Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Agar Sudah Mahir Sebelum Sekolah, Ini 8 Tips Mengajari Anak Menulis dengan Rapi

Agar Sudah Mahir Sebelum Sekolah, Ini 8 Tips Mengajari Anak Menulis dengan Rapi

Sebagian orangtua mungkin berpendapat bahwa kemampuan menulis anak akan otomatis diperoleh saat belajar di sekolah. Padahal, sebelum masuk ke sekolah formal, ada baiknya ia sudah pandai menulis dengan rutin diajari di rumah. Yuk, cari tahu cara mengajari anak menulis dengan rapi melalui artikel ini!

Cara mengajari anak menulis dengan baik dan rapi

cara mengajari anak menulis

Beberapa cara berikut ini mungkin bisa membantu anda mengajarkan anak membuat tulisan tangan yang baik dan rapi.

1. Sediakan tempat yang nyaman untuk anak latihan menulis

Sebelum mengajari anak agar bisa menulis dengan rapi, sebaiknya Anda menyediakan tempat yang nyaman lebih dulu.

Pastikan bahwa anak bisa latihan menulis di kursi dan meja yang stabil dan menyesuaikan tubuh anak. Tujuannya agar anak bisa duduk dengan postur yang baik.

Hindari menggunakan meja atau tempat menulis yang terlalu tinggi karena posisi anak saat belajar menulis bisa memengaruhi gerakan tangan sehingga membuat tulisannya tidak rapi.

2. Ciptakan suasana yang menyenangkan

Di samping menyediakan tempat dan fasilitas yang nyaman, jangan lupa untuk mengajari anak menulis dengan cara yang menyenangkan, misalnya sambil bernyanyi atau bermain.

Anak usia TK atau PAUD juga akan lebih senang belajar menulis dengan hal-hal menarik seperti menggunakan buku-buku bergambar dan berwarna-warni.

Bila memungkinkan, cobalah mengajari anak menulis dengan video dan permainan edukasi.

3. Latih kemampuan anak untuk menggenggam

Di era digital seperti sekarang ini, anak menjadi lebih sering mengetik di tablet atau laptop.

Akibatnya, ia mungkin lebih terampil mengetik daripada menulis. Hal ini membuat kemampuan menggenggam anak tidak terlatih dengan baik.

Meskipun tujuannya sama-sama menghasilkan tulisan, menulis tangan juga sebaiknya perlu dilatih karena berkaitan dengan kemampuan motorik anak.

Selain itu, menurut jurnal Advance in Psychiatric Treatment, menulis tangan ternyata bermanfaat bagi kesehatan tubuh anak secara keseluruhan.

Oleh karena itu, sebelum mengajari anak cara menulis yang rapi, latihlah kemampuan menggenggamnya lebih dulu.

Cobalah melatih kekuatan tangannya dengan menjepit jemuran dan bermain plastisin.

4. Minta bantuan guru di sekolah

Anak TK biasanya sudah mulai belajar menulis di sekolah. Namun, agar anak lebih terampil, cobalah menambah porsi belajar menulis di rumah.

Mintalah bantuan guru untuk menyediakan lembar latihan menulis untuk dikerjakan di rumah. Tujuannya agar anak merasa berkewajiban untuk menyelesaikannya sebagai bagian dari tugas sekolah.

anak kidal

5. Ajari menulis huruf dengan menggunakan pola

Teknik yang bisa Anda coba untuk mengajari anak menulis dengan rapi adalah dengan berlatih menulis huruf lebih dulu.

Ajari cara menarik garis dan tunjukkan padanya dari sisi mana seharusnya sebuah huruf dimulai.

Jika perlu, buat pola menggunakan titik-titik yang membentuk masing-masing huruf agar anak bisa menulis mengikuti pola tersebut.

Dengan melakukan cara ini, diharapkan anak menjadi terbiasa menulis menggunakan pola yang telah Anda buat.

Harapannya, cara ini bisa membantu agar tulisan tangan anak menjadi lebih rapi dan enak dibaca.

6. Beri hadiah atau imbalan

Anak usia TK biasanya akan lebih bersemangat untuk belajar menulis saat diberi imbalan khusus.

Nah, untuk membantu Anda mengajari anak menulis, cobalah menyediakan imbalan atau hadiah sederhana yang anak sukai.

Berilah imbalan sesuai dengan kualitas tulisan anak. Semakin rapi tulisan ia, semakin menarik pula hadiah yang Anda berikan untuknya.

Tak lupa berikan pujian di saat yang tepat dan tidak berlebihan.

7. Bebaskan anak berimajinasi

Tidak hanya bentuk tulisan anak yang harus terus dilatih agar bisa dibaca, isi dari tulisan anak pun juga harus terus diasah.

Menurut Victoria State Government, kemampuan literasi anak juga bisa dilatih dengan membiasakannya menulis sejak dini, bahkan di usia balita.

Bebaskan ia berimajinasi dengan menuliskan cerita karangannya sendiri, misalnya dengan menulis surat untuk ayah atau ibu, saudara, kerabat, atau teman.

Selain mengajari anak menulis dengan lebih rapi, kegiatan ini juga dapat merangsang kemampuan kognitif anak agar menjadi cerdas.

Selain itu, ia pun terlatih untuk mengemukakan pendapat dan perasaannya kepada orang lain.

8. Selingi kegiatan menulis dengan menggambar

Agar anak tidak bosan belajar menulis yang itu-itu saja, sesekali selingi dengan kegiatan menggambar.

Menggambar juga efektif untuk melatih motorik anak agar lebih terampil menggenggam alat tulis dengan baik.

Anda bisa mengkombinasi antara tulisan dengan gambar. Misalnya saat anak menggambar sesuatu, mintalah ia menuliskan nama benda atau orang tersebut di bawah gambarnya.

Bila perlu, doronglah si kecil untuk membuat dialog atau cerita.

Kendala yang dapat menghalangi anak menulis dengan baik

disgrafia, gangguan belajar anak susah menulis

Saat mengajari anak untuk menulis dengan rapi, Anda mungkin menghadapi berbagai kendala tertentu.

Cobalah mencari tahu sejumlah teknik yang tepat agar Anda bisa menerapkan teknik belajar menulis yang paling cocok untuk si kecil.

Selain itu, sebagai orang tua, tentu Anda harus peka terhadap kendala yang mungkin dialami oleh anak dalam menulis, seperti berikut ini.

  • Masih suka berganti tangan antara tangan kanan dan kiri saat sedang menulis.
  • Menulis dengan sangat amat pelan, sehingga memakan banyak waktu.
  • Kesulitan saat menuliskan huruf-huruf tertentu dengan benar.
  • Cara anak memegang alat tulis saat sedang menulis terlihat berbeda dan tak lazim.
  • Tidak memiliki ketertarikan, bahkan menghindari aktivitas yang mengharuskannya untuk menulis.
  • Tulisan tangan yang buruk sehingga tidak bisa dibaca.
  • Tidak bisa mengikuti perintah yang diberikan oleh guru saat sedang menulis.

Bila kendala-kendala tersebut sangat menyulitkan anak saat belajar menulis, cobalah diskusikan dengan guru sekolahnya.

Beberapa anak mungkin mengalami gangguan kesehatan tertentu sehingga menyulitkannya mengikuti pelajaran termasuk sulit menulis dengan rapi.

Oleh karena itu, cobalah berkonsultasilah ke dokter tumbuh kembang anak atau ke psikolog.

Bila si kecil mengalami kondisi tertentu seperti disgrafia, ADHD, autisme, disleksia, atau gangguan tumbuh kembang lainnya tentu butuh metode dan cara khusus untuk mengajari anak menulis.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Staff, G., & Staff, G. (2014). 7 great ways to encourage kids’ writing. Retrieved 27 August 2021, from https://www.greatschools.org/gk/articles/seven-ways-to-encourage-kids-writing/

Writing with children. Retrieved 27 August 2021, from https://www.education.vic.gov.au/childhood/professionals/learning/ecliteracy/emergentliteracy/Pages/writingwithchildren.aspx

Baikie, K., & Wilhelm, K. (2005). Emotional and physical health benefits of expressive writing. Advances In Psychiatric Treatment, 11(5), 338-346. doi: 10.1192/apt.11.5.338

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x