Cara Menenangkan Anak yang Mengalami Kecemasan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang pasti pernah mengalami perasaan cemas dengan sebab yang berbeda-beda. Namun, tahukah Anda bahwa perasaan cemas tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, melainkan juga pada anak-anak? Mereka dapat cemas karena hal tertentu, misalnya karena menghadapi ujian, masuk ke lingkungan baru, atau melihat orang tuanya bertengkar.

Sebagai orang tua, mungkin tidak mudah untuk mengetahui apakah anak Anda sedang mengalami kecemasan atau tidak. Karena sering kali, anak ragu atau malu mengungkapkan apa yang sedang ia rasakan. Namun, jika anak Anda sering menangis, menutup diri, menghindari kontak sosial, mengeluh sakit perut atau sakit kepala, sering panik, dan terus-menerus mengkhawatirkan sesuatu, maka itu bisa menjadi tanda bahwa anak Anda sedang mengalami kecemasan.

Anda tentu tidak akan membiarkan anak Anda terus mengalami kecemasan, karena hal tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan mempengaruhi hubungan antara anak dan orangtua. Bahkan jika dibiarkan, rasa cemas dapat memicu terjadinya depresi pada anak. Namun kabar baiknya adalah, Anda dapat melakukan sesuatu untuk membantu anak Anda terlepas dari kecemasan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda terapkan.

Biarkan anak Anda terbiasa dengan hal yang membuatnya kurang nyaman

Hal pertama yang perlu Anda ingat dalam membantu anak mengatasi kecemasannya adalah, jangan menghindarkan anak dari hal-hal yang membuat mereka cemas. Hal tersebut hanya akan membuat anak merasa lebih baik untuk sementara waktu, namun justru dapat memperkuat kecemasan itu dalam jangka panjang.

Jika anak Anda sedang berada dalam situasi yang membuat mereka tidak nyaman, biarkan saja. Hal ini dapat membantu mereka belajar untuk menoleransi kecemasan.

Hibur dengan kata-kata positif, namun tetap realistis

Memberikan penguatan pada anak di saat mereka sedang cemas dapat membantu mereka mengatasi kecemasannya. Ungkapan yang dapat Anda sampaikan di antaranya adalah, “Tenang saja, kamu akan baik-baik saja, kok” atau “Kamu pasti bisa mengatasinya.”

Hormati perasaannya

Saat anak merasa cemas terhadap sesuatu, Anda tidak boleh meremehkan perasaan tersebut, melainkan harus menghormatinya. Salah satu caranya adalah dengan mengatakan, “Ibu tahu kamu takut, tapi tidak apa-apa. Ibu ada di sini sama kamu, semua akan baik-baik saja.”

Jangan memperkuat rasa cemasnya

Saat Anda mengetahui bahwa anak Anda sedang cemas, Anda dapat bertanya tentang bagaimana perasaannya. Anda tidak dianjurkan untuk memicu rasa takut anak dengan mengatakan, “Hiiiihh ada kecoak!” atau, “Jangan, nanti digigit!” atau kalimat yang justru dapat memicu rasa takut yang akhirnya membuat ia cemas ketika melihat kecoak atau anjing.

Berikan contoh mengatasi rasa cemas dengan baik

Sebagai orang tua, Anda mungkin lebih memilih untuk menyembunyikan rasa cemas yang Anda rasakan di depan anak Anda. Padahal, menunjukkan rasa cemas di depan anak tidak masalah, selama Anda memperlihatkan kepada mereka tentang bagaimana cara mengatasi rasa cemas dengan tenang. Dengan itu, Anda secara tidak langsung mengajari mereka mengenai bagaimana cara mengelola rasa cemas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit