Anak Terlalu Sensitif dalam Mengelola Emosi? Hadapi dengan 4 Trik Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/02/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menangis adalah respons normal anak saat ia merasa marah, ketakutan, stres, atau bahkan ketika ia bahagia. Namun, ada yang sensitif kemungkinan akan lebih sering menangis atau mengamuk. Anak yang terlalu sensitif dalam mengelola emosi ini, cenderung akan mengalami kesulitan di masa dewasa. Sebagai orangtua, bagaimana cara Anda menghadapinya? Jangan cemas, lihat tipsnya berikut ini.

Cara menghadapi anak yang sensitif dalam mengelola emosi

Dilansir dari laman Health Kids, emosi menggambarkan apa yang dirasakan seseorang sekaligus bagaimana harus bereaksi. Emosi ini ada dalam diri seseorang sejak masih bayi dan mereka mengekspresikannya dengan tawa atau tangis. Akan tetapi, bayi dan anak masih kesulitan untuk mengelola emosi yang mereka rasakan.

Misalnya, saat marah atau kesal oleh hal kecil, mereka cenderung untuk menangis, berbeda dengan orang dewasa yang bisa mengatasi kekesalan atau kemarahan mereka dengan cara lain.

Namun, pada anak yang sensitif mereka bisa mengekspresikan emosi ini dengan cara yang berlebihan. Mereka cenderung mudah marah, frustasi, dan mudah mengamuk. Untuk membantu anak yang sensitif dalam mengelola emosi agar jadi lebih baik, orangtua bisa melakukan beberapa hal, sepeti:

1. Jangan anggap rasa sensitif yang berlebihan ini sebagai kelemahan

menjelaskan mimpi basah anak

Anak yang tantrum karena tidak ingin ditinggal di sekolah oleh Anda, memang membuat Anda berusaha keras untuk menenangkannya. Anda juga perlu mengakalinya agar ia mau mengikuti pelajaran di kelas dengan tenang.

Meski kadang membuat Anda kewalahan, jangan anggap hal ini sebagai kelemahan anak. Apalagi mengomelinya dengan kata-kata yang bisa menciutkan mentalnya, “Ah kamu ini, nyusahin Ibu aja!”

Menjadi sangat sensitif dalam mengelola emosi bukan menandakan bahwa anak lemah. Ini adalah hal yang wajar karena ia masih kesulitan untuk mengekspresikan emosinya. Pada situasi ini, si kecil sangat membutuhkan anak untuk belajar mengenali emosi, memahami, dan mengekspresikannya dengan cara lebih baik.

2. Kenalkan anak dengan berbagai emosi

emosi
Sumber: Pinterest

Agar anak lebih terkontrol mengekspresikan emosinya, belajar mengenali berbagai perasaan yang ia rasakan adalah salah satu solusinya. Anda bisa mengajarinya lewat emotikon wajah, lewat gambar, buku, atau video anak yang membahas tentang emosi.

Tunjukkan emotikon wajah bersedih, kemudian minta anak menebaknya emosi tersebut. Tidak hanya itu, beri penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak, seperti “Adik harusnya main bola, tapi di luar turun hujan. Kira-kira perasaan adik kayak gimana?”

Bila anak sudah mulai mengenali emosi yang ia rasakan, arahkan cara baik untuk mengekspresikannya. Contohnya, meminta teman untuk bicara baik-baik pada teman ketika ingin bertukar mainan, tidak dengan memukul atau menggigit.

Jelaskan padanya, ia boleh menangis ketika sedih atau marah. Namun, ingat jika ia tidak boleh menangis hingga berteriak keras-keras atau mengamuk dengan berguling-guling di lantai. Dengan begitu, anak yang sensitif dalam mengelola emosi tidak akan lagi berlebihan mengekspresikannya.

3. Pahami emosi yang anak rasakan

luka bakar pada anak

Anak yang berlebihan mengekspresikan emosinya, punya keinginan untuk dimengerti. Ia yang masih sulit untuk menyampaikan apa yang dirasakan, kebingungan dan melakukan hal tersebut agar keinginannya tersampaikan. Untuk itu, orangtua harus belajar memahami emosinya.

Saat anak sedih, karena Anda membatalkan janji untuk pergi ke kebun binatang, misalnya. Tunjukkan bahwa Anda juga sedih dengan batalnya janji tersebut, sebelum si kecil mengamuk parah. “Ayah tahu kalau Adek sedih. Ayah juga sedih kalau digituin. Minggu depan janji deh, Ayah nggak akan kayak gini lagi.”

Menunjukkan apa yang Anda rasakan tentu membuat perasaan si kecil jadi lebih baik. Dengan begitu, anak sensitif dalam mengelola emosi tidak akan lagi mengamuk jika ia merasa sedih atau marah.

4. Ajari anak untuk mengelola emosi dengan baik

penyebab anak nakal

Setelah mengenal berbagai emosi yang dirasakan, ajari anak untuk mengelola emosi tersebut. Alih-alih memukul teman, minta si kecil untuk menenangkan hatinya dengan menarik dan membuang napas dalam-dalam (latihan pernapasan). Ini bisa membantu membuat perasaan anak jadi lebih baik.

Pada anak-anak yang lebih besar, Anda bisa memintanya untuk menjauhkan diri dari situasi yang bisa membuatnya marah meluap-luap. Cari tempat yang lebih tenang, seperti di dalam kamar untuk menenangkan diri. Jika perasaan sudah lebih baik, utarakan hal yang membuat anak marah atau kesal pada orang lain.

Jika tips menghadapi anak yang sensitif dalam mengelola emosi di atas tidak juga berhasil, jangan ragu konsultasikan pada dokter anak maupun psikolog. Mereka akan membantu Anda mencari solusi yang tepat agar si kecil bisa mengendalikan dan mengekspresikan emosinya lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit