Pengasuhan Ibu Saat Masa Prasekolah Mempengaruhi Perkembangan Otak Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baru-baru ini, penelitian di Washington University School of Medicine di St. Louis menemukan bahwa anak-anak yang berada di bawah pengasuhan ibu saat masa sebelum sekolah, memiliki pertumbuhan volume hippokampus (salah satu bagian dari otak besar) yang lebih besar ketika si anak memasuki masa sekolah hingga beranjak dewasa. Sebaliknya, anak-anak yang tidak atau kurang berada di bawah pengasuhan ibunya saat mereka belum sekolah, memiliki pertumbuhan volume otak yang kurang, meskipun setelah si anak mulai masuk sekolah si anak berada di bawah pengasuhan si ibu.

Apa itu hippokampus?

Hippokampus adalah salah satu bagian dari otak besar yang terletak di lobus temporal. Hippokampus biasanya dihubungkan dengan gabungan ingatan, mulai dari ingatan jangka pendek sampai ingatan jangka panjang. Selain itu, hippokampus juga sering dihubungkan dengan bagian otak yang mengatur stress dan kemampuan untuk mengendalikan ruangan-ruangan 3 dimensi. Dalam kata lain, semakin baik perkembangan hippokampus, maka orang tersebut dianggap semakin “pintar”.

Meskipun sering dikatakan bahwa ukuran rata-rata hippokampus bervariasi antara pria dan wanita, namun baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa hal itu salah. Akan tetapi, memang setiap orang memiliki volume hippokampus yang berbeda-beda. Para peneliti ini sedang melakukan penelitian untuk mengobservasi bagaimana pengasuhan ibu selama usia prasekolah bisa mempengaruhi pertumbuhan otak anak.  

Bagaimana penelitian ini dilakukan?

Para peneliti melakukan penelitian terhadap 127 anak-anak yang mereka perhatikan pertumbuhan otaknya dimulai saat mereka masih anak-anak hingga dewasa. Anak-anak yang ikut dalam penelitian ini menjalani 3 kali pemindaian magnetic resonance imaging (MRI). MRI scan adalah teknologi yang berfungsi untuk mengukur dimensi dan aliran darah pada struktur otak. Tingkatan dari pengasuhan ibu selama masa anak-anak juga diukur dalam penelitian ini.

1. Tes yang dilakukan ketika masa prasekolah

Tes untuk mengetahui tingkatan dari pengasuhan ibu selama masa prasekolah dilakukan dengan cara “memberi hadiah”. Si anak akan diberikan sebuah hadiah yang sangat membuatnya penasaran, tetapi anak tersebut tidak boleh membukanya sampai 8 menit, dihitung setelah si anak diberikan bungkusan hadiah tersebut. Dalam kurun waktu 8 menit tersebut, peneliti akan mengobservasi bagaimana cara si ibu memperlakukan si anak. Bila si ibu berhasil membuat si anak tetap senang dan tidak stress selama menunggu untuk membuka kado, maka peneliti akan memberikan nilai yang lebih tinggi.

Tes ini mewakili bagaimana si ibu memperlakukan anaknya dalam kegiatan sehari-hari, misalnya saat si ibu sedak sibuk memasak tetapi si anak merengek minta perhatian, atau saat si anak butuh sesuatu tapi si ibu memiliki pekerjaan lain yang harus dilakukan. Inilah tantangan orangtua dalam mengasuh anaknya.

2. Tes yang dilakukan ketika anak-anak mulai bersekolah

Tes untuk mengetahui tingkatan pengasuhan ibu ketika anak-anak mulai bersekolah dilakukan dengan cara bermain puzzle. Ibu dan anak ditantang untuk menyelesaikan puzzle secara bersama-sama. Si ibu hanya boleh memberikan setiap kepingan puzzle, dan membantu anak untuk menggabungkan keping-keping puzzle itu secara bersama-sama. Semakin sukses dan suportif baik si ibu maupun si anak, semakin tinggi nilai yang diberikan oleh peneliti.

Hasil penelitian: pengasuhan ibu mempengaruhi pertumbuhan otak

Dari hasil MRI scan, para peneliti mendapatkan hasil bahwa anak-anak yang berada di bawah pengasuhan ibunya selama masa sebelum sekolah memiliki pertumbuhan volume hippokampus yang lebih baik. Berbanding terbalik dengan anak-anak yang kurang atau tidak berada di bawah pengasuhan ibunya selama masa sebelum sekolah, anak-anak tersebut memiliki ukuran hippokampus yang lebih kecil ketika dewasa, meskipun si anak berada di bawah pengasuhan ibunya ketika sudah masuk SD atau SMP. Bahkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran hippokampus bisa 2 kali lebih besar bila dibandingkan antara anak-anak di bawah pengasuhan ibunya dan yang tidak di bawah pengasuhan ibunya.

Kenapa asuhan ibu di usia dini sangat besar pengaruhnya?

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada masa-masa sensitif di mana otak anak merespons pengasuhan ibu. Hubungan ibu dan anak selama masa-masa sebelum sekolah adalah hal yang sangat penting, bahkan lebih penting daripada ketika si anak mulai beranjak dewasa. Para peneliti mengajukan teori bahwa hal ini terjadi karena selama masa kanak-kanak, otak lebih elastis, yang berarti perkembangan otak lebih dipengaruhi dengan kejadian-kejadian yang dialami manusia pada masa anak-anak. Teori ini mendukung penelitian bahwa sangat penting bagi anak-anak untuk menerima pengasuhan ibunya di masa kecilnya.

Para peneliti juga menemukan bahwa pertumbuhan pergerakan di hippokampus berhubungan dengan kesehatan fungsi emosional ketika si anak memasuki masa remaja. Para peneliti juga percaya bahwa penemuan ini bisa membantu anak-anak untuk mendapat hasil yang baik selama masa sekolah, beradaptasi dengan baik di dalam berbagai tantangan hidup, dan berkembang secara emosional dengan belajar dari orangtuanya bahwa jikakelak ketika mereka memiliki anak-anak, mereka juga akan mengasuh anaknya seperti bagaimana orang tua mereka mengasuh mereka.

Apakah hal ini ada hubungannya dengan IQ?

Ukuran hippokampus yang lebih besar tidak berhubungan dengan semakin tingginya nilai IQ. Akan tetapi, hal ini lebih berhubungan dengan perkembangan emosional.

Apakah hal ini juga berlaku untuk pengasuhan ayah terhadap anak?

Penelitian ini lebih fokus kepada hubungan ibu dan anak. Sampai saat ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa pengasuhan ayah juga memberikan hasil yang sama terhadap pertumbuhan otak anak.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

    Memasuki usia 12 tahun, anak Anda masih akan mengalami berbagai tahapan perkembangan yang baru. Apa saja yang akan dialami anak pada usia ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 01/05/2020 . Waktu baca 8 menit

    Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

    Pada usia 11 tahun, anak akan mengalami tahapan perkembangan baru yang meliputi fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak saat itu?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30/04/2020 . Waktu baca 10 menit

    Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

    Saat masuk sekolah dasar (SD), kadang anak belum mampu menulis dengan baik dan rapi. Berikut cara mengajari anak menulis yang dapat Anda lakukan.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Parenting, Tips Parenting 27/04/2020 . Waktu baca 8 menit

    Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

    Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Anak, Parenting 26/04/2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    tahap perkembangan anak 6-9 tahun

    Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 18 menit