Cara Mengatasi Batuk di Malam Hari yang Tak Kunjung Sembuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/06/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Saat Anda kena alergi atau terserang flu dan pilek, tenggorokan akan ikut terasa gatal sehingga batuk terus berlangsung di malam hari. Memutuskan tidur lebih cepat adalah pilihan yang tepat agar sistem imun tubuh bisa lebih fokus melawan infeksi virus. Namun, terkadang batuk justru semakin parah di malam hari sehingga membuat tidur Anda tidak nyenyak. Lantas, bagaimana cara mengatasi batuk yang tak kunjung sembuh supaya Anda bisa tidur lebih nyenyak  di malam hari?

Apa penyebab batuk terus-menerus di malam hari?

Batuk yang semakin parah di malam hari dapat disebabkan oleh iritasi tenggorokan akibat udara kering dan efek gravitasi dalam posisi tidur.

Di malam hari, suhu udara mengalami penurunan sehingga udara menjadi lebih kering dan ketika terhirup dapat menyebabkan iritasi di saluran napas. Kondisi ini lebih mudah memicu terjadinya batuk. Apabila Anda mengalami batuk kering, maka tenggorokan bisa terasa semakin perih akibat udara malam. 

Sementara ketika tubuh dalam keadaan berbaring, lendir atau dahak hasil sekresi sel-sel di saluran napas bagian atas akan turun dan menumpuk di belakang tenggorokan. Alhasil, Anda akan lebih mudah batuk. Itulah sebabnya mengapa batuk bisa bertambah parah ketika malam.

Dijelaskan dalam buku Nocturnal Cough, gangguan pernapasan seperti asma yang kemunculan gejalanya dipengaruhi oleh suhu dan kelembapan udara juga menyebabkan batuk yang semakin parah di malam hari. Kondisi batuk menerus di malam hari sering terjadi pada setiap jenis batuk. Dari studi di 16 negara, sebanyak 30% menunjukan gejala batuk berdahak dan 10% batuk kering.

Cara mengatasi batuk di malam hari

Jika Anda mengalami batuk akibat gangguan pernapasan tertentu, termasuk infeksi ringan seperti pilek dan flu, Anda memerlukan istirahat yang cukup agar lebih cepat pulih.

Akan tetapi, kondisi batuk yang memburuk di malam hari tentunya akan berdampak pada kualitas tidur Anda. Bukan hanya tidak bisa tidur dengan lelap, bahkan batuk terus-menerus di malam hari bisa menyebabkan Anda sulit untuk tidur.

Beberapa cara bisa dilakukan untuk mencegah atau mengurangi batuk yang sering terjadi pada waktu malam. Sebelum tidur Anda bisa melakukan cara pengobatan batuk sederhana di malam hari seperti berikut ini:

1. Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan ruangan

humidifier

Udara kering akibat kipas angin atau AC bisa membuat batuk semakin parah di malam hari. Anda bisa mengatasi kondisi udara di dalam kamar ini dengan memanfaatkan humidifier atau alat pelembap udara.

Alat ini membantu memperbaiki kualitas dan menjaga kelembapan udara sekaligus menangkal debu dan iritan yang membuat Anda terus batuk.

Namun, ingat Anda harus mengikuti petunjuk penggunaan dan menggunakan air yang benar-benar bersih untuk humidifier. Bila air yang digunakan tidak steril, kuman pada air malah akan menyebar ke ruangan dan membuat batuk Anda semakin parah.

Sebaiknya, gunakan juga higrometer untuk mengukur kelembapan udara. Menurut Sleep Foundation, tingkat kelembapan kamar yang ideal adalah sekitar 30-50 persen. Bila terlalu lembap, jamur akan semakin mudah berkembang dan justru bisa menyebabkan alergi.

2. Minum teh herbal dengan madu sebelum tidur

minum teh sebelum tidur untuk batuk di malam hari

Konsumsi minuman hangat bisa membantu mengencerkan dahak yang menyumbat di saluran napas. Selain itu, minuman hangat juga bisa melegakan tenggorokan sekaligus melembabkan tenggorokan yang kering.

Dengan begitu, frekuensi batuk di malam hari akan berkurang dan Anda bisa tidur lebih nyenyak.

Banyak jenis minuman hangat yang bisa dijadikan pilihan, tapi sebaiknya pilihlah yang memiliki kandungan anti-inflamasi atau mencegah peradangan sehingga bisa menekan dampak infeksi virus atau bakteri.

Teh herbal yang mengandung jahe dan chamomile dapat menjadi pilihan yang tepat. Selain karena tidak mengandung kafein, aromanya yang menenangkan bisa membuat Anda lebih mudah tidur

Tambahan madu pada teh panas dapat menjadi ramuan obat batuk alami yang menenangkan tenggorokan, mengurangi iritasi, dan memecah lendir di saluran pernapasan. 3. Pakai bantal yang tinggi

posisi tidur untuk mengurangi batuk di malam hari

Batuk akan jadi semakin parah di malam hari karena lendir berkumpul di tenggorokan jika posisi kepala sejajar dengan tubuh bagian bawah saat Anda berbaring. Oleh karena itu, coba tempatkan bantal yang lebih sehingga kepala berada dalam posisi yang lebih tinggi dari bagian tubuh yang lain.

Tidur dengan bantal yang tinggi membuat lendir dan udara lebih mudah mengalir ke saluran napas bawah sehingga mencegah batuk sekaligus melancarkan pernapasan.

Tidur dengan posisi seperti ini tidak hanya meringankan batuk menerus di malam hari akibat flu atau pilek, tapi juga mencegah batuk karena asam lambung.

Jangan lupa untuk rutin membersihkan tempat tidur Anda. Ganti selimut, seprai, atau sarung bantal yang sudah kotor.

Setidaknya ganti dua kali dalam seminggu dan cucilah dengan air panas. Langkah ini bisa mencegah tungau atau debu menempel pada tempat tidur yang memicu batuk.

4. Konsumsi obat batuk yang sesuai

Obat batuk alergi

Anda bisa mengalami batuk karena alergi, flu atau pilek, asma, atau refluks asam lambung (GERD). Pastikan bahwa Anda minum obat batuk sesuai dengan penyebab batuk supaya lebih cepat sembuh.

Obat batuk yang mengandung kandungan aktif seperti dekongestan dapat membantu meredakan batuk kering.

Golongan obat batuk supresan seperti dextromethorphan bekerja untuk menahan refleks batuk sehingga frekuensi batuk di malam hari lebih berkurang.

Sementara obat ekspektoran yang mengandung guaifenesin bisa mengencerkan dahak yang menyumbat saluran napas sehingga mengatasi gejala batuk berdahak.

Obat antihistamin dapat mengatasi batuk terus-menerus di malam hari yang disebabkan alergi. Untuk mengobati gejala asma lainnya di malam hari, seperti sesak napas dan mengi,  Anda bisa menggunakan obat hirup kortikosteroid.

Bila batuk disebabkan oleh GERD, penggunaan obat penurun asam lambung juga harus dibarengi dengan menghindari konsumsi makanan pedas dan asam. Sebaiknya Anda tidak makan sekitar empat jam sebelum tidur untuk mengurangi batuk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Batuk Berdahak

Batuk berdahak adalah jenis batuk yang seringnya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan. Cari tahu gejala, penyebab, dan cara mengatasi batuk berdahak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 10/09/2019 . 1 menit baca

Sudah Sembuh dari Batuk, Kenapa Tenggorokan Masih Gatal dan Sakit?

Kadang tenggorokan tetap masih terasa gatal meski batuk sudah sembuh cukup lama. Penyebabnya ternyata berbeda-beda pada setiap orang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 08/08/2019 . 5 menit baca

Infografik: Gangguan Kesehatan yang Sering Menyerang Pejuang KRL

Anda sering naik KRL untuk pergi ke kantor, kampus, atau sekolah? Waspadai berbagai gangguan kesehatan berikut dan cari tahu solusinya di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Infografik 03/05/2019 . 1 menit baca

Infografik: Bedanya Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Meskipun batuk sering dialami oleh siapa saja, Anda mungkin belum paham betul sebetulnya apa beda batuk berdahak dan batuk kering. Yuk, pelajari di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Infografik 02/05/2019 . 1 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 7 menit baca
puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . 3 menit baca
Bahan-bahan obat batuk alami

Ragam Bahan Tradisional sebagai Obat Alami untuk Batuk Kering dan Berdahak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/10/2019 . 11 menit baca
Ibu hamil minum obat batuk alami untuk ibu hamil

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 04/10/2019 . 10 menit baca