau masalah baru, karena itu mungkin disebabkan oleh penyebaran atau kembalinya kanker.

Hal yang perlu diperhatikan bagi pejuang kanker

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebagai pejuang kanker paru-paru langka ini.

  • Pengobatan kanker bisa menguras tenaga, emosi, dan perasaan. Bicarakan dengan orang-orang terdekat, dokter, perawat, dan tim ahli Anda soal apa yang Anda rasakan.
  • Terapis, psikolog, atau konselor bisa membantu Anda menghadapi gejolak emosi selama pengobatan.
  • Anda juga bisa mencari komunitas penyintas kanker atau kelompok yang sedang berjuang melawan kanker untuk saling berbagi pengalaman serta dukungan mental.

Apa gaya hidup yang bisa membantu meringankan bronkus adenoma?

Para penyintas kanker jenis ini dapat mengalami sejumlah masalah kesehatan ketika mereka masih dalam perawatan. Masalah kesehatan yang dimaksud termasuk menghadapi kanker lagi.

Selain kekambuhan, penyintas kondisi ini juga bisa mengalami kanker baru yang tidak terkait dengan kondisinya kini. Ini disebut juga kanker kedua.

Untuk mencegah kondisi-kondisi di atas, sekaligus menjaga kesehatan penyintas kanker secara umum, langkah yang bisa Anda lakukan adalah:

  • berhenti merokok,
  • menjaga berat badan ideal,
  • mengonsumsi makanan bergizi,
  • dan jauhi alkohol.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bora, M., & Vithiavathi, S. (2012). Primary bronchial carcinoid: A rare differential diagnosis of pulmonary koch in young adult patient. Lung India, 29(1), 59. doi: 10.4103/0970-2113.92366

Carcinoid Tumors of the Lungs: Symptoms, Causes, Tests & Treatment. (2021). Retrieved 29 June 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14783-carcinoid-tumors-of-the-lungs

NCI Dictionary of Cancer Terms. (2021). Retrieved 29 June 2021, from https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/bronchial-adenoma

Lung Cancer Types. (2021). Retrieved 29 June 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/lung-cancer/lung-cancer-types

What Are Lung Carcinoid Tumors?. (2021). Retrieved 29 June 2021, from https://www.cancer.org/cancer/lung-carcinoid-tumor/about/what-is-lung-carcinoid-tumor.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.