Simak Baik-Baik, Ini 5 Langkah Ampuh Meningkatkan Motivasi Belajar Anak di Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/02/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Siapa bilang motivasi belajar hanya dibutuhkan orang dewasa saja? Faktanya, anak-anak juga membutuhkan motivasi agar mereka lebih semangat belajar di sekolah. Meski motivasi bisa didapatkan dari mana saja, anak-anak masih belum bisa mengendalikan diri mereka sendiri. Oleh karena itu, peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan motivasi belajarnya.

Simak berbagai tips dan trik yang bisa dilakukan para orangtua di rumah agar motivasi belajar anak terus membara.

Cara ampuh meningkatkan motivasi belajar anak

Berikut berbagai cara yang bisa dilakukan para orangtua untuk membantu meningkatkan motivasi belajar anak:

1. Ajak anak bicara dari hati ke hati

berhenti menggendong anak

Meski prestasi memengaruhi masa depan, namun jangan langsung memarahi anak ketika ia malas belajar. Ketimbang harus mengomel panjang lebar, ajaklah anak bicara dari hati ke hati. Tanyakan pada anak dengan sikap lemah lembut apa saja kesulitan yang sedang ia hadapi. Setelah itu, barulah Anda memberikan masukan pada anak bagaimana cara menghadapi dan mengatasi kesulitannya.

Ingat, mengkritik kesalahan atau kekurangan anak justru akan membuat anak merasa dirinya buruk. Semakin dimarahi, anak semakin tidak akan mendengarkan Anda. Sebaliknya, berilah anak semangat agar ia lebih percaya pada kemampuannya sendiri dan tentunya akan memotivasi anak untuk belajar lebih baik tanpa merasa tertekan.

2. Berikan ia hadiah

memberikan hadiah ke anak

Siapa yang tak suka diberikan hadiah oleh orang-orang yang tersayang? Entah itu orang dewasa maupun anak-anak pasti sangat senang sekali jika diberikan hadiah. Pada anak-anak, pemberian hadiah atau reward merupakan salah satu cara meningkatkan motivasi belajar mereka. Tak hanya itu, pemberian hadiah juga dapat membantu mengubah perilaku anak ke arah yang lebih positif.

Namun, Anda harus berhati-hati ketika ingin memberikan hadiah untuk si kecil. Anak Anda bisa saja semangat melakukan kebiasaan baik hanya untuk mendapatkan hadiah dan selanjutnya tidak akan melakukannya lagi.

Mengutip Parents, Edward Deci, Ph.D., seorang ahli psikologi dari University of Rochester mengatakan bahwa meski hadiah bisa memotivasi anak untuk melakukan suatu kegiatan tertentu, motivasi ini umumnya bersifat sesaat. Ketika hadiah tidak lagi didapatkan, motivasi tersebut kembali meredup.

Supaya tidak terjadi hal tersebut, Anda harus selektif ketika ingin memberikan hadiah pada anak. Ingat, hadiah tidak selalu berupa materi. Beberapa hal sederhana seperti sebuah pelukan, ciuman, tos, dan sebuah pujian ke anak juga merupakan bentuk hadiah pada anak.

Saat memberikan hadiah ke anak, pastikan Anda memberitahu alasan mengapa ia pantas mendapatkan hadiah dari Anda. Dengan begitu, anak tahu bahwa ia telah melakukan hal yang baik dan yang Anda sukai.

3. Kenali gaya belajar anak

anak main gadget

Setiap anak memiliki preferensi dan gaya belajar yang berbeda-beda. Barang kali anak Anda terlihat ogah-ogahan belajar karena ia dipaksa belajar yang memang bukan gayanya.

Secara umum, metode pembelajaran anak dibagi menjadi tiga:

  • Auditori (pendengaran). Anak dengan gaya belajar seperti ini biasanya lebih senang mendengarkan penjelasan secara langsung dibanding harus membaca instruksi tertulis. Hal ini karena anak auditori umumnya lebih mudah menyerap informasi dengan cara mendengal.
  • Visual (penglihatan). Anak dengan gaya belajar seperti ini biasanya lebih mudah mengingat sesuatu dengan cara melihat gambar, foto, dan ilustrasi. Anak visual cenderung kesulitan jika harus menyampaikan informasi secara verbal kepada orang lain.
  • Kinestetik (gerakan). Anak dengan gaya belajar kinestetik sangat aktif bergerak ke sana dan kemari. Tak heran ketika belajar ia sering tidak bisa diam duduk di kelas dalam waktu yang lama. Anak dengan gaya belajar seperti ini biasanya lebih banyak menggunakan bahasa tubuh untuk menjelaskan sesuatu. Menari, bermain peran dan musik, serta olahraga merupakan hal-hal yang sangat digemari anak kinestetik.

Jadi, anak yang memiliki gaya belajar visual akan kesulitan ketika diminta belajar dengan menggunakan metode auditori. Begitu juga sebaliknya, anak dengan metode belajar auditori umumnya akan kesulitan ketika menyerap informasi hanya dari melihat simbol.

Oleh karena itu, agar anak lebih termotivasi untuk belajar, Anda juga perlu tahu gaya belajar yang memang disukai anak. Hal tersebut tidak hanya membantu anak belajar lebih efektif, tapi juga membantu mengoptimalkan kecerdasannya kelak.

4. Fokus pada minat anak

pendidikan montessori

Ketika proses belajar melibatkan pada hal-hal yang memang diminati anak, maka anak pun akan merasa senang saat menjalaninya. Nah, oleh karena itu, apabila Anda ingin membantu mengoptimalkan proses belajar anak, maka doronglah mereka untuk mengeksplorasi topik dan mata pelajaran yang memang disukainya. Jadi, jangan beri tekanan pada anak bahwa ia harus dapat nilai bagus di pelajaran yang memang tidak dikuasainya.

Sebagai contoh, jika anak tertarik pada mata pelajaran seni lukis dan musik, Anda bisa membelikannya seperangkat alat lukis atau musik. Setelah itu, tantang anak untuk membuat lukisan atau memainkan alat musik tersebut di depan Anda. Bila perlu, Anda bisa memanggil guru les privat untuk membantu mengembangkan minat si kecil.

5. Ajak anak untuk banyak membaca

anak membaca buku cerita

Membaca merupakan kunci keberhasilan dalam belajar. Bahkan berbagai penelitian menemukan bahwa membaca tidak hanya membantu anak dalam mengembangkan kosakata yang lebih banyak, tetapi juga memberikan pengaruh positif pada otak anak. Ya, membaca dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif otak untuk berpikir dan menajamkan kemampuan mengingat.

Karena anak cenderung akan meniru apa yang dilakukan orangtuanya, maka berikan contoh bahwa Anda juga suka baca buku juga. Biasakan untuk membuat sesi membaca setidaknya satu jam dalam satu hari. Hal ini secara tidak langsung membuat anak beranggapan bahwa membaca adalah kegiatan yang penting untuk dilakukan, sehingga lama-lama ia akan terbiasa dan akhirnya membaca sendiri tanpa harus disuruh lagi.

Namun ingat. Jangan mengharuskan anak untuk baca buku tertentu. Sebaliknya, biarkan mereka memilih sendiri buku atau materi bacaan yang akan mereka baca. Dengan begitu anak lebih semangat untuk melakukannya sendiri.

Jika sejak dini anak sudah dibiasakan membaca, maka ia tidak akan merasa kesulitan ketika diminta membaca buku pelajaran sekolah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit