Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bayi belum memiliki kendali dan koordinasi yang sempurna. Maka, kecelakaan seperti jatuh, menabrak sesuatu, atau kejatuhan barang adalah hal-hal yang kerap terjadi pada bayi dan anak di bawah usia tiga tahun (batita). Jika pada kecelakaan tersebut kepala bayi terbentur, Anda mungkin jadi panik dan khawatir. Tenang, biasanya cedera pada kepala bayi dan batita bisa sembuh sendiri dan tidak akan menyebabkan masalah dalam jangka panjang. Supaya Anda lebih yakin apa yang harus dilakukan kalau kepala bayi terbentur, simak langkahnya berikut ini.

Benturan kepala pada bayi dan batita

Kebanyakan kasus benturan kepala yang dialami bayi dan batita tidak bersifat serius. Luka yang dialami biasanya hanya terbentuk pada kulit kepala atau wajah. Namun, karena kepala bayi dan batita masih lunak dan dalam tahap perkembangan, benturan sedikit saja bisa mengakibatkan luka yang kelihatannya gawat. Bayi Anda mungkin akan mengalami benjol, memar, atau lecet. Luka seperti ini biasanya hilang dalam waktu seminggu.

Sementara itu, jika benturannya sangat keras dan serius, bayi Anda mungkin mengalami luka dalam. Luka dalam meliputi tengkorak retak atau patah, pembuluh darah pecah, atau kerusakan pada otak. Dalam beberapa kasus, luka dalam yang juga dikenal dengan istilah trauma pada kepala (gegar) bisa berakibat fatal.

BACA JUGA: Kenali Gejala Gegar Otak Pada Anak

Haruskah dibawa ke rumah sakit?

Perhatikan bayi dan batita Anda setelah kepalanya terbentur. Gejala-gejala yang normal setelah kepalanya terbentur antara lain adalah:

  • Menangis
  • Muncul benjolan, memar, luka lecet atau luka yang terbuka
  • Mengantuk (karena kelelahan menangis atau menahan sakit)

BACA JUGA: Perhatikan, Ini 10 Tanda Gigi Bayi Anda Mau Tumbuh

Bayi dan batita belum bisa menggambarkan apa yang mereka rasakan. Maka, di samping gejala-gejala yang normal, perhatikan beberapa tanda berikut ini. Jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera bawa ke instalasi gawat darurat dan hubungi dokter anak.

  • Hilang kesadaran
  • Muntah
  • Sulit dibangunkan saat tidur
  • Sulit bernapas
  • Telinga berdenging
  • Perdarahan atau keluar cairan bening dari hidung, telinga, atau mulut
  • Gangguan penglihatan, pendengaran, dan wicara
  • Lemas, kehilangan tenaga, atau tidak bisa bergerak (lumpuh)
  • Hilang keseimbangan
  • Pupil mata membesar
  • Rewel dan sulit ditenangkan (karena sakit pada leher atau kepala)
  • Kejang
  • Ada luka yang terbuka cukup parah sehingga butuh jahitan

Menangani kepala bayi terbentur di rumah

Kalau benturan tidak terlalu parah, segera tangani luka atau bagian kepala yang cedera. Ini dia panduan menangani kepala bayi terbentur yang bisa Anda ikuti.

  • Kompres bagian yang luka atau terbentur dengan es batu yang dibungkus kain lembut selama kira-kira 20 menit. Kompres luka tersebut setiap 3-4 jam sekali.
  • Kalau ada luka yang terbuka, bersihkan dengan air hangat dan sabun bayi. Setelah bersih dan kering, oleskan salep khusus bayi untuk mencegah infeksi. Lalu tutup luka tersebut dengan plester atau kain lembut. Anda harus rutin mengganti plester sambil memeriksa kalau lukanya justru tambah parah.
  • Biarkan bayi beristirahat. Namun, sesekali cek apakah bayi Anda masih bernapas seperti biasa dan tetap responsif. Kalau bayi tidak bisa dibangunkan, segera cari bantuan gawat darurat.
  • Untuk mengurangi rasa sakit, Anda bisa memberikan paracetamol khusus bayi dan anak dengan dosis yang wajar. Namun, sebaiknya konsultasikan pada dokter anak untuk memastikan obat apa yang aman dikonsumsi.
  • Percayalah pada insting Anda. Jika buah hati Anda tampak aneh setelah terbentur, susah makan, dan selalu rewel, periksakan ke dokter anak.

BACA JUGA: Masalah Kesehatan Mata dan Telinga pada Bayi yang Lahir Prematur

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Pola pendidikan montessori dianggap berbeda dengan gaya pendidikan reguler lainnya. Apa yang membedakannya? Simak dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Mungkin Anda bingung harus kapan memulai lagi untuk mencoba hamil lagi setelah keguguran. Namun, itu semua tergantung pada kondisi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Cara Efektif Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Mengajarkan anak gosok gigi memang gampang-gampang susah. Lantas, bagaimana caranya agar mereka mau menggosok gigi secara teratur? Simak tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Nefropati: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll.

Nefropati adalah penyakit ginjal yang disebabkan oleh komplikasi diabetes. Perawatan berikut dapat dilakukan untuk memperlambat kerusakan ginjal.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan anak 16 tahun

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit
minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit