Tips Terhindar dari Gangguan Pencernaan Ketika Beribadah Haji

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat menjalani ibadah haji, Anda perlu tahu cara mencegah gangguan sistem pencernaan. Masalah kesehatan ini sering dialami oleh jemaah haji. Setiap jemaah pasti sudah berusaha seoptimal mungkin untuk menjaga kesehatan tubuhnya sebelum berangkat ibadah haji.

Tantangan selanjutnya saat tiba di Tanah Suci, Anda membutuhkan strategi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri.

Ada banyak bakteri yang menyebabkan gangguan sistem pencernaan

Harapan agar ibadah haji lancar tanpa terganggu suatu sakit apapun, menjadi harapan setiap jemaah. Namun, karena banyak jemaah dari berbagai penjuru, sangat memungkinkan seseorang terjangkit bakteri penyakit.

Disebutkan dalam penelitian Emerging Infectious Diseases, gangguan pencernaan yang paling umum ditemui adalah gastroenteritis dan diare. Peneliti memelajari feses dari jemaah yang mengalami diare.

Subjek berasal dari 40 negara dan penelitian ini berlangsung selama 2011-2013 selama musim haji. Peneliti mengumpulkan 544 feses untuk dipelajari.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa 82.9% agen bakteri adalah penyebab utama infeksi diare dari 228 sampel dinyatakan positif. Bakteri yang terdeteksi di antaranya Salmonella, Shigella enteroinvasif Escherichia coli, dan enterotoksigenik E. coli. 

Meskipun berasal dari bakteri yang berbeda, subjek penelitian memiliki gejala diare yang sama. Meskipun diare kerap disebut sebagai penyebab, ada beberapa gangguan pencernaan lainnya yang bisa saja mengintai. Maka itu, ketahui cara mencegah gangguan pencernaan selama Anda berangkat haji.

Mencegah gangguan pencernaan saat ibadah haji

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengemukakan gangguan pencernaan yang kerap dihadapi jemaah haji. Selain diare, konstipasi dan ketidaknyamanan perut pada bagian atas sering dialami oleh jemaah.

Agar ibadah tetap berjalan dengan lancar, ketahui cara mencegah gangguan pencernaan saat ibadah haji berikut ini.

1. Minum banyak air putih

Kurangnya minum banyak air, menu makanan yang tidak cocok, serta kurang serat dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi. Maka itu, jangan lupa untuk minum banyak air putih, setidaknya 2 liter atau 8 gelas setiap hari. 

Cara sederhana ini dapat mencegah dehidrasi dan gangguan pencernaan datang saat melangsungkan ibadah haji.

2. Konsumsi vitamin C

Tubuh perlu berada di kondisi yang prima saat menjalankan ibadah haji. Pastikan daya tahan tubuh terjaga secara optimal dengan konsumsi vitamin C. Vitamin C juga dapat mencegah infeksi beragam penyakit, termasuk gangguan sistem pencernaan saat ibadah haji.

Anda bisa memperoleh vitamin C dari makanan seperti jambu, paprika, tomat, pepaya, jeruk, dan lainnya. Selain sayur dan buah, Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin C untuk melengkapi kebutuhan asupan harian.

Suplemen vitamin C dalam format effervescent (tablet larut air) dapat secara efektif meningkatkan daya tahan tubuh. Suplemen ini dalam waktu yang sama juga menambah asupan cairan dalam tubuh, sehingga terhindar dari dehidrasi.

3. Makan serat

Konsumsi serat penting untuk mencegah gangguan pencernaan saat ibadah haji. Usahakan ada sayuran dan buah-buahan di dalam menu makanan Anda. Kurang serat juga bisa menyebabkan sembelit. Oleh karenanya, tetap makan serat agar BAB lancar selama berada di Arab Saudi.

4. Hindari makanan berlemak

Makanan berlemak dapat meningkatkan risiko diare. Setiap tubuh manusia memiliki daya serap lemak yang berbeda. Ketika lemak tidak terserap optimal, usus kecil dan usus besar akan mensekresi lebih banyak air, sehingga feses lebih encer. 

Makanan berlemak juga memicu terjadinya pergerakan sistem pencernaan lebih cepat, sehingga membuat Anda jadi diare. Menghindari makanan berlemak juga sebagai upaya untuk mencegah gangguan sistem pencernaan selama Anda menjalankan ibadah haji.

5. Jaga kebersihan makanan dan diri

Di mana pun Anda berada, penting untuk mencuci tangan saat sesudah beraktivitas di luar ruangan, sebelum dan sesudah makan, serta sebelum menyiapkan makanan. Penularan diare dapat secara mudah terjadi melalui kontak tangan atau makanan.

Ingatkan satu sama lain untuk menjaga kebersihan diri dan makanan sebagai cara mencegah masalah gangguan pencernaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Cepat dan Alami Redakan Panas Dalam

Gejala panas dalam seperti sakit tenggorokan, sariawan, bibir kering, dan sembelit harus cepat diatasi. Ini dia pilihan obat panas dalam alami yang manjur.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Menimbang Manfaat dan Risiko Enema Kopi Sebelum Melakukannya

Enema kopi adalah teknik cuci usus yang dipercaya dapat mengeluarkan racun tubuh. Namun, perlu diperhatikan juga ada risiko dari enema kopi tersebut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 11 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Pilihan Susu Formula agar Bayi Tidak Sembelit

Susu formula ternyata bisa membuat bayi sembelit. Lantas, seperti apa susu formula untuk bayi yang tidak bikin sembelit? Lihat beberapa pilihannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Bayi Sering Mengejan Akibat Sembelit, Berbahayakah?

Ketika bayi sering mengejan akibat sembelit, perlu segera dilakukan upaya untuk kembali melancarkan pencernaan agar tidak menyebabkan dampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
bayi sering mengejan atau ngeden
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 14 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
makanan pelancar BAB sembelit

Rekomendasi Ragam Makanan yang Ampuh Sebagai Pelancar BAB

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gambar wasir, ambeien, hemorrhoids

Ambeien (Wasir)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
diare pada ibu hamil diare saat hamil mencret penyebab gejala

Kupas Tuntas Penyebab, Gejala, Hingga Cara Mengatasi Diare Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit