home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspadai Berbagai Penyakit Kulit Ini saat Banjir Melanda

Waspadai Berbagai Penyakit Kulit Ini saat Banjir Melanda

Artikel ini ditulis oleh dr. Yudo Irawan Sp.KK, dan dr. Dionisius Ivan YH.

Hampir setiap kali musim hujan tiba, beberapa titik di Indonesia mengalami bencana banjir yang cukup hebat. Ketinggian muka air banjir bervariasi mulai dari semata kaki hingga pada titik masyarakat harus mengarungi banjir untuk mengungsi dan mencari pertolongan. Air dari banjir berasal dari berbagai campuran air kotor, sampah, dan banyak zat kimia yang tercampur sehingga masyarakat mungkin terjangkit penyakit seperti penyakit kulit.

Penyakit kulit yang perlu diwaspadai saat banjir

Waspada Penyakit Kulit di Saat Banjir Melanda

Penyakit kulit yang dibahas kali ini adalah infeksi bakteri, jamur, parasit, serta eksim kulit. Sebab penyakit tersebut paling sering terjadi ketika banjir datang.

Infeksi bakteri, seperti pioderma dan selulitis, dapat timbul ketika kuman dalam air banjir yang terbawa bersama sampah masuk menuju lapisan kulit yang terluka. Kuman tersebut masuk melalui luka karena gesekan saat menerjang banjir, karena gigitan nyamuk, atau lainnya. Luka itu kemudian bisa menjadi koreng yang ditutupi nanah atau bercak merah yang nyeri dan dapat disertai gejala demam.

Selain itu, infeksi jamur misalnya tinea pedis atau kandidosis kutis pun menjadi salah satu penyakit kulit yang sering terjadi saat banjir. Infeksi ini terjadi akibat kelembapan yang berlebih serta higienitas yang buruk. Infeksi ini dapat berupa bercak merah gatal pada daerah yang lembap, seperti lipatan ketiak, lipatan bokong, serta sela jari-jari.

Apabila bercak kulit yang timbul seperti ular yang berkelok-kelok, terdapat terowongan pada kulit, merah, serta panas, dan gatal, bisa saja itu adalah manifestasi dari larva cacing tambang atau yang lebih dikenal sebagai creeping eruption. Hal ini terjadi karena adanya larva tersebut yang masuk ke dalam lapisan kulit akibat air banjir yang sudah terkontaminasi parasit dari kotoran binatang, misalnya anjing dan kucing.

Selain infeksi, zat-zat kimia yang tercampur dalam banjir juga dapat mengiritasi ataupun memicu reaksi alergi. Pada dermatitis kontak iritan dan alergi, penyakit kulit ini dapat diperantarai karena adanya kontak zat kimia dengan kulit.

Zat tersebut dapat berasal dari bahan rumah tangga, sampah yang terlarut, atau alergen yang ikut tergenang. Bahan tersebut bereaksi dengan kulit dan menimbulkan bercak merah yang perih ataupun gatal di lokasi kontak. Gejala bisa timbul secara langsung ataupun beberapa hari setelah kontak, dengan atau tanpa pajanan ulang.

Menjaga kesehatan kulit

Waspada Penyakit Kulit di Saat Banjir Melanda

Bencana banjir memang sulit dihindari dan merupakan kondisi yang harus siap dihadapi. Meskipun begitu, menjaga kesehatan tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikesampingkan.

Jagalah kondisi kulit tetap kering untuk menghindari penyakit kulit saat banjir. Mengenakan pakaian kering bisa membantu terhindar dari masalah kulir, hindari mengenakan pakaian basah terlalu lama, dan jangan bertukar pakaian dengan orang lain.

Selalu jaga kebersihan, serta memakai alat pelindung diri yang baik seperti celana panjang, jas hujan, atau sepatu boots. Segera konsultasikan keadaan kulit Anda kepada fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan.

Stay safe & stay healthy!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Kang S, Amagai M, Bruckner A, Enk A, Margolis D, McMichael A et al. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine, 9ed. New York, N.Y.: McGraw-Hill Education LLC; 2019.
  • DermNet NZ – All about the skin | DermNet NZ [Internet]. Dermnetnz.org. 
  • Dermatology [Internet]. Mayo Clinic. 2021 [cited 3 March 2021]. 
  • American Academy of Dermatology [Internet]. Aad.org.
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Yudo Irawan, Sp. KK Diperbarui 10/03/2021
x