Mual

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu mual?

Mual adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa tidak nyaman pada perut atau belakang kerongkongan. Sensasi tersebut sering kali menyebabkan adanya dorongan untuk muntah.

Kondisi ini dapat memberikan efek yang berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang merasa sedikit tidak nyaman pada perut, tapi ada pula yang mengalami gejala lain seperti nyeri pada beberapa bagian tubuh.

Rasa mual adalah gejala umum yang ditimbulkan oleh berbagai kondisi kesehatan, terutama gangguan pencernaan. Selain itu, beberapa jenis obat-obatan atau prosedur medis juga dapat memicu sensasi yang satu ini.

Mual merupakan keluhan yang sangat umum. Hampir semua orang pernah mengalami kondisi ini. Kasus kejadiannya pun bisa ditemukan pada segala kelompok usia, tetapi perempuan dan wanita hamil cenderung lebih rentan mengalaminya.

Keinginan untuk muntah mungkin tidak bisa dicegah, tapi Anda dapat mengatasinya dengan mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi langsung kepada dokter.

Gejala

Apa saja gejala mual?

Mual sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan gejala dari gangguan kesehatan yang beragam. Tergantung apa penyebabnya, rasa ingin muntah ini dapat muncul sendiri atau diiringi dengan keluhan lainnya.

Tanda-tanda dan gejala yang paling umum menyertai rasa mual adalah muntah. Selain muntah, kumpulan gejala lain yang juga sering muncul adalah:

  • demam,
  • sakit kepala,
  • perut kembung,
  • pusing,
  • mulut kering,
  • berkurangnya produksi urine,
  • rasa lemas,
  • sakit perut, dan
  • rasa tidak nyaman pada perut.

Dalam kasus yang lebih parah, rasa ingin muntah mungkin muncul bersama sejumlah gejala yang lebih serius. Gejala yang dimaksud yakni dada terasa nyeri, kesulitan bernapas dengan normal, produksi keringat berlebih, atau bahkan pingsan.

Kemungkinan ada tanda atau gejala lainnya yang belum tercantum di atas. Jika Anda memiliki kecemasan tentang suatu gejala, cobalah berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan solusinya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Pada sebagian besar kasus, rasa mual bersifat ringan dan dapat dikendalikan dengan beberapa cara sederhana. Anda pun bisa mengurangi rasa ingin muntah dengan menggunakan obat alami seperti jahe atau banyak minum air putih.

Namun, bila masalah kian memburuk, Anda harus segera menghubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Tanda-tanda yang perlu Anda waspadai antara lain:

  • muntah-muntah berlangsung selama lebih dari 24 jam,
  • muntah disertai darah,
  • muntah berwarna cokelat,
  • terdapat tanda-tanda dehidrasi,
  • sakit kepala parah,
  • rasa nyeri parah pada dada,
  • nyeri pada rahang,
  • berkeringat secara berlebihan, dan
  • rasa sakit pada lengan kiri.

Setiap orang yang mengalami mual mungkin juga menunjukkan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan gejala yang Anda rasakan kepada dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab mual?

Mual merupakan respons alami tubuh ketika mendeteksi suatu gangguan. Gangguan ini mungkin berasal dari penyakit, kondisi medis, reaksi makanan, efek samping obat, dan masih banyak lagi.

Di antara sekian banyak faktor yang menimbulkan rasa ingin muntah, berikut beragam penyebab yang paling umum.

1. Naiknya asam lambung

Gangguan pencernaan yang menyebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan bisa menjadi pemicu rasa mual. Kondisi yang paling umum terjadi adalah dispepsia (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Kedua penyakit ini berawal dari melemahnya otot sfingter yang membatasi lambung dan kerongkongan. Jika otot sfingter tidak bisa menutup rapat, makanan yang sudah bercampur dengan asam lambung bisa mengalir balik menuju kerongkongan.

Naiknya asam lambung dapat menimbulkan sensasi terbakar pada dada (heartburn), rasa panas, sendawa, dan batuk. Selain itu, gejala lain yang kerap dialami penderita GERD dan dispepsia adalah rasa mual setelah makan.

2. Infeksi pada saluran pencernaan

Gangguan pencernaan yang disebabkan oleh infeksi, seperti muntaber dan keracunan makanan, umumnya ditandai dengan mual. Gejala ini muncul ketika kuman penyebab infeksi (bakteri, jamur, virus, maupun parasit) menyerang dinding lambung dan usus.

Saat menginfeksi, beberapa jenis kuman juga dapat menghasilkan racun. Reaksi yang terjadi kemudian memicu respons sistem imun. Sistem imun lantas memerintahkan organ pencernaan untuk memproduksi lebih banyak cairan.

Kombinasi infeksi, racun, dan produksi cairan yang berlebih merangsang saraf-saraf di sekitar perut untuk memunculkan rasa mual dan respons muntah. Seluruh mekanisme ini adalah upaya tubuh Anda untuk mengeluarkan zat yang dianggap merugikan.

3. Efek samping obat-obatan

Mengutip Harvard Education, efek samping beberapa obat juga bisa menjadi penyebab rasa mual. Misalnya, obat penghilang rasa sakit golongan non-steroid. Obat ini dapat mengiritasi lapisan lambung sehingga menimbulkan gejala berupa mual dan muntah.

Pada kasus lainnya, mual bisa jadi disebabkan oleh sistem pencernaan yang tidak mampu menyerap obat. Obat yang sudah diminum akhirnya tertinggal lebih lama di dalam usus sehingga memicu iritasi. Salah satu tandanya adalah rasa ingin muntah.

Pengobatan kemoterapi untuk kanker juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut hingga perasaan ingin muntah. Semakin tinggi dosis pengobatan yang diberikan, semakin parah pula sensasi mual yang akan Anda rasakan.

Selain itu, interaksi dua obat yang diminum bersamaan juga bisa menjadi penyebab mual. Maka untuk menghindari efek samping ini, perhatikan instruksi cara pakai obat yang tertera di label atau konsultasikan lebih lanjut pada dokter maupun apoteker.

4. Mabuk kendaraan

Mual dan muntah sering dialami oleh orang yang bepergian dengan kendaraan seperti mobil, pesawat, atau kapal laut. Kondisi ini ternyata disebabkan oleh sinyal campur aduk yang dikirimkan mata dan telinga bagian dalam menuju otak.

Saat berada dalam kendaraan yang melaju, tubuh tetap berada dalam posisi diam. Namun, mata dan telinga Anda yang melihat ke luar jendela selama perjalanan akan melihat bahwa semuanya bergerak ke belakang dan menimbulkan reaksi tidak biasa.

Bagian otak yang bernama thalamus merespons ‘keanehan’ ini dengan mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh, yang kemudian dianggap sebagai ‘bahaya’. Thalamus lalu memunculkan reaksi mual dan muntah sebagai cara menghentikan ‘bahaya’ tersebut.

5. Rasa sakit atau nyeri yang hebat

Bila tubuh mengalami rasa sakit yang tak tertahankan, kemungkinan Anda juga akan merasa pusing dan mual. Kondisi ini biasanya muncul ketika Anda merasakan nyeri akibat penyakit-penyakit tertentu, seperti pankreatitis, batu empedu, atau batu ginjal.

Penyakit atau kondisi kesehatan lain yang dapat membuat Anda merasa ingin muntah yakni:

  • benign paroxysmal positional vertigo (BPPV),
  • infeksi telinga,
  • serangan jantung,
  • penyumbatan pada usus,
  • gagal hati atau kanker hati,
  • meningitis, dan
  • migrain.

Faktor-faktor Risiko

Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami mual?

Mual adalah kondisi yang dapat dialami oleh hampir setiap orang, terlepas dari usia maupun faktor lainnya. Namun, ternyata ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Penting untuk diketahui bahwa memiliki satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan mengalami suatu penyakit atau gangguan kesehatan. Faktor risiko hanya dapat memperbesar peluang Anda untuk terkena suatu penyakit.

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami mual.

1. Jenis kelamin

Rasa ingin muntah lebih sering dialami oleh individu berjenis kelamin wanita daripada pria. Hal ini kemungkinan berkaitan erat dengan perubahan hormon, terutama ketika seorang wanita sedang mengalami menstruasi.

Tidak hanya itu, wanita hamil juga biasanya lebih mudah merasa pusing dan ingin muntah. Lonjakan hormon pada masa kehamilan memiliki dampak besar bagi tubuh ibu, termasuk menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.

2. Senang mengonsumsi makanan tertentu

Ada orang-orang yang suka mencoba segala jenis bentuk, rasa, dan tekstur makanan. Akan tetapi, makanan tertentu yang terlalu keras, pedas, lembut, atau berlemak, bisa menimbulkan sensasi tidak nyaman pada orang lain.

Anda pun perlu ekstra cermat saat mengonsumsi makanan setengah matang, sebab makanan yang tidak dimasak sempurna dapat meningkatkan risiko munculnya mual. Hal ini mungkin berkaitan dengan adanya bakteri dalam makanan setengah matang.

