Definisi

Apa itu penyakit paru interstitial?

Penyakit paru interstitial meliputi beberapa kelainan yang ditandai oleh luka yang terus berkembang pada jaringan paru-paru di antara maupun di bawah kantung udara. Luka yang berkaitan dengan penyakit paru interstitial dapat menyebabkan paru-paru pelan-pelan menjadi kaku. Pada akhirnya ini akan memengaruhi kemampuan bernapas dan menyalurkan oksigen yang cukup ke dalam aliran darah.

Seberapa umum penyakit paru interstitial?

Penyakit paru interstitial menjangkit 595.000 orang di seluruh dunia pada 2013. Hal ini mengakibatkan 471.000 kematian.

Penyakit paru interstitial dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit paru interstitial?

Gejala yang paling umum dari penyakit paru interstitial adalah sesak napas. Hampir semua orang dengan penyakit paru interstitial akan mengalami sesak napas, yang lama-kelamaan dapat menjadi semakin parah.

Gejala lain dari penyakit paru interstitial meliputi:

  • Batuk, biasanya kering dan tanpa dahak/ riak
  • Sesak, terasa saat istirahat maupun saat aktivitas

Pada banyak jenis penyakit paru interstitial, sesak napas terjadi perlahan-lahan (selama berbulan-bulan). Pada pneumonia intersitital, atau pneumonitis interstitial akut, gejala dapat terjadi lebih cepat (dalam hitungan jam atau hari).

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera mencari perawatan medis jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit paru interstitial?

Penyakit paru interstitial dapat terjadi saat cedera paru-paru memicu respons penyembuhan yang abnormal. Biasanya, tubuh Anda akan menghasilkan jumlah jaringan yang tepat untuk memperbaiki kerusakan. Namun, pada penyakit paru interstitial, proses perbaikan ini berjalan salah dan jaringan di sekitar kantung udara (alveoli) menjadi luka dan menebal. Hal ini membuat oksigen lebih sulit untuk lewat menuju aliran darah.

Penyakit ini dapat dipicu oleh banyak hal. Termasuk penyakit autoimun, paparan terhadap agen organik dan anorganik di rumah atau tempat kerja, obat-obatan, dan beberapa tipe radiasi. Dalam beberapa kasus, penyebabnya tidak diketahui.

Faktor pekerjaan dan lingkungan

Paparan jangka panjang pada bahan dan agen organik dan anorganik dapat merusak paru-paru Anda. Termasuk:

  • Serat asbes
  • Protein burung (hewan peliharaan dan produk yang mengandung bulu)
  • Debu batu bara
  • Butiran debu
  • Jamur dari bak air panas dalam ruangan, shower dan kerusakan air
  • Debu silika

Obat-obatan dan radiasi

Banyak obat-obatan yang dapat merusak paru-paru Anda, terutama:

  • Obat kemoterapi/imunomodulasi seperti metotrexat dan siklofosfamid
  • Obat jantung seperti amiodaron (Cordarone, Nexterone, Pacerone) dan propranolol (Inderal, Inderide, Innopran)
  • Beberapa antibiotik seperti nitrofurantoin (Macrobid, Macrodantin, dan lain-lain) dan sulfasalazine (Azulfidine)

Beberapa orang yang menjalani terapi radiasi untuk kanker paru-paru atau payudara baru menunjukkan tanda kerusakan paru-paru berbulan-bulan atau kadang bertahun-tahun setelah pengobatan pertama. Tingkat kerusakan bergantung pada:

  • Seberapa banyak paru-paru terpapar radiasi
  • Jumlah total radiasi yang diberikan
  • Apakah kemoterapi juga dilakukan atau tidak
  • Keberadaan penyakit paru-paru mendasari

Kondisi medis

Kerusakan paru-paru dapat dikaitkan dengan penyakit autoimun berikut:

  • Dermatomiositis/polimiositis
  • Penyakit jaringan ikat tercampur
  • Valkulitis paru (poliangitis mikroskopis)
  • Radang sendi
  • Sarkoidosis
  • Skleroderma
  • Sindrom Sjorgen
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Penyakit jaringan ikat terdeferensiasi

Setelah evaluasi dan serangkaian tes, penyebab yang pasti mungkin tidak ditemukan. Kelainan tanpa penyebab pasti dapat dikategorikan dalam pneumonia interstitial idiopatik, yang merupakan kategori menurut jaringan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit paru interstitial?

Faktor yang dapat membuat Anda rentan terhadap penyakit paru interstitial meliputi:

  • Usia. Penyakit paru interstitial lebih mudah menjangkit orang dewasa, walaupun bayi dan anak-anak juga dapat terkena penyakit ini.
  • Paparan terhadap racun di lingkungan dan daerah kerja. Jika Anda bekerja di pertambangan, pertanian, atau konstruksi atau dengan alasan apa pun terekspos pada agen lingkungan yang dapat merusak paru-paru Anda, risiko penyakit paru interstitial dapat meningkat.
  • Riwayat keluarga. Terdapat bukti bahwa beberapa jenis penyakit paru interstitial dapat diwariskan dan jika ada keluarga dekat yang terkena penyakit ini, maka risiko Anda juga dapat meningkat.
  • Radiasi dan obat kemoterapi/imunomodulasi. Radiasi ke arah dada atau penggunaan obat kemoterapi atau imunomodulasi dapat meningkatkan risiko ada terkena penyakit paru interstitial.
  • Rokok. Beberapa jenis penyakit paru interstitial lebih sering terjadi orang-orang yang pernah merokok, dan menjadi perokok aktif dapat memperburuk kondisi ini, terutama jika berhubungan dengan empisema.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit paru interstitial didiagnosis?

Tes pencitraan paru-paru biasanya dilakukan untuk mengidentifikasi masalah.

Rontgen dada

Rontgen dada biasanya merupakan tes pertama dalam pemeriksaan pasien sesak napas. Hasil rontgen pasien dengan penyakit paru interstitial dapat menunjukkan garis halus pada paru-paru.

Computed tomography (CT scan)

Mesin CT scan mengambil beberapa gambar dada dan komputer akan menghasilkan gambar mendetail dari paru-paru dan struktur di sekitarnya. Penyakit paru interstitial biasanya dapat dilihat jelas melalui CT scan.

CT scan resolusi tinggi

Jika muncul dugaan penyakit paru interstitial, menggunakan pengaturan CT scan  tertentu dapat meningkatkan gambar dari interstitium (ruang antar sel). Pengaturan dapat menambah kemampuan CT scan dalam mendeteksi penyakit paru interstitial.

Tes fungsi paru-paru

Pasien duduk di dalam bilik plastik dan bernapas melalui pipa. Kapasitas total paru-paru seseorang dengan penyakit paru interstitial mungkin berkurang. Mereka juga lebih bermasalah dalam mentransfer oksigen dari paru-paru ke aliran darah.

Biopsi paru-paru

Mengambil jaringan paru-paru untuk diperiksa dengan mikroskop adalah satu-satunya cara untuk menentukan tipe penyakit paru interstitial yang diderita seseorang. Terdapat beberapa cara untuk memperoleh jaringan paru-paru, yang disebut biopsi paru-paru:

  • Bronkoskopi. Endoskopi yang dimasukkan melalui mulut atau hidung menuju jalan napas. Alat kecil pada endoskopi dapat mengambil sampel dari jaringan paru-paru.
  • Operasi torakoskopik dengan video (VATS) menggunakan alat yang dimasukkan melalui irisan kecil, dokter bedah dapat mengambil sampel jaringan di beberapa tempat.
  • Biopsi paru-paru terbuka (torakotomi). Pada beberapa kasus, operasi tradisional dengan irisan lebar pada dada dibutuhkan untuk melaksanakan biopsi paru-paru.

Bagaimana penyakit paru interstitial ditangani?

Berdasarkan tipe dan penyebab dari penyakit, pengobatan dapat ditentukan.

Obat-obatan

Tergantung dari penyebab utama dari penyakit paru interstitial, pengobatan terbagi atas 2: anti-inflamasi, atau anti-fibrotics. Penyakit paru interstitial dengan proses peradangan atau autoimun yang sudah diketahui mendapatkan manfaat dari pengobatan antiradang atau imunosupresi. Jika ada ekspos yang diketahui, menghindari kontak dengan agen tersebut adalah langkah pertama pengobatan. Secara spesifik untuk fibrosis paru idiopatik, terdapat dua pengobatan yang tersedia untuk memperlambat proses luka. Dokter Anda mungkin bekerja sama dengan dokter lain, seperti reumatolog atau kardiolog, untuk mengoptimalkan perawatan Anda.

Terapi oksigen

Menggunakan oksigen tidak dapat menghentikan kerusakan paru-paru, tetapi dapat:

  • Membuat napas dan olahraga lebih mudah
  • Mencegah atau mengurangi komplikasi akibat kadar oksigen dalam darah rendah
  • Mengurangi tekanan darah di bagian kanan jantung
  • Memperbaiki tidur dan kesehatan Anda
  • Anda paling mungkin menggunakan oksigen pada saat tidur atau berolahraga, tetapi ada beberapa orang yang memakainya seharian

Operasi

Transplantasi paru bisa menjadi opsi terakhir untuk pasien dengan penyakit paru interstitial parah yang tetap tidak sembuh dengan opsi pengobatan lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit paru interstitial?

Menjaga kesehatan merupakan hal penting bila Anda menderita penyakit paru interstitial. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk:

Berhenti merokok

Jika Anda memiliki penyakit paru-paru, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah berhenti merokok. Bicaralah pada dokter Anda tentang cara berhenti, termasuk program berhenti merokok, yang menggunakan berbagai teknik yang terbukti dapat membantu. Dan karena menjadi perokok pasif juga dapat  membahayakan paru-paru Anda, jangan biarkan orang lain merokok di sekitar Anda.

Perhatikan asupan nutrisi

Pasien dengan penyakit paru-paru bisa mengalami penurunan berat badan karena merasa tidak nyaman untuk makan karena membutuhkan energi lebih untuk bernapas. Orang-orang seperti ini membutuhkan diet tinggi nutrisi dengan kalori yang cukup. Ahli gizi dapat memberikan Anda panduan makan sehat.

Tetap aktif

Berolahragalah semampu Anda dan teruslah aktif untuk menjaga agar Anda tetap dapat aktif.

Imunisasi

Infeksi pernapasan dapat memperparah gejala dari penyakit paru interstitial. Pastikan Anda mendapatkan imunisasi pneumonia dan imunisasi flu tahunan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 11, 2018 | Terakhir Diedit: Juli 11, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan