Menghadapi Anak yang Cemburu Pada Adik Barunya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019
Bagikan sekarang

Anak yang cemburu pada adik bayinya yang baru lahir adalah hal yang lazim terjadi. Anak balita Anda akan mengalami berbagai jenis emosi ketika ia memiliki saudara baru. Ia mungkin merasa iri atau cemas dengan kehadiran adik barunya. Tetapi, ia juga mungkin merasakan kegembiraan, cinta, dan rasa bangga. Bagaimana orangtua bisa menghadapi rasa cemburu anak dan membuatnya menerima adik bayi dengan hangat?

Menghadapi anak yang cemburu pada adik baru

1. Dengarkan uneg-unegnya

Cobalah untuk membuat anak Anda mengekspresikan semua emosinya, baik dan buruk, dengan mendorongnya untuk bicara tentang perasaannya. Ini akan mendorong anak untuk memberi tahu Anda bagaimana perasaannya, daripada hanya memberi sinyal-sinyal lewat tindakan fisik seperti memukul, mencubit, atau mendorong adik bayi.

Jika balita Anda memukul adiknya, jelaskan bahwa hal ini tidak bisa ditoleransi. Katakan padanya dengan tenang dan lembut bahwa memukul tidak diperbolehkan. Anda bisa menyarankan anak untuk menunjukkan perasaannya dengan menunjukkan wajah cemberut atau ekspresi marah, atau Anda berdua bisa bersama-sama meneriakkan perasaan masing-masing.

BACA JUGA: Menyiapkan Si Sulung untuk Punya Adik

2. Pahami bahwa ia hanya mencoba mendapatkan perhatian Anda

Beberapa balita mencoba mendapatkan perhatian orangtua mereka dengan berperilaku seperti bayi. Jika balita Anda mulai berkelakuan aneh untuk cari perhatian, cobalah bersabar dengan sikapnya. Anak mungkin hanya membutuhkan sedikit perhatian ekstra dari Anda untuk sementara waktu. Dengan bantuan dari Anda, ia akan segera kembali menjadi dirinya sendiri. Pastikan anak Anda mengerti bahwa tidak apa-apa baginya untuk merasakan hal-hal demikian.

3. Libatkan anak dalam persiapan menyambut bayi

Sebelum bayi lahir, berikan izin padanya untuk merasa cemburu, dan beri tahu ia bahwa kakak yang lain juga merasakan hal yang sama ketika adik barunya hadir. Anda mungkin bisa mencari buku anak-anak tentang bayi, dan membacanya bersama-sama.

Anda juga bisa membiarkan anak terlibat dalam persiapan menyambut adik barunya. Dia bisa membantu membuat keputusan sederhana, seperti apakah sprei tempat tidur bayi harus warna kuning atau merah.

BACA JUGA: 7 Cara Menjadikan Rumah Tempat yang Aman Bagi Anak

4. Biarkan anak tahu bahwa rasa sayang Anda padanya tidak berubah

Setelah bayi Anda lahir, ingatkan pada balita bahwa kasih sayang Anda padanya masih tetap sama. Biarkan dia tahu bahwa dia masih spesial seperti sebelumnya. Jika dia mulai berulah dengan mengatakan bahwa ia membenci adiknya, atau dengan mencubit adik bayi, pahami bahwa ini artinya si kakak membutuhkan waktu lebih banyak dengan Anda.

5. Pertahankan rutinitas

Dengan kehadiran anak baru, rutinitas Anda tentu berubah. Namun usahakan rutinitas kakak tidak terlalu terganggu. Tetap membiasakan rutinitas seperti sarapan bersama, nonton acara televisi kesukaan setiap sore, dan membacakan dongen di jam yang sama sebelum tidur, untuk membantu anak Anda menyesuaikan diri. Hindari pula perubahan besar di saat ini, seperti pindah rumah atau sekolah.

6. Ajak anak untuk membantu merawat adiknya

Cobalah untuk melibatkan anak dengan perawatan bayi. Misalnya, Anda bisa membiarkan ia memilih pakaian tidur untuk adiknya, atau memilih apa yang akan adiknya kenakan hari ini. Anda juga bisa memintanya untuk memberi tahu Anda ketika menurutnya adik bayinya memerlukan sesuatu (saat si bayi menangis).

7. Beri tahu tamu yang berkunjung

Beri tahu teman-teman dan keluarga agar peka terhadap kebutuhan balita Anda. Minta mereka untuk menghabiskan waktu dengan si kakak, dan tidak hanya berfokus pada bayi baru Anda.

BACA JUGA: Mengatakan “Tidak” Pada Anak, Baik Atau Buruk?

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

    Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    agar anak mau mendengarkan orang tua

    Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020