7 Cara Membangkitkan Kembali Rasa Kepercayaan Diri Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orangtua tentu berharap anaknya bisa tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Pasalnya, seseorang yang percaya diri akan lebih bisa menghargai dan mencintai diri sendiri. Karakter positif ini bisa membuat mereka lebih luwes bersosialisasi dengan orang-orang baru di sekitarnya. Kepercayaan diri juga membantu anak lebih sigap dan selalu yakin bisa menyelesaikan tugas atau tantangan baru dengan baik. Lalu, ketika sewaktu-waktu anak tidak percaya diri, apa yang perlu dilakukan oleh orangtua untuk meningkatkan kembali rasa percaya diri mereka?

Anak tidak percaya diri? Ini yang perlu dilakukan orangtua

1. Ajak anak Anda bicara

Apa yang menjadi penyebab anak tidak percaya diri bisa berakar dari banyak hal. Biasanya, rasa tidak percaya diri anak muncul setelah ia mendapatkan ejekan dari teman-temannya yang lain. Karena itu, sebelum Anda melakukan sesuatu untuk meningkatkan rasa percaya diri anak Anda, maka Anda perlu mengajak anak Anda bicara untuk mengetahui penyebab munculnya rasa tidak percaya diri pada anak Anda.

2. Jangan diomeli

Omelan, umpatan, sindiri, dan komentar berbau negatif lainnya yang anak terima sehari-hari bisa menyebabkan anak tidak percaya diri. Oleh karena itu, jangan mengumpat atau melontarkan kata-kata kasar ketika Anda melihat anak sedang merasa down — seperti “Kamu males banget, sih!”, atau “Nakal, ya!”.

Anak-anak sangat mudah menyerap setiap pesan yang diterimanya, apalagi dari orangtuanya sendiri, Ketika mereka mendengar hal-hal yang berbau negatif tentang dirinya, mereka akan merasa buruk tentang diri mereka sendiri, dan bertindak sesuai dengan itu.

3. Ajarkan mereka cara menyelesaikan masalah

Rasa tidak percaya diri bisa muncul ketika anak merasa stres dan frustrasi karena tidak kunjung bisa menyelesaikan sesuatu, entah itu prakarya sekolah, PR, maupun games yang ia mainkan. Ini bisa jadi karena ia tidak memiliki keterampilan penyelesaian masalah yang baik, Lambat laun, hal ini akan membuat anak bergantung pada Anda sebagai orangtua atau orang lain untuk menyelesaikan masalahnya.

Karena itu, Anda perlu mengajarkan si kecil tentang bagaimana cara yang efektif untuk menyelesaikan masalah. Misalkan, saat anak menangis karena mainannya diambil oleh temannya dan mengadu pada Anda. Anda bisa menanyakan pada anak Anda bagaimana cara yang baik untuk meminta kembali mainan tersebut, seperti “Coba kamu bilang, “tolong kembalikan mainanku, ya? Aku, kan belum selesai bermain”.

4. Biarkan mereka mengambil keputusan

Meski memang masih kecil, biarkan anak untuk memilih sendiri sesuai dengan keinginannya. Misalnya ketika memilih camilan di supermarket atau warna baju baru untuknya. Dengarkan apa kata anak, kenapa itu menjadi pilihannya.

Ketika anak Anda tidak mendapatkan kesempatan untuk memilih, mereka tidak akan merasa percaya diri ketika harus memilih di lain waktu. Untuk itu, Anda perlu membiarkan mereka mengambil keputusan sendiri.

5. Fokus pada kelebihan mereka

Ketika anak Anda merasa tidak memiliki kemampuan apapun, mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri. Karena itu, Anda perlu membantu mereka untuk menemukan dan fokus pada hal-hal yang mereka sukai. Ajak mereka untuk mencoba berbagai hal baru, misalnya les musik atau beladiri, untuk mencari tahu apa bakat tersembunyi mereka. Temani anak ketika mengerjakan hobinya. Hal ini akan membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka.

6. Hargai ide mereka

Dunia Anda dan anak Anda tentu berbeda. Anak kecil pun cenderung memandang dunia dari sudut pandangnya. Sehingga, Anda tidak perlu terkejut jika mereka mengeluarkan ide-ide unik; Anda hanya perlu mendengarkan dan menghargai setiap ide yang mereka sampaikan. Karena menertawakan atau menganggap sepele ide mereka akan membuat mereka tidak percaya diri dengan ide atau pendapatnya, dan bisa membuat mereka takut menyampaikan pendapatnya di kemudian hari.

7. Dorong anak untuk memiliki cita-cita, dan bayangan masa depan

Jika anak-anak dapat membayangkan diri mereka melakukan sesuatu yang penting atau memuaskan saat mereka dewasa nanti, mereka akan merasa lebih percaya diri. Anda bisa menceritakan kepada mereka tentang bagaimana cita-cita Anda sewaktu kecil dulu mendorong diri Anda untuk lebih optimis dan percaya diri, tentang bagaimana Anda mewujudkan mimpi dan memilih karir, dan tentang apa yang Anda lakukan untuk menggapai mimpi Anda.

Hal ini tentu dapat memotivasi dan meningkatkan rasa percaya diri mereka, karena mereka sudah tahu apa yang ingin dan harus mereka gapai di masa depan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Bayi memiliki waktu tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Ketahui cara menidurkan bayi yang membuatnya nyaman plus lama waktunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Kebanyakan orangtua baru bingung bagaimana cara membersihkan badan bayi. Berikut panduannya, mulai dari kepala, tali pusat, sampai organ intim si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Salah membedong bayi bisa menyebabkan Sudden Infant Death Syndrome alias kematian bayi mendadak saat tidur. Bagaimana cara bedong bayi yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tabung gas bocor

Yang Harus Anda Lakukan Ketika Tabung Gas Kompor Rumah Bocor

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit