Selain Sesak Napas, Ini Kegunaan dan Manfaat Nebulizer untuk Batuk Pilek

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Nebulizer merupakan jenis alat yang memiliki fungsi seperti inhaler untuk mengubah dan memasukkan obat berbentuk cairan di dalamnya langsung ke saluran pernapasan. Lebih lengkapnya, berikut manfaat dan cara kerja dari nebulizer dalam membantu gangguan pernapasan anak terutama saat mengalami batuk dan pilek.

Manfaat nebulizer dalam membantu batuk dan pilek

nebulizer

Alat nebulizer untuk membantu kondisi pernapasan memang lebih sering digunakan oleh pengidap asma. Namun, ternyata alat ini dapat juga digunakan untuk membantu meredakan masalah batuk dan pilek.

Berdasarkan sebuah studi yang dilansir dari U.S. National Library of Medicine, penggunaan nebulizer juga bisa bermanfaat untuk membantu mengatasi batuk. Nebulizer menjadi salah satu pilihan pengobatan terutama ketika jenis pengobatan lain sudah tidak efektif.

Ketika mengidap masalah pada pernapasan, pengobatan yang dihirup atau berupa semprotan dapat membantu membersihkan saluran napas untuk meredakan gejala yang dialami.

Batuk dan pilek berhubungan dengan lendir yang menumpuk di rongga pernapasan. Untuk itu, manfaat dari anak menggunakan nebulizer adalah mengontrol penumpukan lendir atau dahak sehingga batuk dan pilek bisa berkurang.

Faktor lain yang membuat nebulizer dapat membantu batuk dan pilek adalah jenis obat yang digunakan. Dilansir dari British Lung Foundation, berikut beberapa obat yang dapat digunakan dengan alat nebulizer:

  • Bronkodilator yang membantu membuka atau memperlebar saluran pernapasan
  • Larutan garam hipertonik (larutan air garam kelas medis) yang mengurangi kekentalan lendir di saluran udara dan membuatnya lebih mudah untuk dikeluarkan
  • Antibiotik untuk mengobati dan mencegah infeksi

Cara kerja dan pemakaian nebulizer

Berbeda dengan inhaler yang dihisap melalui mulut, nebulizer tersedia dalam berbagai bentuk, seperti masker dengan oksigen, tekanan udara, atau mesin ultrasonik. Nebulizer dengan mesin ultrasonik tergolong mahal dan biasanya hanya digunakan di rumah sakit saja atau sering digunakan juga oleh orang yang tidak bisa menggunakan inhaler dengan dosis tertentu, misalnya bayi, anak kecil, dan pengidap asma parah.

Sebagai tambahan informasi, menurut Nationwide Children’s Hospital, nebulizer dengan masker biasanya digunakan untuk anak usia di bawah 6 tahun. Mouthpiece atau alat yang dimasukan dalam mulut biasanya digunakan pada anak usia 6 tahun ke atas.

Anak yang sedang menggunakan nebulizer harus berada dalam posisi duduk tegak untuk membantu ia lebih mudah menghirup dan menghela napas. Pastikan si kecil berada dalam posisi tersebut selama kurang lebih 15 menit agar bisa mendapat manfaat dari obat yang diaplikasikan melalui nebulizer ini.

Apabila Anda kesulitan ketika mengajak anak untuk mendapat pengobatan menggunakan nebulizer, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Jadikan penggunaan nebulizer sebagai rutinitas agar anak terbiasa dan tahu kapan waktu untuk melakukannya
  • Lakukan sambil menonton
  • Biarkan si kecil mendekorasi nebulizer seperti dengan stiker dari karakter yang ia suka
  • Untuk bayi, coba gunakan alat ini ketika ia tertidur
  • Puji si kecil ketika selesai melakukan pengobatan menggunakan nebulizer

Ingat, selalu dianjurkan untuk konsultasi pada dokter apabila Anda memiliki pertanyaan atau mencari informasi mengenai penggunaan alat ini.

Nebulizer seringkali diperuntukan untuk anak yang kesulitan menggunakan inhaler dengan teknik atau cara tertentu. Alat ini mempermudah pengobatan gangguan pada saluran napas karena obat didalamnya dapat disemprotkan secara otomatis sekaligus terkontrol.

Apabila Anda memiliki anak dengan masalah pernapasan, Anda mungkin membutuhkan nebulizer di rumah. Namun, dianjurkan sebelumnya untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan alat ini.

Manfaat dari nebulizer untuk berbagai kondisi pada saluran napas seperti asma hingga batuk dan pilek dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan. Akan tetapi selalu pertimbangkan dampaknya dan juga kemampuan Anda dalam menggunakan alat medis seperti ini untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Alat Bantu Pernapasan yang Membantu Anda Bernapas Lebih Lega

Orang dengan masalah pernapasan seperti PPOK dan asma mungkin membutuhkan alat bantu agar bisa bernapas lega. Ketahui pilihan yang Anda miliki berikut ini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kesehatan Pernapasan, Sesak Napas 6 Oktober 2017 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai nebulizer untuk bayi dan anak

Panduan Mudah Cara Pakai Nebulizer untuk Bayi

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
obat asma anak

Berbagai Pilihan Obat Asma yang Manjur dan Aman untuk Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2018 . Waktu baca 8 menit
nebulizer alat hirup uap untuk obat masalah pernapasan

Nebulizer: Fungsi, Efek Samping, Cara Pemakaian, dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2018 . Waktu baca 8 menit
memilih jenis alat nebulizer yang bagus

Tips Memilih Nebulizer Terbaik, Sesuai Kebutuhan Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 26 Juni 2018 . Waktu baca 10 menit