Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pelukan orangtua pada bayinya memainkan peranan penting dalam ikatan orangtua dan anak. Penelitian dari Jepang baru-baru ini mengungkap rahasia cara memeluk sempurna bayi oleh orangtua. Bagaimana indikator pelukan yang sempurna dan apa manfaatnya?

Rahasia cara sempurna memeluk bayi

masalah gizi pada bayi

Peneliti dari Toho University, Jepang menemukan rahasia pelukan yang sempurna pada bayi. Sederhananya adalah dengan tidak memberikan tekanan terlalu erat.

“Seperti kebanyakan orang tua, kita suka memeluk putra-putri kita. Tetapi yang mengejutkan kami sebagai ilmuwan adalah betapa sedikit yang kami ketahui tentang pelukan,” ujar Sachine Yoshida, salah satu peneliti dalam studi tersebut.

Dalam upaya mempelajari pelukan yang sempurna, peneliti mengukur efek menenangkan yang dirasakan bayi dari tekanan pelukan yang diberikan. 

Peneliti merekrut pasangan ibu dan ayah bersama bayi mereka. Mereka melakukan tiga percobaan, yakni ayah dan bayinya, ibu dan bayinya, dan seorang perempuan dengan bayi yang bukan anaknya.

Setiap orang dewasa akan memeluk bayi mereka selama 20 detik dalam tiga kategori tekanan atau keeratan pelukan yaitu hanya dipegang, dipeluk dengan tekanan sedang, dan dipeluk dengan erat. 

Selama orang dewasa memeluk bayi, peneliti mengamati respons detak jantung bayi dengan alat sensor yang diletakkan di tangan penggendong. Menurut peneliti, ketika kecepatan detak jantung menurun itu menunjukkan bayi atau seseorang dalam keadaan tenang.

Peneliti juga menggunakan intensitas gerakan kepala bayi sebagai ukuran ketenangan, semakin sedikit gerakan berarti si bayi semakin tenang.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa bayi akan lebih tenang ketika dipeluk dengan tekanan sedang daripada hanya dipegang. Ketenangan bayi berkurang selama pelukan yang termasuk dalam kategori pelukan erat. 

Pelukan dari orangtua memberikan efek ketenangan pada bayi

pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Pelukan menenangkan untuk anak dipengaruhi dua faktor yakni keeratan pelukan harus dalam skala sedang dan siapa orang yang memeluknya. Untuk bayi yang berusia lebih dari 125 hari, efek menenangkan lebih besar ketika menerima pelukan dari orangtua daripada dari orang asing.

“Meskipun bayi tidak dapat berbicara, mereka mengenali orangtua mereka melalui berbagai metode pengasuhan, termasuk memeluk, paling lambat setelah empat bulan,” jelas Sachine.

“Kami berharap dengan mengetahui bagaimana perasaan bayi Anda saat dipeluk membantu meringankan beban kerja fisik dan psikologis merawat bayi yang belum bisa bicara,” ucapnya. 

Peneliti juga mengatakan penelitian ini bisa dijadikan langkah awal untuk membuat program deteksi dini autisme. Hal ini dikarenakan penelitian berpusat pada berbagai respons sensorik selama pelukan pada bayi.

“Anak-anak dengan gangguan spektrum autisme (GSA) memiliki kesulitan dalam integrasi sensorik dan masalah interaksi sosial,” katanya.

“Oleh karena itu, percobaan sederhana kami ini dapat digunakan dalam penyaringan awal fungsi integrasi sensorik, dan pengembangan interaksi sosial pada bayi dari keluarga yang memiliki faktor risiko GSA yang tinggi,” simpul peneliti dalam laporannya.

Perlu diketahui bahwa keluarga yang memiliki anak dengan autisme berpotensi memiliki anak dengan autisme lain. Untuk itu, deteksi dini menjadi sangat penting untuk mendapatkan penanganan lebih tepat. 

Hormon kasih sayang yang dilepaskan saat berpelukan

pelukan bayi cemas saat berpisah adult separation anxiety disorder

Pelukan orangtua pada bayi atau anaknya memiliki beberapa manfaat kesehatan. Diketahui bahwa tubuh mampu melepaskan hormon oksitosin atau biasa dikenal dengan sebutan ‘hormon cinta’ selama melakukan kontak fisik. 

Namun, pada peneliti dalam studi ini mengatakan periode penelitiannya yang terlalu pendek membuat mereka tidak meneliti lebih lanjut mengenai manfaat pelukan dalam ranah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 11 menit
kepala bayi terbentur

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit