Kenali 6 Hal yang Membuat Anak Mudah Cemas dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/03/2018
Bagikan sekarang

Khawatir dan cemas bukan hanya terjadi pada orangtua, anak-anak pun juga merasakan hal demikian. Namun hal-hal yang dikhawatirkan oleh anak dengan orangtua tentu berbeda. Rasa khawatir pada anak akan memengaruhi suasana hati hingga aktivitas hariannya. Untuk mengatasi hal ini, anak membutuhkan bantuan dan dukungan dari orangtua. Sebenarnya hal-hal apa saja yang menjadi penyebab anak cemas? Bagaimana orangtua mengatasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Apa saja yang menjadi penyebab anak cemas?

Jika si kecil sedang cemas, mungkin Anda bisa langsung mengetahuinya karena biasanya terlihat dari kesehariannya. Anak jadi lebih pendiam atau tidak terlihat bersemangat dalam beraktivitas. Jika kecemasan yang dialami si kecil tak berlebihan, orangtua pasti bisa menanganinya sendiri. Namun bila penyebab anak cemas lebih kompleks dan berat, Anda mungkin memerlukan perhatian dan bantuan dokter atau psikolog untuk mengatasinya.

Sebelum tahu bagaimana menangani kecemasan pada anak, sebaiknya ketahui dulu apa yang menyebabkan hal ini terjadi. Berikut hal-hal yang menjadi penyebab anak mudah cemas, seperti:

1. Merasa khawatir dengan prestasinya

Sebab semua anak ingin membanggakan orangtua dengan prestasinya di sekolah. Bila Anda mengetahui permasalahannya mengenai nilai akademis, kesulitan anak dalam memahami pelajaran, atau gagal dalam ulangannya, Anda bisa membantunya dengan mendatangkan guru les ke rumah untuk membantunya dalam meningkatkan prestasinya di sekolah.

Mengusulkan ide kepada anak untuk mengadakan belajar kelompok dengan teman, juga bisa membantu membangkitkan semangatnya. Ini mengubah pemikiran anak yang tadinya khawatir atau cemas dengan kegagalan menjadi motivasi untuk belajar.

2. Bertengkar dengan teman

Permasalahan yang terjadi di antara teman-temannya kadang membuat anak khawatir. Mereka akan memikirkan bagaimana menghadapi temannya tersebut besok, kapan mereka akan berbaikan, atau bagaimana cara mencari teman baru. Ini akan mengurangi semangat anak untuk berangkat ke sekolah.

Membuka pembicaraan dengan anak mengenai hal tersebut, bisa membantu anak untuk mendapatkan saran dari Anda. Berikan pemahaman bahwa siapa pun bisa berbuat salah dan untuk mengakhiri pertengkaran tersebut adalah dengan saling memafkan. Mungkin butuh waktu, tapi anak dengan sendirinya akan menjadi akrab kembali dengan teman-temannya.

3. Mengalami kekerasan (bullying)

Anak bisa mendapatkan perlakuan ini secara verbal atau fisik. Anda perlu mengajarkan anak untuk membedakan perilaku buruk yang harus dihindari dan perilaku baik yang harus dilakukan. Ini menghindari anak menjadi korban atau pun pelaku bullying. Bila hal ini terjadi, Anda sebagai orangtua membutuhkan bantuan sekolah untuk mengatasi bullying secepatnya. Sebab bullying bisa menyebabkan trauma pada anak dan memengaruhi kesehatan mental anak.

gejala depresi pada anak

4. Pindah rumah atau pindah sekolah

Pindah rumah atau pindah sekolah membuat anak harus berusaha kembali untuk beradaptasi. Anda bisa mengajak anak untuk bermain keluar, memperkenalkan anak dengan tetangga lain yang seumuran dan memiliki sekolah yang sama. Ini memudahkan anak untuk memiliki setidaknya satu teman baru di lingkungannya yang baru. Merekomendasikan anak untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler juga membantu anak mengeksplor diri dan beradaptasi.

5. Kondisi tubuh yang dimiliki anak

Bentuk tubuh memengaruhi anak kondisi psikis anak. Anak-anak yang cenderung memiliki badan terlalu kurus atau terlalu gemuk, biasanya mendapatkan julukan khusus, misalnya ‘si gendut’ atau ‘si kurus’. Anda sebaiknya tidak memanggilnya dengan julukan demikian. Untuk mengubah kondisi tubuhnya mungkin Anda harus mengubah pola makan anak atau mengajaknya untuk melakukan olahraga bersama.

6. Masalah dan perubahan keluarga

Setiap perubahan dan masalah yang terjadi dalam keluarga dapat mengganggu anak, misalnya perceraian atau kehilangan anggota keluarga. Anda harus lebih mendekatkan diri dengan anak, tetap memperlihatkan hubungan yang baik di depan anak, dan memberi penjelasan mengenai perceraian atau ditinggal oleh anggota keluarga yang disayangi serta mengajari anak untuk menerima perubahan.

Bagaimana mengatasi kecemasan pada anak?

Bila kecemasan pada anak tidak diatasi, maka ia bisa menjadi stres. Ini bisa memengaruhi kesehatan tubuhnya. Anda perlu memperhatikan gejala-gejala penting yang berkaitan dengan gangguan kecemasan pada anak. Ini bisa ditandai dengan rasa cemas anak yang berlebihan dan tidak terkontrol. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan atau tindakan pencegahan yang tepat.

Ada banyak tips yang bisa orangtua lakukan untuk mengatasi kekhawatiran yang dirasakan anak, seperti dilasir dari Kids Health, yaitu:

Memahami penyebabnya

Dengan melihat perilaku anak, orangtua mungkin bisa menerka apa yang menjadi penyebab anak cemas. Namun untuk memastikannya, mungkin orangtua barus membuat obrolan ringan. Tanyakan pada anak yang membuatnya cemas dan catat hal tersebut. Ini dilakukan agar orangtua menjadi lebih mudah dengan menangani ketakutan dan kekhawatiran yang terjadi pada anak.

Menunjukkan perhatian Anda

Dengan menunjukkan perhatian, ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan pada anak untuk mengatasi kekahawatirannya tapi juga memberikan dukungan serta menunjukkan bahwa Anda memahami perasannya. Berikan anak pemahaman bila anak salah memahami sesuatu dan tunjukkan cara terbaik untuk mengatasinya.

Namun tetap libatkan anak untuk mengutarakan pendapatnya mengenai pemecahan masalah. Keberadaan Anda di sekitarnya juga memberikan kenyamanan pada anak sehingga kecemasan atau kekhawatiran menjadi berkurang.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

Mengajarkan anak memakai baju sendiri memang susah-susah gampang. Kuncinya adalah tetap sabar dan ikuti tips berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Anak Terlalu Sensitif dalam Mengelola Emosi? Hadapi dengan 4 Trik Ini

Anak yang terlalu sensitif dalam mengelola emosi akan mangalami kesulitan saat dewasa. Untuk menghadapinya, orangtua bisa lakukan hal ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua Tentang Sakit Perut pada Anak

Saat anak sakit perut, banyak orangtua menganggap sepele. Padahal, tak seperti pada orang dewasa, sakit perut si kecil bisa berarti banyak hal.

Ditulis oleh: Priscila Stevanni

4 Kiat Jitu Mencegah Si Kecil Tantrum di Tempat Umum

Mengajak anak keluar rumah tentu menjadi tantangan, salah satunya khawatir ia tantrum. Lantas, adakah cara mencegah anak tantrum di tempat umum?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
perkembangan psikologi anak

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020
mencegah anak shopaholic

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
mengatasi stres Anak

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16/03/2020