home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Memahami Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Keringat Dingin

Memahami Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Keringat Dingin

Terkadang keringat bisa muncul saat Anda berada di ruangan yang sejuk atau ketika badan tidak terasa panas. Kerap disebut keringat dingin, kondisi ini ternyata cukup umum dan pernah dialami oleh hampir setiap orang.

Mengapa keringat dingin bisa terjadi?

tubuh manusia juga dapat mengeluarkan keringat di cuaca dingin; pemicunya adalah adaptasi tubuh atau masalah keringat berlebihan (hiperhidrosis)

Keringat dingin (diaphoresis) adalah kondisi yang biasanya hanya terjadi di area-area tertentu seperti telapak tangan, ketiak, atau telapak kaki. Seseorang dikatakan mengalami keringat dingin bila berkeringat saat kulitnya dalam keadaan dingin.

Banyak yang mengira bahwa keringat dingin atau cold sweat sama dengan night sweat, padahal keduanya adalah kondisi yang berbeda.

Seperti namanya, night sweat hanya terjadi saat malam hari seperti ketika Anda sedang tidur. Sedangkan, cold sweat bisa terjadi kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari.

Gejala lain yang mungkin muncul bersamaan dengan keringat dingin adalah jantung yang berdetak lebih keras, deru napas yang lebih kencang, kelenjar keringat terbuka, serta lepasnya hormon endorfin.

Kurangnya aliran darah menuju ke sistem pencernaan juga dapat menjadi gejala keringat dingin sehingga menyebabkan produksi saliva berkurang dan mulut menjadi kering.

Pada kondisi ini, keringat yang dihasilkan berasal dari kelenjar keringat apokrin. Tentunya keringat ini berbeda dengan keringat yang dihasilkan kelenjar ekrin yang bertugas untuk mengatur suhu tubuh.

https://wp.hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/penyebab-berkeringat-di-malam-hari/

Ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya fenomena ini. Faktor tersebut bisa dari pengaruh psikis maupun fisik. Berikut beberapa kemungkinannya.

Rasa takut, cemas, dan stres

Umumnya, keringat dingin muncul sebagai bentuk respons tubuh terhadap ancaman yang berasal dari luar. Rasa takut, cemas, dan stres inilah yang nantinya akan memicu kelenjar keringat untuk memproduksi keringat meski suhu tubuh atau udara di sekitar tidak meningkat.

Kurang oksigen

Terkadang, stres dan cemas juga disertai dengan kesulitan saat bernapas. Bila hal ini terjadi, akibatnya suplai oksigen dalam darah pun akan menurun. Otak kemudian membaca situasi tersebut sebagai ancaman dan akhirnya memproduksi keringat dingin.

Rasa sakit dan nyeri

Rasa sakit yang tak tertahankan karena migrain, patah tulang, atau luka berat dapat menimbulkan kondisi ini. Keluarnya keringat terjadi sebagai cara tubuh untuk bertahan diri dan meringankan rasa sakit.

Tekanan darah rendah

Normalnya, tekanan darah berkisar pada angka 120/80 mm Hg. Bila tekanan darah Anda lebih rendah, maka Anda akan merasa pusing, lemas, dan mengalami keringat dingin.

Gula darah rendah

Gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia kerap dialami oleh penderita diabetes yang menggunakan insulin. Berkeringat adalah salah satu gejala dari kondisi ini, bersama dengan gemetar, pandangan kabur, serta sakit kepala.

Gula darah rendah juga bisa disebabkan dari konsumsi alkohol yang terlalu banyak, kurang gizi, atau terlambat makan.

Penyakit jantung

Munculnya keringat juga bisa menandakan adanya penyakit jantung, terutama bila disertai dengan rasa sakit di dada, nyeri pada lengan, pusing, atau bahkan hilang kesadaran.

Shock

Shock atau guncangan medis terjadi saat aliran darah menuju otak atau organ vital lainnya tiba-tiba berhenti. Keringat dingin adalah salah satu pertandanya. Bila tidak ditangani dengan tepat, guncangan medis dapat menyebabkan kematian.

Infeksi

Berkeringat dingin bisa jadi adalah sebuah reaksi yang muncul saat tubuh berusaha melawan berbagai penyakit dari infeksi virus dan bakteri. Penyakit ini juga biasanya akan menunjukkan gejala lain seperti lemas dan nyeri otot.

Bagaimana cara mengatasi keringat dingin?

Tips sehat untuk ODHA penderita HIV

Sebenarnya, keringat dingin lebih sering muncul sebagai gejala suatu kondisi, sehingga penanganannya pun akan berfokus pada penyebabnya. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mengurangi risikonya yaitu sebagai berikut.

1. Menggunakan obat-obatan

Untuk mengatasi keringat dingin, Anda bisa menggunakan obat-obatan tertentu yang berkaitan dengan penyebab munculnya keringat tersebut. Obat-obatan yang mungkin bisa Anda gunakan di antaranya adalah:

  • Nerve blockers. Obat-obatan ini berfungsi untuk menghalangi saraf yang bertugas sebagai pemberi sinyal pada kelenjar produksi keringat.
  • Antidepresan. Obat bisa digunakan bila penyebabnya adalah kecemasan.

Sebelum menggunakan obat-obatan di atas, pastikan bahwa Anda sudah yakin pada penyebabnya. Selain itu, lebih baik berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu mengenai kondisi Anda, dan obat-obatan apa yang sebaiknya Anda gunakan.

2. Olahraga

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi keringat dingin adalah memperbanyak olahraga. Pilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat dan dapat membantu Anda mengurangi rasa stres, seperti yoga dan jenis olahraga relaksasi lainnya.

Yoga, meditasi, dan olahraga relaksasi bisa sangat membantu untuk mengurangi rasa stres dan kecemasan sehingga Anda bisa lebih tenang dan rileks. Lakukan kegiatan ini secara rutin agar risiko mengalami kondisi ini pun berkurang.

3. Terapkan pola makan sehat

Pada beberapa orang, makanan dan minuman tertentu bisa memicu tubuh menghasilkan lebih banyak keringat. Hal ini juga bisa terjadi saat Anda mengalami keringat dingin.

Jika Anda ingin mengatasi gejala kondisi ini, Anda sebaiknya mengurangi asupan kafein yang memang berpotensi meningkatkan produksi keringat.

Lebih baik, jaga asupan air mineral Anda sepanjang hari agar Anda terhindar dari dehidrasi. Mengurangi kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol juga bisa membantu Anda mencegah Anda mengalami keringat dingin.

4. Menjaga kebersihan tubuh

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi keringat dingin adalah menjaga kebersihan tubuh. Melakukannya dapat menghindarkan Anda dari risiko bau badan akibat berkeringat terus menerus.

Misalnya, Anda bisa memulai dengan mandi menggunakan sabun antibakteri yang dapat membantu Anda mengurangi bau badan.

Pastikan juga area tubuh yang rentan dengan keringat ini tetap kering, sehingga risiko munculnya bakteri yang menyebabkan bau badan beserta rasa tidak nyaman akibat keringat berkurang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Night Sweats. (2017). National Health Service. Retrieved 5 November 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/night-sweats/

Anxiety Disorders. (2018). National Institute of Mental Health. Retrieved 5 November 2020, from https://www.nimh.nih.gov/health/topics/anxiety-disorders/index.shtml

Understanding the Stress Response. (2020). Harvarrd Health Publishing. Retrieved 5 November 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/understanding-the-stress-response

Shock. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 5 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-shock/basics/art-20056620

Mold, J., Holtzclaw, B., & McCarthy, L. (2012). Night Sweats: A Systematic Review of the Literature. The Journal Of The American Board Of Family Medicine, 25(6), 878-893. Retrieved 5 November 2020. doi: 10.3122/jabfm.2012.06.120033

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 28/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro