Apa itu bursitis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu bursitis?

Bursitis adalah peradangan atau pembengkakkan dari sebuah kantung berisi cairan pelumas yang disebut bursae. Bursae biasanya terletak di sekitar bahu, siku, pinggul, lutut, kaki. Bursae berfungsi sebagai bantalan antara tulang dan organ-organ di sekitarnya seperti otot, tendon, kulit, untuk mempermudah gerakan.

Bursitis sering terjadi pada sendi yang sering digerakkan. Penyakit ini dapat terjadi ulang setelah pengobatan, kecuali apabila penyebab dihentikan.

Seberapa umumkah bursitis?

Bursitis adalah kondisi umum yang dapat terjadi di semua kalangan usia dan jenis kelamin. Meski begitu, semakin tua risiko akan semakin tinggi, khususnya pada orang-orang yang melakukan pekerjaan dengan aktivitas yang berulang-ulang seperti pelukis, tukang kebun, dan musisi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala bursitis?

Tanda dan gejala bursitis sebenarnya cukup sederhana dan mudah dikenali.Gejala khas bursitis adalah munculnya rasa sakit dan kemerahan di area sendi yang meradang. Rasa sakit ini biasanya akan lebih parah apabila Anda bergerak. Selain itu, bursitis juga memunculkan gejala nyeri dan kaku.

Bursitis bisa terjadi di seluruh bagian tubuh. Namun, umumnya bursitis sering terjadi pada sendi yang sering digerakkan, seperti siku, lutut, bahu, dan pinggul.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Bursitis bukan merupakan penyakit yang serius. Akan tetapi apabila tidak diobati dengan benar dapat menjadi lebih berat. Anda harus segera menghubungi dokter apabila:

  • Rasa sakit berlanjut hingga lebih dari 1 minggu tanpa pengurangan.
  • Terlalu bengkak, merah, lebam atau ruam pada area yang terpengaruh.
  • Rasa sakit tiba-tiba, khususnya saat berolahraga.
  • Mengalami demam.

Penyebab

Apa penyebab bursitis?

Penyebab paling umum dari bursitis adalah gerakan atau posisi berulang yang memberikan tekanan pada sekitar sendi, misalnya:

  • Melemparkan bola atau mengangkat sesuatu di atas kepala berulang kali.
  • Bersandar pada siku untuk waktu yang lama.
  • Jongkok terlalu lama saat menyikat lantai.

Tidak hanya itu, bursitis juga dapat disebabkan dari luka atau trauma  langsung di sendi karena benturan yang terlalu keras. Di samping itu, penyakit seperti rheumatoid arthritis, gout, penyakit thyroid, dan diabetes dapat menyebabkan bursitis.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk bursitis?

Beberapa faktor yang dapat membuat Anda lebih rawan terkena bursitis adalah:

  • Usia. Semakin tua Anda, semakin tinggi risiko Anda terkena bursitis.
  • Pekerjaan dan hobi. risiko bursitis akan meningkat apabila profesi atau hobi memerlukan gerakan-gerakan berulang, monoton, dan memberi tekanan pada bagian tertentu di synovium. Contoh, pelukis, tukang kebun, dan musisi.
  • Riwayat penyakit tertentu. Beberapa penyakit seperti rheumatoid arthritis, asam urat, dan diabetes dapat meningkatkan risiko bursitis.

Tidak memiliki faktor-faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini. Faktor-faktor risiko hanya untuk referensi. Konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk bursitis?

Beberapa pilihan pengobatan yang umum dilakukan untuk bursitis adalah:

  • Istirahat total dan hentikan pekerjaan selama setidaknya 2 minggu.
  • Memakai bidai atau gips selama 7-10 hari.
  • Gunakan es pada area yang nyeri untuk mengurangi pembengkakan dan meredakan rasa sakit.
  • Obat-obatan anti radang seperti aspirin, ibuprofen, naproxen dapat meredakan burstis ringan hingga sedang secara efektif.
  • Apabila bursitis disebabkan oleh infeksi dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk Anda
  • Aspirasi, atau pengambilan cairan pada synovium dapat membantu meredakan sakit dan membantu dokter melakukan pemeriksaan cairan untuk memeriksa apabila Anda mengalami infeksi atau bukan encok. Namun demikian, penyakit dapat kembali lagi, dan terlalu banyak aspirasi dapat meningkatkan risiko infeksi dan sobeknya tendon.

Apabila penyakit tetap dalam remisi setelah 5-12 minggu pengobatan, dokter Anda akan memerlukan arthroscopic atau operasi terbuka untuk memperbaiki dan meredakan tekana pada kantong synovial. Seorang terapis fisik, terapis atau pelatih atletik dapat membantu Anda mengatur aktivitas dalam hidup untuk mengurangi dampak bursitis.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk bursitis?

Doktor mendiagnosis bursitis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan. Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan untuk mendiagnosis bursitis adalah:

  • Rontgen untuk membantu mengeliminasi penyebab lain dari gejala-gejala, seperti patah tulang.
  • USG dan MRI mungkin digunakan apabila bursitis tidak dapat didiagnosis melalui pemeriksaan klinis.
  • Tes darah atau cairan yang diambil dari tes dimana infeksi terjadi untuk menyebabkan bursitis.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi bursitis?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi bursitis adalah:

  • Istirahat dan jangan menggerakkan bagian yang meradang untuk mempercepat penyembuhan.
  • Gunakan es untuk mengurangi pembengkakan.
  • Apabila Anda menderita bursitis pada lutut, taruh bantal di antara kaki saat berbaring di satu sisi untuk mengurangi tekanan pada lutut.
  • Apabila Anda menderita bursitis pada siku, hindari tekanan pada tangan saat sedang bersandar.
  • Gunakan perlengkapan pelindung saat berpartisipasi dalam pertandingan olahraga.
  • Hindari aktivitas yang berulang.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: November 30, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca