Ciri-Ciri Skincare Kedaluwarsa, Plus Efeknya pada Kulit

Ciri-Ciri Skincare Kedaluwarsa, Plus Efeknya pada Kulit

Rata-rata produk skincare cukup awet disimpan dalam waktu lama. Namun, beberapa produk mungkin tak mencantumkan masa pakainya secara jelas. Anda yang ingin menghabiskan skincare lama mungkin jadi khawatir dengan efeknya jika sudah tak layak pakai. Bagaimana ciri-ciri skincare kedaluwarsa?

Ciri-ciri skincare kedaluwarsa

Untuk memastikan skincare kedaluwarsa atau expired, Anda bisa memperhatikan ciri-ciri berikut.

1. Warna berubah

Sebaiknya, buang produk bila warnanya berbeda dengan saat pertama Anda membelinya.

Perubahan warna ini bisa jadi akibat adanya kontaminasi bakteri, jamur, atau paparan matahari.

Sebagai contoh, produk vitamin C untuk kulit wajah yang kedaluwarsa ditandai dengan berubah warna menjadi kuning kecokelatan.

Perubahan warna ini muncul akibat vitamin C bereaksi dengan oksigen.

2. Berbau tak lazim

Ciri-ciri skincare kedaluwarsa yang perlu Anda perhatikan adalah dari baunya.

Jika muncul bau tengik, busuk, atau apek, bisa jadi produk tersebut sudah tak layak pakai.

Bau ini biasanya berasal dari reaksi antara produk dengan kuman. Bakteri dan jamur juga melepaskan senyawa tertentu yang menghasilkan bau tak sedap.

Produk skincare memang punya bahan pengawet yang membantu menghambat bakteri dan jamur.

Meski begitu, lama-kelamaan kemampuan pengawet ini akan berkurang seiring bertambahnya waktu.

3. Menggumpal

Anda patut curiga bila tekstur produk perawatan kulit Anda menggumpal atau tampak seperti minyak yang terpisah.

Ini adalah ciri-ciri skincare kedaluwarsa yang harus Anda waspadai.

Hal ini dikarenakan kerusakan kandungan emulsi. Bahan emulsi ini berguna untuk mencampurkan kandungan air dan minyak.

Namun, bahan pengemulsi juga bisa rusak seiring waktu karena berbagai penyebab.

Mengutip tinjauan terbitan Advances in Colloid and Interface Science (2017), beberapa penyebabnya, yaitu gaya tarik bumi, kadar air yang menguap, serta keasaman atau pH skincare berubah.

4. Mengering

Skincare expired juga ditandai dengan teksturnya yang kering, tak lagi pekat. Kondisi ini biasanya terjadi karena kadar air yang menguap akibat perubahan suhu.

Air merupakan bahan yang penting dalam produk skincare, berperan sebagai pelarut pada skincare.

Pelarut membuat bahan-bahan tertentu bekerja efektif pada lapisan-lapisan kulit.

Air juga membantu pengemulsi bekerja dengan baik. Jadi, produk skincare bisa melembapkan kulit secara merata.

Bahaya menggunakan skincare kedaluwarsa

ciri-ciri skincare kedaluwarsa

Inilah berbagai risiko yang timbul akibat memakai skincare dengan ciri-ciri kedaluwarsa.

1. Iritasi

Skincare expired bisa memicu kulit iritasi karena adanya reaksi perubahan kimia. Gejala iritasi yang paling sering muncul adalah perih, memerah, dan mengelupas.

2. Kulit terbakar matahari

Risiko ini muncul bila Anda menggunakan tabir surya yang kedaluwarsa. Sunscreen expired mungkin sudah kehilangan kemampuan melindungi kulit dari paparan matahari.

Akibatnya, cara mengatasi kulit terbakar (sunburn) tidak akan optimal.

3. Infeksi kulit

Skincare yang kedaluwarsa rentan tercemar bakteri dan jamur.

Bila Anda menggunakan produk yang sudah rusak, bakteri dan jamur pun akan berpindah ke kulit dan menginfeksi Anda.

Beberapa tanda infeksi kulit yang bisa muncul, yaitu:

  • bernanah,
  • kemerahan,
  • bentol-bentol,
  • gatal, dan
  • nyeri.

4. Reaksi alergi

Alergi kulit juga mungkin muncul ketika menggunakan skincare dengan ciri-ciri kedaluwarsa.

Reaksi alergi kulit ini biasanya muncul akibat pertumbuhan jamur.

Tanda-tanda reaksi alergi kulit, di antaranya:

  • merah,
  • bentol-bentol melebar,
  • gatal,
  • kering,
  • mengelupas.

Dalam kasus yang parah, alergi ini bisa memicu reaksi serius yang membutuhkan penanganan medis darurat.

Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan pada area wajah, pingsan, dan sesak napas.

Masa kedaluwarsa skincare

Rata-rata, produk perawatan kulit dapat digunakan selama satu sampai dua tahun jika sudah dibuka.

Sementara untuk produk yang masih tersegel rapat bisa bertahan hingga tiga tahun.

Berikut masa kedaluwarsa skincare setelah dibuka.

  • Tabir surya: 6 bulan – 1 tahun.
  • Produk dalam botol: tidak lebih dari setahun.
  • Produk yang dicolek: tidak lebih dari setahun.
  • Masker jel: hingga setahun.
  • Masker clay: 6 bulan.

Setelah mengetahui ciri-ciri skincare kedaluwarsa, Anda perlu memahami bahwa setiap produk punya tanggal kedaluwarsa masing-masing. Hal ini juga bergantung pada kandungannya.

Skincare berbahan dasar air biasanya lebih mudah kedaluwarsa karena air mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur.

Selain itu, krim mata biasanya lebih mudah dan cepat berubah kualitasnya jika sudah satu tahun digunakan.

Tahukah Anda?

Ada beberapa produk yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa secara jelas.
Namun, masa kedaluwarsa skincare bisa dilihat dari tampilan logo stoples dengan angka tertentu disertai huruf M.
Label “6 M” menunjukkan produk bisa bertahan selama 6 bulan setelah dibuka.

Tips menjaga kualitas skincare

cara simpan agar terhindari dari ciri-ciri kedaluwarsa

Selain mengetahui ciri-ciri skincare, Anda bisa menjaga kualitasnya agar tidak mudah rusak. Bagaimana caranya?

  • Simpan di tempat yang bersih dan terhindar dari sinar matahari langsung.
  • Tutup rapat setiap kali habis digunakan dan bersihkan sisa krim yang berantakan di luar wadah.
  • Tulis tanggal saat Anda membuka produk pertama kali.
  • Hindari meletakkan produk selain sabun cuci muka di kamar mandi.
  • Pastikan tangan kering saat mencolek produk dari wadahnya.

Ciri-ciri skincare kedaluwarsa bisa Anda amati dari tampilan dan baunya. Perlu diketahui, ketahanan skincare yang sebenarnya dihitung sejak saat produk dibuka.

Oleh karena itu, ada beberapa yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa, tetapi memberi informasi dengan logo, angka, dan huruf tertentu.

Pastikan Anda menjaga kebersihan dan pastikan ruangan penyimpan produk tetap kering dan terhindar dari paparan matahari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Telang, P. (2013). Vitamin C in dermatology. Indian Dermatology Online Journal, 4(2), 143. doi: 10.4103/2229-5178.110593

Why does rotting food smell bad?. (2014). Retrieved 24 August 2022, from https://now.tufts.edu/2014/12/15/why-does-rotting-food-smell-bad

McClements, D. J., & Jafari, S. M. (2018). Improving emulsion formation, stability and performance using mixed emulsifiers: A review., 251, 55-79.

Water – Cosmetics Info. (2022). Retrieved 24 August 2022, from https://www.cosmeticsinfo.org/ingredients/water/

Itchy skin (pruritus) – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 24 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/itchy-skin/symptoms-causes/syc-20355006

Skin Allergies | Causes, Symptoms & Treatment | ACAAI Public Website. (2022). Retrieved 24 August 2022, from https://acaai.org/allergies/allergic-conditions/skin-allergy/

Anaphylaxis. (2017). Retrieved 24 August 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/anaphylaxis

Shelf Life and Expiration Dating of Cosmetics. (2022). Retrieved 24 August 2022, from https://www.fda.gov/cosmetics/cosmetics-labeling/shelf-life-and-expiration-dating-cosmetics

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Oct 05
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro