Menghadapi Anak yang Cemburu Pada Adik Barunya

Oleh

Anak yang cemburu pada adik bayinya yang baru lahir adalah hal yang lazim terjadi. Anak balita Anda akan mengalami berbagai jenis emosi ketika ia memiliki saudara baru. Ia mungkin merasa iri atau cemas dengan kehadiran adik barunya. Tetapi, ia juga mungkin merasakan kegembiraan, cinta, dan rasa bangga. Bagaimana orangtua bisa menghadapi rasa cemburu anak dan membuatnya menerima adik bayi dengan hangat?

Menghadapi anak yang cemburu pada adik baru

1. Dengarkan uneg-unegnya

Cobalah untuk membuat anak Anda mengekspresikan semua emosinya, baik dan buruk, dengan mendorongnya untuk bicara tentang perasaannya. Ini akan mendorong anak untuk memberi tahu Anda bagaimana perasaannya, daripada hanya memberi sinyal-sinyal lewat tindakan fisik seperti memukul, mencubit, atau mendorong adik bayi.

Jika balita Anda memukul adiknya, jelaskan bahwa hal ini tidak bisa ditoleransi. Katakan padanya dengan tenang dan lembut bahwa memukul tidak diperbolehkan. Anda bisa menyarankan anak untuk menunjukkan perasaannya dengan menunjukkan wajah cemberut atau ekspresi marah, atau Anda berdua bisa bersama-sama meneriakkan perasaan masing-masing.

BACA JUGA: Menyiapkan Si Sulung untuk Punya Adik

2. Pahami bahwa ia hanya mencoba mendapatkan perhatian Anda

Beberapa balita mencoba mendapatkan perhatian orangtua mereka dengan berperilaku seperti bayi. Jika balita Anda mulai berkelakuan aneh untuk cari perhatian, cobalah bersabar dengan sikapnya. Anak mungkin hanya membutuhkan sedikit perhatian ekstra dari Anda untuk sementara waktu. Dengan bantuan dari Anda, ia akan segera kembali menjadi dirinya sendiri. Pastikan anak Anda mengerti bahwa tidak apa-apa baginya untuk merasakan hal-hal demikian.

3. Libatkan anak dalam persiapan menyambut bayi

Sebelum bayi lahir, berikan izin padanya untuk merasa cemburu, dan beri tahu ia bahwa kakak yang lain juga merasakan hal yang sama ketika adik barunya hadir. Anda mungkin bisa mencari buku anak-anak tentang bayi, dan membacanya bersama-sama.

Anda juga bisa membiarkan anak terlibat dalam persiapan menyambut adik barunya. Dia bisa membantu membuat keputusan sederhana, seperti apakah sprei tempat tidur bayi harus warna kuning atau merah.

BACA JUGA: 7 Cara Menjadikan Rumah Tempat yang Aman Bagi Anak

4. Biarkan anak tahu bahwa rasa sayang Anda padanya tidak berubah

Setelah bayi Anda lahir, ingatkan pada balita bahwa kasih sayang Anda padanya masih tetap sama. Biarkan dia tahu bahwa dia masih spesial seperti sebelumnya. Jika dia mulai berulah dengan mengatakan bahwa ia membenci adiknya, atau dengan mencubit adik bayi, pahami bahwa ini artinya si kakak membutuhkan waktu lebih banyak dengan Anda.

5. Pertahankan rutinitas

Dengan kehadiran anak baru, rutinitas Anda tentu berubah. Namun usahakan rutinitas kakak tidak terlalu terganggu. Tetap membiasakan rutinitas seperti sarapan bersama, nonton acara televisi kesukaan setiap sore, dan membacakan dongen di jam yang sama sebelum tidur, untuk membantu anak Anda menyesuaikan diri. Hindari pula perubahan besar di saat ini, seperti pindah rumah atau sekolah.

6. Ajak anak untuk membantu merawat adiknya

Cobalah untuk melibatkan anak dengan perawatan bayi. Misalnya, Anda bisa membiarkan ia memilih pakaian tidur untuk adiknya, atau memilih apa yang akan adiknya kenakan hari ini. Anda juga bisa memintanya untuk memberi tahu Anda ketika menurutnya adik bayinya memerlukan sesuatu (saat si bayi menangis).

7. Beri tahu tamu yang berkunjung

Beri tahu teman-teman dan keluarga agar peka terhadap kebutuhan balita Anda. Minta mereka untuk menghabiskan waktu dengan si kakak, dan tidak hanya berfokus pada bayi baru Anda.

BACA JUGA: Mengatakan “Tidak” Pada Anak, Baik Atau Buruk?

Sumber