3. Menjalani pengobatan tertentu

Orang yang rutin mengonsumsi obat pereda nyeri atau sedang menjalani pengobatan tertentu lebih rentan mengalami mual. Meski begitu, efek samping ini biasanya tidak berbahaya dan tidak mengurangi manfaat dari obat itu sendiri.

4. Mengalami tekanan psikis

Tekanan psikis menyebabkan peningkatan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Selain membuat detak jantung makin cepat dan pernapasan menjadi pendek, hormon kortisol diketahui ikut meningkatkan produksi asam di lambung.

Diagnosis dan Pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis mual?

Bagi orang-orang yang tidak menderita penyakit apa pun, sebenarnya tidak ada cara khusus yang perlu dilakukan untuk mendiagnosis mual. Maka dari itu, Anda mungkin tidak akan mengetahui penyebab mual sebelum mengalami gejala yang lain.

Apabila rasa mual mulai mengkhawatirkan, berlangsung lama, atau disertai gejala lain, dokter kemungkinan akan menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Jenis pemeriksaan dapat bervariasi, seperti tes darah, endoskopi, dan sebagainya.

Bagaimana cara mengobati mual?

Pengobatan untuk mual tergantung pada kondisi yang menjadi penyebabnya.  Apabila Anda ingin muntah karena mabuk kendaraan, obat yang dapat diberikan di antaranya dimenhydrinate, antihistamin, atau plester scopolamine.

Selain obat yang menarget respons mual, Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan yang fokus mengatasi penyebabnya. Sebagai contoh, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri, obat sakit kepala, atau penurun asam lambung.

Pengobatan di Rumah

Apa saja pengobatan rumahan yang dapat mengatasi mual?

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi mual tanpa obat.

1. Mengonsumsi makanan dan minuman jahe

Jahe telah sejak lama digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Belum jelas bagaimana cara kerja jahe untuk mengurangi mual. Namun, salah satu zat aktif pada jahe diyakini bisa memengaruhi sistem saraf pencernaan dan pusat.

2. Minum teh chamomile

Teh chamomile merupakan salah satu herbal andalan untuk mengatasi mual, mabuk perjalanan, dan diare. Teh dari bunga ini bisa membantu mengusir gas, menenangkan perut, dan merelaksasi otot-otot yang memindahkan makanan melalui usus.

3. Minum atau menghirup bau lemon

Lemon dengan wanginya yang khas dan tajam bisa membantu meredakan mual. Anda bisa mengonsumsi lemon dengan memasukkannya ke dalam air hangat dan teh, atau dihirup langsung seperti uap minyak esensial.

4. Mengatur pernapasan sembari menghirup aromaterapi

Bernapas perlahan sambil menghirup aromaterapi bisa mengurangi rasa ingin muntah.  Caranya, coba tarik napas dalam-dalam hingga tiga hitungan sambil menghirup uap aromaterapi. Setelah itu, buang napas Anda dan ulangi langkah yang sama.

Mual adalah keluhan pada perut yang biasanya dilanjutkan dengan muntah. Meskipun tidak berbahaya, rasa ingin muntah mungkin menandakan bahwa ada gangguan pada sistem pencernaan. Coba konsultasikan hal ini kepada dokter agar Anda mendapat penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    4 jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Mengatasi Mual dan Mencegah Muntah

    Rasa mual dan ingin memang sangat mengganggu, terlebih bila Anda sedang beraktivitas. Coba konsumsi makanan dan minuman yang bisa mengatasi mual ini.

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Hidup Sehat, Tips Sehat 14 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

    Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan? Rebahan karena ngantuk kekenyangan? Kebiasaan buruk ini bisa bikin perut panas dan perih, lho

    Ditulis oleh: Priscila Stevanni
    Hidup Sehat, Tips Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

    Setelah makan kekenyangan, Anda baru akan merasakan efeknya, yaitu perut begah. Rasanya sungguh tidak nyaman, kan? Segera redakan dengan tips-tips ini!

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Alergi Makanan

    Alergi makanan adalah reaksi alergi yang muncul setelah mengonsumsi suatu zat makanan tertentu. Makanan apa saya yang menyebabkan reaksi ini?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 14 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    sakit maag

    Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    minum kopi untuk penderita maag

    3 Tips Minum Kopi yang Aman Buat Perut Jika Anda Punya Maag

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit
    obat alergi alami

    Obat Alergi dari Bahan Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    perut kosong hindari makan pedas dan asam

    Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit