Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Kenapa Jantung Terasa Berdebar Kencang Saat Maag Kambuh?

    Kenapa Jantung Terasa Berdebar Kencang Saat Maag Kambuh?

    Gejala asam lambung naik, yang biasa disebut maag, umumnya meliputi kembung, nyeri yang melilit di perut atas, hingga sensasi asam di tenggorokan. Terkadang, ketika asam lambung naik, Anda mungkin merasakan jantung berdebar.

    Namun, kenapa maag bisa memengaruhi detak jantung? Simak jawabannya dalam ulasan berikut ini.

    Benarkah maag kambuh bikin jantung berdebar?

    Sebenarnya, asam lambung naik, yang mengakibatkan maag kambuh, tidak menjadi penyebab langsung terjadinya jantung berdebar.

    Jantung berdebar, dalam istilah medis disebut dengan palpitasi, merupakan kondisi yang terjadi ketika irama jantung berdetak secara tidak normal.

    Saat jantung berdebar, jantung berdetak terlalu cepat. Sensasi ini bisa menjalar hingga terasa di bagian leher, tenggorokan, dan dada.

    Beberapa faktor lain dapat memicu terjadinya asam lambung naik dan jantung berdebar sekaligus.

    Sebagai contoh, seseorang dengan GERD atau gangguan refluks asam lambung bisa merasa stres atau cemas karena gejala maag yang dialami.

    Stres dan cemas inilah yang menyebabkan jantung berdebar-debar saat maag.

    Contoh lain, beberapa orang mengalami sakit asam lambung naik dan jantung berdebar setelah minum alkohol.

    Alkohol merupakan minuman yang dapat memicu kenaikan asam lambung. Di sisi lain, konsumsi alkohol mengakibatkan peningkatan detak jantung sementara.

    Demikian juga dengan konsumsi kafein yang terlalu banyak, efek kafein bisa memicu gejala GERD sekaligus menyebabkan jantung berdebar.

    Namun, ada temuan yang memperlihatkan bahwa asam lambung naik memang berhubungan dengan gangguan detak jantung (aritmia).

    Sebuah ulasan ilmiah lama dalam Journal of clinical gastroenterology mengamati tiga pasien yang mengalami heartburn (nyeri ulu hati) akibat asam lambung naik dan atrial aritmia.

    Ketiga pasien ini tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.

    Meski menyatakan adanya hubungan, studi ini tidak menjelaskan apakah refluks asam lambung secara langsung menyebabkan gangguan detak jantung atau tidak.

    Studi ini menunjukkan bahwa pengobatan untuk refkuks asam lambung, yang artinya juga pengobatan maag, bisa mengatasi gejala maag dan jantung berdebar akibat aritmia sekaligus.

    Cara mengatasi asam lambung yang bikin jantung berdebar

    Sakit asam lambung yang disertai jantung berdebar bisa diatasi dengan pengobatan yang sesuai dengan penyebabnya.

    Gerakan tubuh dan teknik napas tertentu juga bisa membantu mengurangi detak jantung yang cepat.

    Berikut ini cara mengatasi maag atau sakit asam lambung yang membuat jantung berdebar.

    1. Hindari makanan dan minuman pemicu asam lambung

    intoleransi kafein

    Jika jantung berdebar terjadi sekitar waktu yang sama dengan munculnya gejala GERD, kemungkinan besar ini disebabkan makanan yang baru saja dikonsumsi.

    Anda mungkin terlalu banyak makan atau tubuh Anda sensitif terhadap makanan atau minuman yang mengandung alkohol dan kafein.

    Seperti yang telah dijelaskan, alkohol dan kafein memang bisa memicu asam lambung naik dan jantung berdebar secara bersamaan.

    Penting Anda ketahui

    Jantung yang berdebar kencang dan ini terjadi dalam waktu yang lama, bahkan setelah gejala maag sembuh, bisa menandakan gangguan pada jantung. Jika sering terjadi, pertimbangkanlah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung.

    2. Mengurangi stres

    Mengurangi stres dapat membantu mengobati jantung berdebar dan meredakan sakit maag.

    Untuk mengurangi stres, Anda dapat mencoba hal-hal berikut untuk membantu melepaskan hormon endorfin pereda stres.

    • Lakukan aktivitas rutin, seperti yoga, meditasi, atau olahraga ringan hingga sedang.
    • Latihan pernapasan dalam.
    • Hindari aktivitas yang menyebabkan kecemasan.

    3. Melakukan teknik khusus untuk meredakan jantung berdebar

    cara mengatasi lubang hidung kering

    Ada gerakan dan teknik bernapas yang dapat dicoba untuk menghentikan jantung berdebar-debar saat maag.

    Metode berikut ini merangsang saraf vagus, yaitu salah satu saraf yang membantu mengontrol detak jantung, sehingga jantung kembali berdetak normal.

    Valsalva manuver

    Jepit hidung dan tutup mulut. Cobalah bernapas dari hidung selama beberapa detik untuk menciptakan perasaan tertekan di kepala. Ini memengaruhi perlambatan detak jantung.

    Mengejan

    Mengejan seolah-olah sedang buang air besar akan mengencangkan otot-otot di perut. Ini bisa menambah tekanan di kepala sehingga mengurangi detak jantung yang cepat.

    Cuci muka dengan air dingin

    Percikkan air dingin ke wajah selama 30 detik. Anda juga bisa mencelupkan kepala ke dalam air dingin. Ini dapat merangsang respons tubuh, memperlambat detak jantung.

    Kondisi jantung berdebar saat maag masih dikatakan normal asalkan tidak menunjukkan gejala-gejala yang lebih buruk, misalnya muncul rasa nyeri tak tertahankan di dada.

    Jika rasa berdebar yang dialami berhubungan dengan penyakit jantung, Anda perlu mendapatkan rekomendasi pengobatan dari dokter spesialis jantung.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Alijaniha, F., Noorbala, A., Afsharypuor, S., Naseri, M., Fallahi, F., Mosaddegh, M., Faghih Zadeh, S., & Sadrai, S. (2016). Relationship Between Palpitation and Mental Health. Iranian Red Crescent medical journal, 18(3), e22615. https://doi.org/10.5812/ircmj.22615

    Gerson, L. B., Friday, K., & Triadafilopoulos, G. (2006). Potential relationship between gastroesophageal reflux disease and atrial arrhythmias. Journal of clinical gastroenterology, 40(9), 828–832. https://doi.org/10.1097/01.mcg.0000225571.42890.a5

    Larsson, S. C., Drca, N., & Wolk, A. (2014). Alcohol consumption and risk of atrial fibrillation: a prospective study and dose-response meta-analysis. Journal of the American College of Cardiology, 64(3), 281–289. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2014.03.048

    Raviele, A., Giada, F., Bergfeldt, L., Blanc, J. J., Blomstrom-Lundqvist, C., Mont, L., Morgan, J. M., Raatikainen, M. J., Steinbeck, G., Viskin, S., Kirchhof, P., Braunschweig, F., Borggrefe, M., Hocini, M., Della Bella, P., Shah, D. C., & European Heart Rhythm Association (2011). Management of patients with palpitations: a position paper from the European Heart Rhythm Association. Europace : European pacing, arrhythmias, and cardiac electrophysiology : journal of the working groups on cardiac pacing, arrhythmias, and cardiac cellular electrophysiology of the European Society of Cardiology, 13(7), 920–934. https://doi.org/10.1093/europace/eur130

    Un, H., Dogan, M., Uz, O., Isilak, Z., & Uzun, M. (2016). Novel vagal maneuver technique for termination of supraventricular tachycardias. The American journal of emergency medicine, 34(1), . https://doi.org/10.1016/j.ajem.2015.05.028

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui 2 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
    Next article: