Apa itu Atypical Pneumonia?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu atypical pneumonia?

Atyoical pneumonia adalah infeksi paru-paru yang sering disebutkan dengan walking pneumonia karena gejala-gejalanya sangat ringan dan orang-orang sering tidak tahu bahwa mereka mengidap pneumonia. Atypical pneumonia mengacu ke pneumonia yang disebabkan oleh bakteri-bakteri tertentu termasuk Legionella pneumophila, Mycoplasma pneumonia, dan Chlamydophyla penymoniae.

Seberapa umumkah atypical pneumonia?

Semua orang pada usia berapa pun dapat terkena atypical pneumonia. Meski begitu umumnya penyakit ini memengaruhi orang-orang dengan usia lebih muda dari 40 tahun.

Atypical pneumonia adalah penyakit menular. Penyakit ini tersebar di lingkungan yang ramai, seperti rumah tangga, sekolah, dan tempat kerja, lebih sering terjadi pada musim dingin dibanding musim-musim lain.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala atypical pneumonia?

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari atypical pneumonia?

Secara umum, gejala khas atypical pneumonia adalah:

  • Batuk terus menerus yang mungkin terjadi sepanjang hari
  • Demam, dapat berupa demam ringan atau demam tinggi
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala yang konsisten
  • Mudah lelah

Gejala lain atypical pneumonia adalah:

  • Nyeri dada yang menjadi parah saat Anda menarik napas dalam-dalam atau batuk.
  • Kebingungan, khususnya pada orang-orang yang lebih tua atau pada orang-orang dengan Legionella pneumonia.
  • Kehilangan napsu makan, kekurangan energi, dan keletihan.
  • Nyeri otot dan kekakuan pada sendi.
  • Berkeringat dan kulit yang lembap.

Pada dasarnya, gejala atypical pneumonia akan bervariasi tergantung pada jenis bakteri penyebab infeksi. Gejala pneumonia karena Mycoplasma sp. dan Chlamydophila sp. biasanya ringan. Namun demikian, pneumonia karena Legionella pneumophilia memiliki gejala yang parah khususnya pada 4 hingga 6 hari pertama, dan gejala mungkin akan berlangsung sementara hingga benar-benar hilang.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter apabila Anda memiliki demam tinggi, sputum (dahak) berdarah, peningkatan dahak, atau sakit kepala yang parah. Hubungi dokter sesegera mungkin atau pergilah ke UGD bila mengalami kesulitan bernafas.

Penyebab

Apa penyebab atypical pneumonia?

Bakteri-bakteri yang menyebabkan pneumonia karena mycoplasma dan chlamydophila biasanya menyebar dari orang ke orang lainnya melalui udara lewat batuk dan bersin. Khususnya:

  • Mycoplasma pneumonia umumnya tersebar di lingkungan yang ramai, seperti rumah tangga, sekolah, dan tempat kerja, lebih sering terjadi pada musim dingin dibanding dengan musim-musim lain.
  • Chlamydophila pneumonia terjadi sepanjang tahun, sebanyak 5%-15% infeksi pneumonia dikarenakan chlamydophyla. 
  • Penyebab Legionella pneumonia telah dikaitkan dengan paparan udara dari air hangat yang terkontaminasi, misalnya air dalam tangki air panas, menara pendingin, bak mandi air panas, dan penyejuk udara pada bangunan besar. Tanah dan air pada lingkungan juga dapat menjadi sumber bakteri.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk atypical pneumonia?

Faktor risiko dari atypical pneumonia adalah:

  • Sering bekerja di lingkungan yang ramai. Kontak dengan banyak orang dan bekerja di tempat umum meningkatkan risiko kontak dengan seseorang yang mengidap pneumonia.
  • Merokok. Merokok mengakibatkan perlawanan tubuh terhadap bakteri menjadi menurun, yang membuat bakteri-bakteri dari atypical pneumonia mudah menginfeksi tubuh.
  • Sistem imun tubuh yang lemah. Orang-orang dengan HIV/AIDS yang telah mendapat transplantasi organ atau yang menjalani kemoterapi atau mengonsumsi steroid dalam jangka panjang memiliki risiko.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk atypical pneumonia?

Beberapa pilihan pengobatan paling umum untuk atypical pneumonia adalah:

  • Mengonsumsi antibiotik selama 2 minggu atau sesuai dengan resep dokter.
  • Untuk mengatasi demam dan perasaan tidak nyaman Anda bisa mengonsumsi aspirin, NSAIDS (seperti ibuprofen atau naproxen), atau acetaminophen. Orang-orang dengan atypical pneumonia disarankan untuk minum banyak cairan untuk melonggarkan sekresi pernapasan dan istirahat yang cukup.
  • Anda perlu pergi ke rumah sakit apabila mengidap atypical pneumonia ringan. Namun pada kasus yang parah dapat berarti opname di rumah sakit di mana antibiotik dapat diberikan melalui infus. Oksigen tambahan juga bisa saja diberikan.

Apa saja tes yang umum dilakukan untuk atypical pneumonia?

Orang-orang yang dicurigai mengidap pneumonia harus menjalani evaluasi kesehatan yang lengkap. Mungkin akan sulit bagi dokter untuk mendeteksi apa Anda mengidap pneumonia atau bronkitis, jadi mungkin Anda perlu dirontgen. Tergantung dari seberapa parah penyakitnya, beberapa tes-tes lain yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis atypical penumonia adalah:

  • Arterial blood test atau pemeriksaan darah arteri
  • Complete blood count (CBC) atau pemeriksaan darah perifer lengkap (DPL)
  • Kultur darah
  • Tes darah untuk mengidentifikasi bakteri-bakteri yang spesifik
  • Bronchoscopy (jarang dibutuhkan)
  • CT scan dari dada
  • Open lung biopsy (hanya dilakukan pada penyakit yang serius di mana tes lain tidak dapat dilakukan)
  • Kultur sputum (pemeriksaan dahak)
  • Tes urin atau swab tenggorokan juga mungkin akan dilakukan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi atypical pneumonia?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi atypical pneumonia adalah:

  • Rutin melakukan tes kesehatan secara berkala untuk mengetahui perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.
  • Rajin mencuci tangan adalah cara terbaik untuk menghentikan penyebaran infeksi.
  • Perbanyak minum cairan (enam hingga delapan gelas per hari) untuk menghindari dehidrasi.
  • Gunakan humidifier untuk membantu menghilangkan dahak.
  • Gunakan acetaminophen atau aspirin (kecuali pada anak-anak) untuk meredakan deman atau nyeri.
  • Konsumsi obat-obatan sesuai resep.
  • Lakukan vaksin flu setahun sekali dan tanyakan apabila Anda memerlukan vaksin pneumonia.
  • Jangan berhenti mengonsumsi antibiotik saat Anda merasa lebih baik kecuali bila dokter Anda menyarankannya.
  • Berhenti merokok.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah ke dokter  untuk memahami solusi yang terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, ataupun pengobatan

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 1, 2018

Yang juga perlu Anda baca