5 Manfaat untuk Anak Jika Punya Hewan Peliharaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagi sebagian orang, membayangkan punya hewan peliharaan saja sudah bikin keringat dingin duluan. Di samping harus mengurus semua kebutuhan harian setiap manusia penghuni rumah, ditambah pula harus memberi makan dan membersihkan kandang binatang.

Tapi ternyata keberadaan hewan peliharaan di tengah keluarga Anda memiliki segudang manfaat untuk tumbuh kembang anak. Jika Anda masih enggan untuk mengambil risiko, fakta-fakta di bawah ini mungkin dapat meyakinkan Anda.

Apa, sih, manfaat punya hewan peliharaan di rumah?

1. Membantu anak belajar

Sejumlah pendidik anak telah lama mengetahui bahwa memiliki anjing peliharaan dapat sangat membantu perkembangan belajar dari anak berkebutuhan khusus. Sekarang mereka menemukan bahwa semua anak bisa mendapatkan keuntungan dari kehadiran seekor sahabat berbulu dan berkaki empat. Dalam satu penelitian, anak-anak diminta untuk membaca keras-keras di depan teman sebaya, orang dewasa, dan anjing. Peneliti memantau tingkat stres mereka, dan menemukan bahwa anak-anak akan paling santai saat berada di sekitar hewan, bukan manusia.

2. Menjaga kesehatan anak

Menurut sebuah studi oleh Dennis Ownby, MD, seorang dokter anak dan kepala departemen alergi dan imunologi di Medical College of Georgia, memiliki hewan peliharaan benar-benar mengurangi risiko anak terkena alergi tertentu. Penelitiannya melacak 474 bayi dari lahir sampai sekitar usia 7 tahun. Ia menemukan bahwa anak-anak yang selalu berada di sekitar dua atau lebih anjing atau kucing sewaktu mereka bayi lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan alergi umum berkat paparan dini terhadap bakteri tertentu.

Anak-anak yang memiliki hewan peliharaan di rumah juga lebih jarang menunjukkan hasil tes kulit positif terhadap alergen dalam ruangan seperti bulu hewan dan debu tungau — juga untuk alergen outdoor seperti serbuk sari bunga dan getah tanaman.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa hal ini terjadi, tetapi Dr. Ownby berteori bahwa ketika anak bermain dengan anjing atau kucing, hewan biasanya menjilatinya, sebagai tanda cinta. Menurutnya, menjilat akan mentransfer bakteri yang hidup di mulut hewan, dan paparan bakteri itu dapat mengubah cara sistem kekebalan tubuh anak merespon alergen lainnya.

Dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemilik hewan peliharaan cenderung jarang sakit. Sebuah studi tahun 2012 melaporkan bahwa anak-anak yang tinggal serumah dengan anjing piaraan umumnya tampil sehat selama tahun pertama hidup mereka, dengan frekuensi masalah pernapasan (misal, asma) dan infeksi telinga yang lebih sedikit daripada anak-anak yang tidak punya hewan peliharaan.

Manfaat lain dari memeliharan hewan di rumah? Memandikan, bermain, atau membelai makhluk berbulu dapat menurunkan tingkat stres — dan ini tidak hanya berlaku bagi ibu dan ayahnya, namun juga untuk anak-anak.

3. Mengajarkan anak rasa tanggung jawab, kasih sayang, dan kepedulian

Bahkan balita termuda sekalipun dapat sedikit banyak belajar tentang tanggung jawab dengan adanya hewan peliharaan di rumah. Tentu saja Anda akan mengerjakan sebagian besar tugas perawatan si Manis, tapi anak Anda akan menyerap banyak ilmu dari perilaku yang Anda contohkan secara tidak langsung, seperti pentingnya menjadi orang yang baik dan lembut. Ia bahkan bisa mengulurkan tangan kecilnya untuk membantu Anda dengan pekerjaan yang lebih mudah, seperti menuangkan makanan ke piring.

Dengan terlibat langsung dalam mengurus peliharaannya, anak akan menyadari bahwa hewan peliharaan, sama seperti manusia — membutuhkan makanan, tempat tinggal, olahraga, dan cinta. Ini kemudian mengajarkannya pelajaran berharga tentang empati dan kasih sayang.

Terlebih lagi, “Memelihara hewan peliharaan terutama sangat penting bagi anak laki-laki karena mengurus hewan tidak dilihat sebagai pekerjaan yang ‘kewanitaan’ hal seperti masak-masakan, bermain rumah-rumahan, atau bermain dengan boneka,” kata Gail F. Melson, PhD, profesor studi perkembangan anak di Universitas Purdue, dikutip dari Parents. Ketika menyoal perawatan hewan peliharaan, keterlibatan kedua jenis kelamin dilaporkan sama besar.

Itu karena empati dan belas kasih bukanlah kualitas yang tiba-tiba muncul di usia dewasa ketika kita membutuhkannya. Dan Anda tidak belajar untuk menjadi orang yang penuh kepedulian hanya karena Anda diperlakukan demikian sebagai seorang anak. Kita perlu sarana untuk mengasah sifat ini semenjak masih muda.

4. Memberikan rasa nyaman dan mendorong kepercayaan diri anak

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang punya hewan peliharaan di rumah memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi. Mungkin karena mereka memiliki makhluk berkaki empat (atau berkaki dua) untuk dicintai dan yang balik mencintai mereka apa adanya, juga seorang teman curhat yang tidak pernah menghakimi sekaligus teman bermain dengan ketika tidak ada orang lain di sekitar.

Kemudian, ketika anak Anda mulai sekolah, hewan peliharaan memberikan anak suatu topik menarik untuk diperbincangkan dan berbagi minat yang sama dengan anak-anak lain.

5. Memperkuat ikatan keluarga

Perawatan hewan peliharaan seringnya menjadi bintang utama dari kegiatan bersama dalam keluarga. Semua orang mengajak anjing untuk jalan-jalan sore, atau bahu-membahu memandikan dan memberi makan mereka. Kadang, sekeluarga bisa semuanya bermain bersama si Meong kesayangan. Menghabiskan waktu bersama seperti ini membantu keluarga tumbuh lebih kuat dan lebih dekat, sekaligus juga memberi waktu untuk bersantai sejenak di tengah kehidupan sehari-hari yang selalu dikejar waktu.

Jika Anda sudah cukup teryakinkan dengan lima alasan di atas dan sedang menimbang-nimbang untuk mendapatkan hewan peliharaan, ingat bahwa selalu lebih baik untuk mengadopsi daripada membeli.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Segudang Manfaat yang Ditawarkan dari Memelihara Ikan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11/07/2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit