Anak Ogah Pinjamkan Mainan, Begini Cara Mengajarinya untuk Saling Berbagi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/04/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Anak-anak perlu mempelajari banyak hal, salah satunya untuk saling berbagi. Ini merupakan keterampilan yang harus dikuasai si kecil agar dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain kelak. Sayangnya, mengajarkan anak untuk berbagi bukanlah tugas yang mudah. Jangan khawatir, sontek beberapa caranya berikut ini.

Cara mengajarkan anak untuk berbagi

Bertengkar karena berebut mainan, memang bukan hal yang aneh pada anak-anak. Di usianya yang masih muda, anak-anak memang sangat sulit untuk memberikan apa yang mereka miliki.

Mereka merasa memiliki hak penuh pada suatu benda dan merasa membutuhkannya sehingga tidak ingin meminjam pada orang lain. Padahal, untuk menjalin hubungan yang baik dengan teman sebayanya, si kecil perlu berbagi.

Supaya kebiasaan kurang baik tersebut tidak mendarah daging dan terbawa hingga dewasa, Anda perlu melatih anak untuk berbagi. Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan pada si kecil supaya ia mau berbagi dengan orang lain.

1. Ajari di usia yang tepat

Sejatinya, berbagi merupakan bagian dari empati. Ini merupakan kemampuan untuk melihat dan merasakan sesuatu dari sudut pandang orang lain. Anak-anak biasanya belum mengembangkan rasa empati dengan baik ketika usianya di bawah 6 tahun.

Mengajarkan anak untuk berbagi tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan usia tersebut. Pasalnya, bila Anda diajari hal ini lebih awal, ia bisa frustasi. Hal ini akan memperburuk hubungan Anda dengan si kecil.

Akibatnya, Anda akan semakin sulit untuk melatih anak untuk berbagi. Usia yang paling baik untuk mengajari anak hal ini adalah usia 3 atau 4 tahun, yaitu ketika anak-anak mulai bermain dan bekerja sama dengan teman sebayanya.

2. Jelaskan arti berbagi

Dalam mempelajari hal apa pun, si kecil butuh diberi penjelasan kenapa mereka harus melakukannya dan bagaimana cara melakukannya. Sebelum Anda mengajarkan anak untuk berbagi, alangkah baik jika dimulai lebih dulu dengan memberinya pemahaman yang sederhana.

Misalnya, memberi tahu bahwa berbagi tidak selalu memberikan apa yang si kecil miliki. Berbagi juga memiliki arti sebagai meminjamkan suatu benda. Itu artinya, benda tersebut akan kembali padanya. Dengan begitu, anak tidak lagi menolak untuk memainkan mainan secara bergiliran dengan temannya.

3. Jangan memaksa

Mengajarkan anak berbagi memang penting untuk kehidupan anak, tapi Anda tidak harus memaksanya. Anda tetap harus menghargai kemauan si kecil, terutama jika ia cukup selektif. Misalnya, hanya mau meminjamkan bolanya namun tidak ingin meminjamkan bonekanya. Jika memang seperti itu, maka jangan paksa si kecil untuk meminjamkan bonekanya.

Pada tahap awal, Anda dan anak mungkin perlu menyortir barang mana yang boleh dipinjamkan atau tidak. Supaya tidak berakhir dengan pertengkaran nantinya, simpan mainan yang tidak boleh dipinjamkan saat anak bermain dengan temannya.

Dengan cara ini, anak tidak akan merasa kecewa untuk berbagi atau mempertahankan mainan yang tidak ingin dipinjamkan. Jangan khawatir, semakin lama anak akan mulai bermurah hati untuk meminjamkan mainan tersebut pada orang yang ia percaya dapat menjaganya dengan baik. Seiring waktu, rasa empati anak pun akan berkembang dan ia tidak akan lagi menjadi pemilih dalam berbagi.

4. Jadilah contoh

Anak-anak belajar banyak hal dari orang-orang di sekelilingnya, terutama Anda sebagai orangtua. Mengajarkan anak untuk berbagi akan lebih efektif jika Anda juga berperilaku demikian. Untuk menjadi contoh, Anda mungkin perlu melakukan beberapa hal ini:

  • Coba utarakan niat Anda supaya si kecil paham, “Pisang ini keliatannya enak, boleh Ayah/Ibu boleh minta?”  Dari percakapan kecil seperti ini, Anda mengajarkan bahwa berbagi itu bisa membuat orang lain senang.
  • Beri pujian jika ada orang lain atau teman si kecil yang berbagi sesuatu dengannya. Ini bisa memotivasi anak untuk melakukan hal yang sama.
  • Selalu memberi penawaran ketika si kecil menginginkan sesuatu, “Kamu mau permen ini? Ayah/Ibu beri satu ya.” Jangan lupa, ajari juga caranya berterima kasih pada si kecil ketika ia diberi sesuatu oleh orang lain.

5. Tunjukkan jika berbagi itu menyenangkan

Siapa pun terutama anak-anak sangat menyukai berbagai hal yang menyenangkan. Supaya anak menganggap bahwa hal itu menyenangkan, Anda perlu menerapkan permainan ketika mengajarkan anak untuk berbagi. Ini akan lebih seru jika teman-teman si kecil ikut terlibat.

Salah satu permainan yang bisa melatih anak untuk berbagi adalah menggambar dan mewarnai bersama. Caranya, sediakan satu buku gambar besar, pensil warna atau alat menggambar lainnya.

Minta anak dan temannya untuk menggambar di buku yang sama dan saling bertukar alat gambar. Bisa juga dengan mengajak si kecil dan temannya saling mencicipi camilan yang mereka bawa dari rumah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . 4 menit baca

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . 4 menit baca

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . 6 menit baca

Menghukum Anak Karena Berbohong Justru Akan Membuatnya Berbohong Lagi

Menghukum anak yang berbohong cenderung mendorong mereka membuat kebohongan lainnya, terutama jika si anak takut pada hukuman yang akan diterimanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 29/04/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 menit baca
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . 5 menit baca
menjelaskan rasisme kepada anak

Tips Menjelaskan Rasisme kepada Anak Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 12/06/2020 . 5 menit baca