Definisi

Apa itu salmonellosis?

Salmonellosis adalah penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri Salmonella di dalam perut dan usus. Penyakit ini mirip dengan gastritis. Sebagian besar pasien dengan infeksi ringan akan sembuh dalam waktu 4-7 hari tanpa pengobatan. Penularan dapat terjadi ketika orang makan makanan yang terkontaminasi bakteri (seperti makan di restoran yang sama). Beberapa orang dengan diare akut dirawat di rumah sakit untuk diinfus dan memperoleh antibiotik.

Seberapa umumkah salmonellosis?

Sebagian besar pasien Salmonellosis hidup dalam kondisi lingkungan yang miskin, berpolusi, terkontaminasi, dan penuh bakteri. Oleh karena itu, kualitas kebersihan makanan dapat meningkatkan risiko makanan beracun dan infeksi lainnya. Selain itu, Anda juga berisiko tinggi terkena Salmonellosis jika Anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

Selanjutnya, anak-anak, orang tua serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih mungkin untuk menderita Salmonellosis. Tingkat penderita Salmonellosis di negara berkembang jauh lebih tinggi dibandingkan di negara maju.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala salmonellosis?

Gejala utamanya adalah diare. Gejala bisa saja ringan, seperti mencret 2-3 kali per hari. Gejala juga dapat disertai dengan diare parah setiap 10 atau 15 menit. Ada pula sejumlah gejala lain seperti tinja yang disertai darah, kram perut, muntah, demam dan sakit kepala.

Kemungkinan terdapat beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tertentu mengenai gejala di atas, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

ika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. Tubuh setiap orang berbeda-beda. selalu diskusikan dengan dokter Anda tentang pilihan terbaik bagi kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab salmonellosis?

Anda dapat terinfeksi Salmonellosis melalui makanan, terutama telur, daging sapi, daging unggas, buah-buahan, air atau susu yang terkontaminasi. Makanan yang dimasak dapat mengurangi risiko terinfeksi, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko infeksi. Salmonellosis dapat menular dari satu individu ke individu lain jika tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Salmonellosis juga dapat berpindah dari hewan peliharaan ke manusia, misalnya kura-kura dan iguana.

.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk salmonellosis?

Ada banyak faktor risiko untuk penyakit ini antara lain:

  • Menempuh perjalanan atau bekerja di daerah yang terdeteksi epidemi Salmonellosis.
  • Bekerja di laboratorium atau melakukan kontak dengan bakteri salmonella.
  • Melakukan kontak langsung dengan penderita tifus.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penggunaan obat seperti kortikosteroid atau HIV/AIDS.
  • Meminum air yang terkontaminasi bakteri salmonella.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk salmonellosis?

Infeksi Salmonellosis yang ringan tidak membutuhkan pengobatan. Kebanyakan pasien akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 24 hingga 48 jam. Anda harus dikarantina atau menggunakan kamar mandi yang berbeda. Mencuci tangan sangat penting untuk mencegah penyebaran kuman.

Jika Anda mengalami demam dan infeksi serius (demam tifoid), Anda membutuhkan pengobatan antibiotik. Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi. Setelah itu, Anda bisa secara bertahap mengonsumsi makanan normal kembali. Produk susu dapat membuat diare menjadi lebih buruk sehingga Anda harus menghindari susu selama beberapa hari. Jika diare kian parah, Anda akan memerlukan cairan infus.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk salmonellosis?

Dokter akan memeriksa gejala yang ada untuk mendiagnosis Salmonellosis. Anda juga akan menjalani pemeriksaan kotoran, darah dan urin untuk keakuratan diagnosis. Tes darah harus dilakukan untuk menghilangkan penyakit lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi salmonellosis?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit ini:

  • Makanan seperti daging merah dan daging unggas harus dimasak.
  • Simpanlah makanan dengan benar. Sebagai contoh: tidak membiarkan salad sayur yang dicampur dengan mayones pada suhu kamar selama beberapa jam.
  • Hanya minum susu hasil pasteurisasi.
  • Minumlah hanya air kemasan saat bepergian.
  • Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi atau hewan yang terinfeksi salmonella seperti kura-kura.
  • Cuci tangan Anda dengan benar setelah menggunakan toilet untuk menghindari penyebaran penyakit.
  • Minum air dengan elektrolit (misalnya saat berolahraga) sampai diare berhenti sepenuhnya.
  • Lakukan diet rendah kalori setelah diare benar-benar berhenti.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami dehidrasi (kulit keriput dan kering, jarang buang air kecil, dan urin berwarna gelap) atau memiliki gejala yang berlangsung lebih dari 48 jam, seperti demam tinggi, diare akut, kulit atau mata menjadi kuning.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan