7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/08/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagi sebagian anak, pengalaman pergi ke dokter gigi adalah pengalaman yang menyeramkan. Mereka sudah membayangkan alat-alat dokter akan masuk ke dalam mulut mereka. Atau anak sudah punya pengalaman buruk waktu ke dokter gigi sebelumnya. Hal itu tentu akan membuat anak takut ke dokter gigi lagi. Padahal, memeriksa dan merawat gigi ke dokter itu sangat penting dan tidak bisa dihindari.

Tenang saja, kalau si kecil takut diajak ke dokter gigi, Anda dan pasangan bisa menggunakan cara-cara di bawah ini.

1. Ajak ke dokter gigi sejak kecil

Usahakan untuk membawa anak ke dokter gigi sedini mungkin. Kalau anak baru pertama kali diajak ke dokter saat usianya sudah cukup besar, misalnya 7 tahun, bisa jadi anak sudah mendengar berbagai macam kisah menakutkan soal kunjungan ke dokter gigi. Maka, sebaiknya sejak balita si kecil sudah mulai periksa ke dokter gigi. Jangan tunggu sampai ada keluhan baru ke dokter karena besar kemungkinan kunjungan pertamanya akan melibatkan prosedur yang cukup menakutkan bagi anak. Dengan periksa rutin, anak juga akan semakin rileks dan terbiasa dengan kunjungan tersebut.  

BACA JUGA: Tahap Pertumbuhan Gigi: Dari Bayi Sampai Usia Anak-anak

2. Beri tahu intinya saja

Biasanya agar anak tidak terlalu ribut dan takut ke dokter gigi, orangtua cenderung berjanji pada anak bahwa prosedur yang akan dijalani tidak akan terasa sakit. Kalau ternyata nanti anak benar-benar harus dibius atau dicabut giginya dan ia merasakan sakit, bisa jadi anak kehilangan kepercayaan pada orangtuanya. Sebaiknya untuk menjawab kecemasan anak, beri tahu intinya saja.

Jangan memberi tahu terlalu banyak bocoran detail karena anak akan tambah penasaran dan takut. Gunakan analogi seperti ketika si kecil menunjungi dokter anak saat flu. Anda bisa mengatakan, “Kamu akan diperiksa sama dokter, seperti waktu itu. Cuma kali ini mulut dan gigimu yang akan diperiksa.”

3. Biarkan dokter gigi yang menjelaskan soal prosedurnya

Ada juga anak yang terus bertanya akan diapakan nanti di dokter gigi. Katakan saja bahwa dokter gigi akan melihat ke dalam mulut anak dan mengobati kalau ada masalah tertentu. Ingatlah bahwa tenaga kesehatan gigi dan mulut sudah terbiasa menangani anak yang takut ke dokter gigi. Mereka akan lebih mampu menjelaskan prosedurnya pada anak dengan cara yang mudah dicerna. Jadi, serahkan saja detailnya pada dokter gigi atau asistennya.

BACA JUGA: Perhatikan, Ini 10 Tanda Gigi Bayi Anda Mau Tumbuh

4. Jangan menceritakan pengalaman buruk Anda ke dokter gigi

Anda dan pasangan mungkin pernah memiliki pengalaman yang kurang baik saat ke dokter gigi. Tak berarti bahwa pengalaman tersebut juga akan terjadi pada anak. Maka, usahakan untuk tidak menceritakan kisah tersebut di depan anak. Kalau si kecil punya kakak yang sudah pernah periksa ke dokter gigi, minta bantuan kakak untuk membujuk adiknya. Bila kakaknya pernah kesakitan di dokter gigi, si kecil tidak perlu mengetahuinya.

5. Tetap tenang dan bersikap positif selama prosedur

Sebisa mungkin, Anda atau pasangan menemani si kecil saat ke dokter gigi. Apalagi pada kunjungan pertamanya ke dokter gigi. Kehadiran Anda dan pasangan bisa membuatnya lebih rileks dan percaya diri. Selama dokter menjalani pemeriksaan atau tindakan, mungkin Anda sendiri merasa tidak tega dan cemas.

Namun, ingat bahwa risiko yang harus ditanggung anak kalau tindakan tersebut tidak dijalani justru lebih besar. Oleh karena itu, tetaplah tenang dan dampingi anak. Jika anak masih kecil, Anda bisa membawa boneka kesayangan anak untuk menemaninya selama periksa gigi. Untuk menenangkan anak, Anda juga bisa sembari bercerita supaya pikiran anak teralihkan dari rasa sakit.

6. Berikan pujian, tapi hindari memberi hadiah

Hindari memberikan anak hadiah setiap kali ia mau ke dokter gigi. Anak jadi akan melihat rutinitas tersebut sebagai suatu beban yang harus diseimbangkan dengan hadiah. Maka, lebih baik berikan pujian dan ucapan terima kasih atas keberanian dan ketegaran anak selama berkunjung ke dokter gigi.

Sesekali Anda memang boleh memberikan hadiah untuk mendorong anak tetap rutin periksa gigi. Namun, jangan memberi hadiah yang berlebihan. Hal tersebut bisa jadi sebuah kebiasaan nantinya. Anak tak akan mau ke dokter kalau tidak ada hadiah yang diinginkannya.

BACA JUGA: 3 Kerusakan Gigi pada Anak dan Penyebabnya

7. Tekankan pada anak pentingnya menjaga kesehatan gigi

Supaya anak mau pergi ke dokter gigi, jelaskan pada anak apa saja pentingnya menjaga kesehatan gigi. Anda juga sebaiknya menerangkan pada anak mengapa suntik bius atau ekstraksi (pencabutan) gigi itu penting dengan bahasa yang bisa dimengerti anak. Sehari-harinya, biasakan anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya, misalnya dengan rajin sikat gigi.

Jangan mengancam anak, misalnya ketika ia makan permen terlalu banyak, dengan kunjungan ke dokter gigi. Contohnya, “Kamu kalau makan permen terus nanti giginya harus dicabut ke dokter gigi, lho!”. Lebih baik katakan, “Makan permen memang enak, ya. Tapi kalau kebanyakan lama-lama gigi bisa bolong atau keropos. Kamu tidak mau kan, punya gigi bolong-bolong?”

BACA JUGA: Kenapa Makanan Manis Bikin Gigi Berlubang?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Adakah Cara untuk Memperbaiki Lapisan Enamel Gigi yang Rusak?

Enamel merupakan lapisan gigi yang ketika rusak tidak bisa kembali normal dengan sendirinya. Lalu, adakah cara untuk memperbaiki kerusakan pada enamel gigi?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menjaga kesehatan gigi

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit