Tips Aman Mencegah Bayi Tersedak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/08/2017
Bagikan sekarang

Beberapa data mengungkapkan bahwa tersedak merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak. Hal ini karena tersedak dapat menghambat jalur pernapasan, padahal keberadaan oksigen memiliki peranan yang penting dalam tubuh manusia.

Bayi merupakan usia yang rentan tersedak. Hal ini dikarenakan:

  • Bayi masih belum mampu mengendalikan makanan dalam mulutnya.
  • Bayi belum mempunyai gigi molar yang mampu membantunya menghancurkan makanan. Hal ini akan semakin berisiko bila si bayi kurang mampu mengunyah dan menelan.
  • Ukuran jalur pernapasan bayi masih terbatas.
  • Bayi memilliki rasa ingin tahu yang tinggi, salah satu cara yang ia lakukan untuk menjawab rasa ingin tahunya ini adalah melalui mulutnya. Beberapa benda yang sering bayi masukkan ke dalam mulutnya antara lain makanan, mainan, dan barang-barang kecil lain yang berpotensi menyebabkan si bayi tersedak. Lalu, bagaimana mencegah bayi tersedak?

Tips mencegah bayi tersedak makanan

  • Perkenalkan bayi Anda dengan makanan padat, minimal saat usianya sudah mencapai 4 bulan. Jangan beri ia makanan padat sebelum ia memiliki kemampuan motorik untuk menelan makanan tersebut.
  • Jangan tawarkan makanan yang berisiko tinggi seperti keju, anggur, dan sayur yang masih berukuran besar-besar, kecuali makanan tersebut telah dipotong menjadi potongan-potongan kecil. Hati-hati juga dengan makanan seperti biji, kacang, permen, permen karet, marshmallow, dan makanan-makanan berisiko lain.
  • Seiring bertambahnya usia bayi, temani ia saat jam makan. Jangan biarkan dia untuk makan sambil berjalan, berlari, bermain. Ingatkan dia untuk menelan makanannya dulu sebelum bicara. Jangan biarkan dia untuk bermain lempar-makanan-ke-udara-lalu-tangkap-dengan-mulut dan aktivitas-aktivitas lain yang berpotensi membuatnya tersedak.
  • Selalu buang dulu tulang atau duri pada makanan, sebelum makanan tersebut Anda berikan pada bayi Anda.
  • Pastikan bayi Anda waspada dan tidak sedang mengantuk saat makan.
  • Sebaiknya, jangan beri bayi makanan saat dia tengah menangis atau tertawa.
  • Ajarkan bayi Anda bagaimana mengunyah dan menelan makanan yang benar, dengan mengambil potongan kecil, mengunyahnya, dan makan secara perlahan-lahan.
  • Bila bayi Anda memiliki kakak, sebaiknya ajari juga si kakak untuk tidak memberikan makanan dan mainan yang berpotensi menyebabkan adiknya tersedak.

Mencegah bayi tersedak mainan dan barang-barang kecil

  • Periksa mainan bayi Anda dengan teliti. Mainan berbahan balon lateks, akan berbahaya saat rusak karena ada isinya. Sebaiknya, perhatikan dahulu panduan yang ada dalam kemasan mainan sebelum membelinya dan secara rutin periksa kondisi mainan bayi Anda.
  • Jauhkan dari jangkauan bayi Anda, barang-barang yang biasa ada di rumah, namun berpotensi menyebabkan bayi Anda tersedak seperti koin dan dadu.
  • Ajarkan bayi Anda untuk tidak memasukkan mainannya ke mulut.

Bagaimana menangani bayi yang tersedak?

  • Pertama, pastikan dulu apakah si bayi masih dapat mengeluarkan suara atau tidak.
  • Bila ternyata si bayi masih bisa bersuara, ajari dia mengeluarkan penyebab tersedaknya itu.
  • Namun bila dia tak lagi mampu bersuara, bawa dia segera ke petugas kesehatan terdekat.
  • Sebaiknya cari tahu dulu apa yang menyebabkan ia tersedak sebelum Anda memutuskan untuk menolongnya dengan memberikan minum.
  • Bila Anda atau orang disekeliling Anda terlatih, sebaiknya berikan pertolongan pertama dengan tindakan abdominal thrust (heimlich) khusus untuk bayi.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

    Ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi global oleh WHO meningkatkan kewaspadaan masyarakat, termasuk orangtua. Bagaimana menjelaskan COVID-19 ke anak?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 16/03/2020

    Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

    Mengajarkan anak memakai baju sendiri memang susah-susah gampang. Kuncinya adalah tetap sabar dan ikuti tips berikut ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Anak Terlalu Sensitif dalam Mengelola Emosi? Hadapi dengan 4 Trik Ini

    Anak yang terlalu sensitif dalam mengelola emosi akan mangalami kesulitan saat dewasa. Untuk menghadapinya, orangtua bisa lakukan hal ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua Tentang Sakit Perut pada Anak

    Saat anak sakit perut, banyak orangtua menganggap sepele. Padahal, tak seperti pada orang dewasa, sakit perut si kecil bisa berarti banyak hal.

    Ditulis oleh: Priscila Stevanni

    Direkomendasikan untuk Anda

    agar anak mau mendengarkan orang tua

    Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
    memilih hewan untuk anak

    Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
    perkembangan psikologi anak

    Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020
    mencegah anak shopaholic

    Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020